Bengkulu Daerah
Beranda » Berita » 1000 Hektar Lahan Petani Lebong Bakal Terima Bantuan Bibit Kopi Robusta Dari Kementan RI

1000 Hektar Lahan Petani Lebong Bakal Terima Bantuan Bibit Kopi Robusta Dari Kementan RI

Kopi Robusta/Foto: Shutterstock
LEBONG, BEO07.CO.ID – Petani kopi Kabupaten Lebong akan menerima bantuan bibit kopi Robusta dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) untuk lahan 1000 hektar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disperkan Lebong, Hedi Parindo, SE, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Dedi Jamuza mengatakan bahwa kopi Robusta Lebong merupakan komoditas produktivitas unggulan daerah yang memiliki cita rasa khas serta memiliki nilai ekonomi masyarakat.
“Skema bantuan ini peremajaan kebun kopi seluas 500 hektare, selanjutnya pengembangan lahan baru seluas 500 hektare. Untuk peremajaan ditujukan bagi kebun kopi yang sudah berusia tua dan sebaliknya pengembangan lahan baru bertujuan memperluas areal tanam kopi robusta Kabupaten Lebong,” jelas Dedi.
Sambung Dedi, melalui bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi kopi Robusta di wilayah Kabupaten Lebong dan disamping itu, ikut memperluas area tanam kopi yang mampu menghasilkan kualitas tinggi terhadap komuniti kopi tersebut.
“Kita berharap bantuan penyalurannya tepat sasaran, Disperkan Lebong meminta seluruh kelompok tani (Poktan) segera menyusun proposal pengajuan bantuan bibit. Proposal ini menjadi syarat utama agar kelompok tani dapat menerima alokasi bantuan dari program Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Atas adanya bantuan itu, dia memaparkan kepada seluruh kelompok tani di setiap kecamatan perlu segera berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian, agar proses verifikasi data penerima bantuan bisa dilakukan dengan segera dengan tujuan kuota bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
“Tentu, Program bantuan kopi robusta ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian. Untuk Kabupaten Lebong sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi robusta, karena kondisi geografis dan iklimnya yang ideal untuk budidaya tanaman kopi tersebut,” urainya.
Lugasnya menerangkan, jika keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, mulai dari sektor pengolahan hasil kopi, perdagangan produk turunan, hingga wisata agro berbasis perkebunan kopi.
“Jika program ini berjalan dengan baik, dampaknya akan terasa luas. Tidak hanya petani kopi yang diuntungkan, tetapi juga pelaku usaha kecil, sektor wisata, hingga perdagangan lokal akan ikut tumbuh,” tutur secara demikian. (Wlk)
BACA JUGA :  Klarifikasi Penentuan Penerima Bansos : Desa Bosar Nauli Harus Pahami Alur Data Nasional
× Advertisement
× Advertisement