KERINCI, BEO07.CO.ID – Menindaklanjuti hasil hearing (03/02/2026) di ruang rapat DPRD Kerinci lantai dua bersama PT. KERINCI MERANGIN HIDRO (KMH) bersama gabungan LSM, menyoroti menyusutnya air Danau Kerinci.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kerinci turun langsung mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke lokasi Danau Kerinci pada Jum’at 06 Februari 2026 kemarin di Pimpin oleh unsur pimpinan Ketua DPRD Kerinci Ir. Boy Edwar dan melibatkan anggota dari masing-masing Komisi serta Sekretaris dewan (Sekwan), berikut laporannya :

Kunjungan kerja (Kunker) DPRD Kerinci bertujuan melihat penyusutan air Danau Kerinci yang berdampak terhadap masyarakat sekitar yang di duga akibat perusahaan PT KMH dalam mengoperasikan turbin pembangkitan listrik (PLTA).

Ketua LSM Pedas, Epyarman dalam pernyataannya menyampaikan kunjungan atau kehadiran ke lokasi Danau Kerinci ingin melihat langsung kondisi rill di lapangan serta langkah konkrit DPRD Kerinci dan Pemerintah Daerah bersama PT KMH perlu segera mendapatkan jawaban.
“Kehadiran kami melihat secara langsung kondisi terkini Danau Kerinci yang mengalami penyusutan debit air cukup signifikan,” ungkap Epyarman kepada wartawan media ini.
Disisi lain, dia menerangkan bahwa pihaknya hanya berkewajiban mendampingi rombongan DPRD Kerinci, apa keluh kesah warga (masyarakat) atas dampak peristiwa tersebut, pendampingan ini gabungan melibatkan LSM Cakrawala, Hitam Putih, Gerak dan Topeksi yang merupakan garda terdepan untuk mendorong kepentingan masyarakat dalam menyikapi persoalan ini.
“Kita percaya dengan dewan perwakilan rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang perkembangannya di harapkan oleh masyarakat, kita tunggu jawabannya dari dewan perwakilan rakyat,” lugasnya.
Ia menambahkan kunjungan wakil rakyat ini di sambut baik oleh Humas PT KMH Ashrori hingga penjamuan makan siang, sesuai dengan kesepakatan saat hearing 3 hari yang lalu di Kantor DPRD Kerinci.
“Alhamdulillah di sambut baik oleh pihak perusahaan dan di jamu makan siang (red – DPRD Kerinci),” terangnya ringkas.
Ditempat terpisah, Pak Amel salah satu pedagang di pinggir jalan Danau Kerinci mengatakan di tahun 2012 pernah juga terjadi kemarau selama 8 bulan, namun tidak separah kondisi sekarang yang hanya kemaraunya 2 bulan mengalami kekeringan jauh terjadi penyusutan air Danau.
“Penyusutan ini sangat berdampak terhadap ekonomi karena sebagian masyarakat mata pencahariannya dari Danau Kerinci seperti nelayan ikan, keramba, hingga usaha kecil seperti warung – warung di pinggir Danau Kerinci,” bebernya.
Ketua LSM-BPPK-RI Nursal. s. sos. Gus-nur, Jum’at, 06/02/2026) menyikapi kunjungan kerja DPRD Kerinci ke PT KMH mengucapkan terima kasih kepada DPRD telah berkunjung ke Danau Kerinci menjalani tugas pengawasan sebagai wakil rakyat Kerinci.
“Namun hasil kunjungan dan sidak kelapangan pada hari Jumat (06/02/2026) kita pertanyakan seyogyanya DPRD ikut mempertanyakan kepada masyarakat di sekitar keliling danau tentang perekonomian, warung nasi, petani keramba, ikan,” serunya.
Lanjut dia mengutarakan, menyusut air Danau Kerinci berakibat kepada petani di wilayah Karang Pandan, Pulau Pandan tidak bisa lagi bercocok tanam, dewan perwakilan rakyat (DPRD) serius memperhatikan keluhan masyarakat di sekitar Danau Kerinci.
“Ingat, masyarakat menunggu jawaban dari DPRD dari hasil kunjungan kerja hari ini, karena sekecil apapun fasilitas yang di gunakan oleh DPRD bersumber dari pajak rakyat Kerinci,” paparnya pertanyakan hasil poin penting yang tertuang dalam berita acara kunjungan kerja tersebut.
Jauh di jelaskan Gus-Nur harapan masyarakat Kecamatan Merangin dan keliling danau agar di sikapi dengan serius lewat Komisi atau pembentukan Pansus DPRD Kerinci. PLTA merupakan proyek berskala besar jangan sampai menghilangkan marwah Kabupaten Kerinci karena menyusutnya air danau di duga beroperasinya PLTA KMH.
“Mengkritisi kunjungan kerja DPRD Kerinci jangan hanya berhenti di meja makan, tindakan nyata di tunggu masyarakat Kerinci, terhadap PT KMH pasalnya masyarakat masih menunggu hasil dan jawaban apa langkah krusial yang akan di ambil,” tegasnya.
Ketua LSM Cakrawala, Ruslan secara keras menyampaikan bahwa kunker DPRD Kerinci ke PT KMH di nilai tidak transparan, tidak ada penjelasan terbuka ke publik soal tujuan, hasil, dan poin penting menuntaskan persoalan Danau Kerinci.
“Sampai saat ini masyarakat tidak tahu apa yang sebenarnya di perjuangkan DPRD Kerinci, tentukan kita menyesali hal ini. Pasalnya, substansi masalah tidak tergambarkan dalam kunjungan DPRD tersebut, ini berkaitan dengan dampak lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat yang wajib secara serius bahas bukan kegiatan seremonial,” kata Ruslan.
Fakta di lapangan berjalannya kunker DPRD Kerinci hingga selesai, tidak ada hasil konkret yang di umumkan, rekomendasi resmi yang jelas dan terukur, bahkan kondisi ini di parah tidak adanya tenggat waktu atau target penyelesaian masalah.
“Tentu kita mengkhawatirkan hanya menghabiskan anggaran daerah, wajar – wajar peristiwa kunker kemarin dapat menimbulkan pandangan negatif, atas peran fungsi dewan dalam pengawali sebuah persoalan. Ini perlu menjadi catat penting wakil rakyat, masyarakat berhak tahu output dari kunker tersebut. Seharusnya DPRD lebih tegas mengawal kepentingan warga, bukan sekadar kunjungan seremonial hingga saat ini belum ada poin dan langkah konkrit DPRD dan Pemkab Kerinci, lebih lanjut kami akan di pertanyakan dan terus pengawali persoalan ini,” paparnya secara tegas.
Sampai berita ini di turunkan DPRD Kerinci belum beri penjelasan resmi hasil catatan lapangan kepada awak media untuk informasikan ke masyarakat. Dan apa saja yang akan menjadi jawaban keluh kesah masyarakat serta seperti apa langkah nyata yang akan di ambil baik segi dampak lingkungan, sosial hingga perekonomian masyarakat. (M Marhen)








