Opini Perjuangan
Beranda ยป Berita ยป “Hilangnya Rasa Kemanusian”

“Hilangnya Rasa Kemanusian”

Oleh : Elesmi Matsah

Akhir zaman, rasa asih, asuh dalam kehidupan kian hilang di tengah masyarakat. Persaingan hidup semakin meningkat. Pejabat Birokrasi, semakin menggila.

Rakus bin tamak. Menghalalkan segala cara, demi meraup uang negara dan daerah untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Imbas dari itu semua, rakyat “buta akan indahnya kebersamaan.

Sila kelima yang terus menerus di baca setiap Senin saat upacara bendera tak ada gunanya, pejabat tak tersentuh akan air mata rakyat jatuh berderai. Keadilan tak ada lagi di negeri ini, rasa Kemanusian’ hampir punah. Akibat manusia, pejabat yang serakah. 2024 silam Pileg, Pilpres dan pilkada mereka mengemis meminta suara dengan slogan “pelayan” tapi faktanya mereka jadi tuan.

Rakyat sengsara, kebutuhan ekonomi meningkat. Triliunan uang negara habis perharinya. Terkuras dengan program makanan gratis (MBG) itu pun belum merata. “Muaranya proyek.

Raup keuntungan, nopotisme tak dapat di elakkan. Ba’ kata lain kami kutip dari lagu bang Rhoma “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Itulah, dilema negeri ini.

Tulisan ini hadir, bukan serta Merta mengkritik kinerja pemerintah, tapi mengajak berfikir, sejauhmana keprihatinan dan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. (*)

BACA JUGA :  Mengejar 200 Penunggak Pajak 60 T Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap
ร— Advertisement
ร— Advertisement