Daerah Jambi
Beranda » Berita » Laksanakan Ketahanan Pangan Koto Padang di Pengujung Desember, Kapolsek Sitinjau Laut Tetap Dorong Desa Sukseskan Program Nasional

Laksanakan Ketahanan Pangan Koto Padang di Pengujung Desember, Kapolsek Sitinjau Laut Tetap Dorong Desa Sukseskan Program Nasional

SUNGAI PENUH, BEO07.CO.ID — Program Ketahanan Pangan Nasional ASTACITA yang di laksanakan di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, sebelumnya mendapatkan sorotan tajam kesejumlah pihak hingga kini menjadi perhatian khusus menyusul pelaksanaannya yang di nilai terlambat atau di pengujung Desember di bandingkan desa-desa lain di wilayah kecamatan setempat.

Kegiatan yang melibatkan jajaran Kepolisian Sektor Sitinjau Laut bersama aparat desa dan masyarakat tersebut di gelar pada Jumat (26/12/2025), atau menjelang akhir tahun anggaran. Meski demikian, aparat kepolisian tetap menekankan pentingnya keberlanjutan program ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda strategis nasional.

Kapolsek Sitinjau Laut, Sumardi, mengakui bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan di Desa Koto Padang memang tergolong terlambat jika dibandingkan dengan desa-desa lain di wilayah kecamatan.

“Untuk pelaksanaannya memang agak terlambat dibandingkan desa-desa lain di kecamatan, karena ini sudah hampir memasuki akhir tahun,” sebut Kapolsek Sitinjau Laut Sumardi di sela kegiatan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah desa dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Kami tetap menghimbau seluruh desa yang berada di wilayah hukum Polsek Sitinjau Laut agar bersama-sama berupaya menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Program ini penting dan harus di dukung oleh semua pihak,” tegasnya.

Sumardi menambahkan, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan institusional terhadap program pemerintah sekaligus upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Koto Padang, Arusalam, menjelaskan bahwa keterlambatan pelaksanaan program di desanya disebabkan oleh faktor kelembagaan, khususnya terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Untuk keterlambatan pelaksanaannya, hal ini di karenakan BUMDes kami ini baru dibentuk, sehingga membutuhkan waktu dalam proses persiapan dan penyesuaian,” kata Arusalam.

BACA JUGA :  Kapolri Zoom Call Panen Jagung! Polres Simalungun Gelar Panen Raya Serentak 12 Hektar, Jenderal Listyo: "Polri Penggerak Ekonomi Petani!"

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan program ketahanan pangan sesuai dengan arahan pemerintah pusat, meskipun realisasinya belum maksimal di awal.

“Ke depan, kami berharap program ini bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produksi dan ketahanan pangan desa,” tambahnya.

Di lapangan, kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat tani, termasuk kaum perempuan, yang secara langsung mengolah dan menanam lahan pertanian. Kehadiran aparat kepolisian di nilai memberikan dukungan moral sekaligus memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan.

Meski disambut positif, sejumlah warga berharap agar pelaksanaan program tidak hanya bersifat simbolis menjelang akhir tahun, tetapi di sertai dengan pendampingan berkelanjutan, kejelasan perencanaan, serta transparansi pengelolaan agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Program ketahanan pangan sendiri merupakan salah satu prioritas nasional yang terus di gencarkan di tengah ancaman krisis pangan dan ketidakpastian ekonomi global. Desa-desa dengan potensi pertanian di Kota Sungai Penuh diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. (TIM BEO)

× Advertisement
× Advertisement