Bengkulu Daerah
Beranda ยป Berita ยป Jalan Lintas Curup – Lebong di Selimuti Air, Sistem Drainase Permanen Minim !

Jalan Lintas Curup – Lebong di Selimuti Air, Sistem Drainase Permanen Minim !

LEBONG, BEO07.CO.ID – Jalan Provinsi Bengkulu tanpa sistem drainase permanen atau tidak memadai telah puluhan tahun di nikmati oleh masyarakat sejak berdirinya bumi Swarang Patang Stumang. Kondisi tersebut pastikan dapat mengancam ketahanan konstruksi badan jalan yang menghubungkan antara Rejang Lebong (Curup) menuju Kabupaten Lebong serta dapat menguras pembiayaan anggaran uang rakyat yang cukup tinggi.

Hasil pantauan, Kamis 12 Maret 2026, hampir sepanjang jalan Curup – Lebong tidak memiliki saluran pembuangan menyebabkan genangan air di badan jalan, sehingga mempercepat kerusakan lapisan aspal dan menimbulkan lubang di sejumlah titik. Kendati demikian, puluhan miliar anggaran tahun 2026 di gelontorkan untuk lintas jalan tersebut. Dan dapat di pastikan tidak menuntaskan persoalan, pasalnya, sejumlah spot atau titik – titik tertentu kerap kali di lintasi genangan air hujan.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini (Rimbo Pengadang), catatan terpenting bagi Gubernur Bengkulu dan OPD teknis – nya yaitu PUPR Provinsi Bengkulu, selain memperhatinkan titik – titik longsor di lintas Curup – Lebong ikut juga memperhatikan sangat minimnya pembangunan drainase secara permanen sepanjang jalan tersebut,” terang Abdul Kadir yang akrab di sapa Kadeng berhasil berbincang media ini, Kamis 12 Maret 2026.

Menurut dia ketika menjelang hujan turun banyak sejumlah titik di ruas jalan tersebut di genangi dan lintas air mempercepat merusak konstruksi bangunan badan jalan. Samping itu, dia juga menyebutkan akibatnya, akan memperbesar biaya pembangunan hingga pemeliharaan jalan yang setiap tahun menjadi tuntutan.

“Maka itu, perlu juga OPD teknis memperhatinkan itu (Drainase). Sama kita ketahui bersama air adalah musuh utama konstruksi jalan beraspal, jika tidak sama sekali menjadi catatan orang teknis dapat di pastikan kerusakan semakin luas dan menguras uang rakyat setiap tahunnya,” ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh pengguna jalan, Indra (35) kerap kali melintasi jalan tersebut, ia mengutarakan ketika intensitas hujan cukup tinggi di sejumlah titik jalan provinsi di genangi air hingga mengganggu pengguna jalan.

“Kalau hujan pak ada beberapa titik di ruas jalan provinsi di genangi air, bahkan berseliweran air di badan jalan yang di khawatirkan mengganggu pengguna jalan, baik itu kendaraan roda dua mau pun kendaraan roda empat, semoga ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah,” singkatnya. (SB)

ร— Advertisement
ร— Advertisement