Bengkulu Daerah
Beranda ยป Berita ยป Bantah Anggaran “Raib,” Elvi Andriani : Belanja BBM & Suku Cadang Hanya Cukup Untuk Kepala Dinas

Bantah Anggaran “Raib,” Elvi Andriani : Belanja BBM & Suku Cadang Hanya Cukup Untuk Kepala Dinas

Ilustrasi anggaran raib

LEBONG, BEO07.CO.ID – Pelaksana tugas ( Plt ) kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan ( DPUPR-Hub ) Elvi Andriani SE membantah keras soal raibnya anggaran belanja Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dan Suku Cadang kendaraan dinas, menurutnya anggaran yang tersedia ditahun anggaran 2025 tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional kepala dinas.

โ€œBelanja BBM dan Suku Cadang yang tersedia hanya cukup untuk membiayai kebutuhan kendaraan operasional kepala dinas,” ungkap Elvi dibincangi diruang kerjanya, Rabu ( 21/1/2026 ).

Dijelaskan Elvi Andriani, awalnya belanja BBM dan Pelumas dianggarkan sebesar Rp. 65.000.000, sedangkan untuk belanja pemeliharaan alat angkutan darat bermotorโ€“ kendaraan dinas bermotor perorangan dianggarkan sebesar Rp. 70.000.000. Namun, ย karena terdampak efisiensi anggaran, alokasi belanja BBM dan Suku Cadang tersebutย  justru dipangkas

โ€œKarena dilakukan efisiensi anggaran ย pada perubahan APBD 2025, maka untuk belanja BBM ini hanya tersisa sekitar Rp. 20 juta saja dan dana yang tersedia tersebut sudah direalisasikan diantaranya untuk kegiatan mendampingi pak bupati dan beberapa kegiatan lainnyaโ€, kata dia.

Diakui Elvi, pengurangan alokasi belanja rutin di sekretariat DPUPR- Hub ini berdampak terhadap sejumlah kegiatan, ย selain belanja BBM dan Suku Cadang, dampak efisiensi anggaran juga berpengaruh terhadap belanja kegiatan lainnya termasuk belanja Daya Tahan Tubuhย  sekitar Rp. 62 juta.

โ€œBukan hanya BBM dan Suku Cadang yang terdampak, tapi belanja lainnya seperti belanja Daya Tahan Tubuh sekitar Rp. 62 juta juga batal karena anggaran tersebut dialihkanโ€, ucap Elvi Andriani.

Lebih jauh, dampak efisiensi anggaran di sekretariat DPUPR โ€“ Hub ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bendahara umum sebelumnya yakni Adi Sucipto mengundurkan diri dari jabatanya.

BACA JUGA :  HUT Golkar ke 61 di Lebong, Ringan Beban Rakyat Lewat Cek Kesehatan Gratis Hingga Pasar Murah

โ€œKarena dilakukan efisiensi, makanya bendaharaย  dinas yang sebelumnya mundur dari jabatannya karena tidak sanggup lagi untuk mengelola keuangan dinasโ€, ujar dia.

Disamping belanja BBM dan Suku Cadang, dampak efisiensi anggaran jugaย  mempengaruhi angaran pajak kendaraan dinas, dari Rp. 200.000.000 yang dianggarkan, turun menjadi Rp. 40 juta untuk pajak kendaraan roda empat danย  Rp. 30 juta untukย  pajak kendaraan roda dua.

โ€œ Tapi untuk pajak kendaraan dinas ini seluruhnya sudah direalisasikanโ€, tutupnya. ( Zee )

 

ร— Advertisement
ร— Advertisement