KERINCI, BEO07.CO.ID – Lambannya perbaikan atau pembangunan jalan di Desa Lubuk Tabun Pasir Jaya, mungkin saja terabaikan hingga terlupakan oleh pemegang kekuasaan, catatan fakta buram ini di buka oleh alam setelah 80 tahun Indonesia merdeka.

Berulang kali mengikuti Pilkada untuk pergantian Gubernur atau pun Bupati sampai detik ini masyarakat Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi masih saja terisolir hingga hari ini terus menguras keringat masyarakat.
Hal itu terbukti (10/12/2025) sulitnya warga menuju akses ke desa tetangga Pasar Jaya yang berjarak tempuh sekitar 7 km (Kilometer), jalannya berlobang di genangi air (bak lubuk) tidak bisa di lalui oleh kendaraan beroda empat.
Puncak perjuangan masyarakat saat memikul atau di tandu – nya jenazah almarhum TN (68) merupakan pilihan terbaik untuk menuju pemakaman di desa tanah kelahirannya, Desa Koto Mudik Semurup, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci.
Hal itu disampaikan langsung salah satu tokoh masyarakat Lubuk Tabun, Yusman Ridwan (11/12/2025) lewat Whatsapp kepada awak media ini.
“Sudah seharusnya pemerintah daerah – provinsi menyelesaikan perbaikan pembangunan jalan penghubung Lubuk Tabun ke Pasir Jaya agar akses masyarakat bisa berjalan lancar,” ungkap Yusman.
Menurut Yusman, miris peristiwa duka yang di alami (10/12/2025) jenazah TN (68) harus dipikul (tandu) warga sepanjang lebih kurang 7 km menuju Desa Pasir Jaya.
“Peristiwa 10 Desember 2025, tutupnya usia salah satu warga Lubuk Tabun merupakan potret buram kuranganya perhatian pemerintah,” lugasnya.
Di tempat terpisah, Safritman (58) mengatakan kepada awak media ini menjelang pesta demokrasi seperti PILGUB dan PILBUP para politisi atau kontestan cukup rajin berkunjung dengan membawa pembualan janji pembangunan infrastruktur jalan yang selalu di gaungkan ternyata faktanya masih nol.
“Kami warga disini (Lubuk Tabun) rajin di kunjungi oleh para kontestan (CAGUB dan CABUP) dengan janji manis bila terpilih berjanji akan membangun infrastruktur jalan dengan baik,” bebernya.
Ditambahkan Safritman lebih jauh, “sampai hari ini janji hanya tinggal janji, kapan pemerintah akan merealisasikan,” ujarnya bertanya balik kepada wartawan awak media ini, masyarakat masih menunggu.
Di dalam perjalanan 7 km dari Desa Lubuk Tabun ke Desa Pasir Jaya hingga jenazah sampai diantar ke Desa Koto Mudik Semurup, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci, di bantu oleh Babinkamtibmas, Brigadir Hendra Perlingga, Anggota Kapolsek Gunung Kerinci setia mengawal perjalanannya sampai ke tempat tujuan (Pemakaman Koto Mudik Semurup). Perjuangan yang tidak ringan perlu mendapatkan apresiasi atas dedikasi ketulusan dan keikhlasan, telah membantu masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai aparat. (Marhean)



