LEBONG, BEO07.CO.ID – Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis Tenaga surya Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 senilai Rp. 222.100.000 belakangan ini menjadi sorotan sejumlah pihak, hal itu setelah di temukan adanya belanja tak wajar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Diungkapkan salah satu warga desa Tangua, berinisial PE, biaya pengelasan dan penyetelan PJU tenaga surya bersumber dari DD tersebut dinilai tak wajar, apalagi dengan biaya pengelasan mencapai Rp. 2.5 juta per/unit.
“Setahu saya biaya pengelasan yang dianggarkan Rp. 2,5 juta/unit. Nilai itu terlalu besar, bahkan melebihi harga lampu panel tenaga surya. Menurut kami hal tersebut sangat tidak wajar,” ungkap PE kepada Beo07.co.id, Jumat (2/1/2026).
Dijelaskan PE, sejauh ini terdapat sekitar 22 unit PJU tenaga surya yang telah di pasang oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Jika dikalikan, untuk biaya pengelasan LPJU ini telah menghabiskan Rp. 55 juta anggaran.
“Hanya untuk mengelas tiang PJU tapi menghabiskan Rp. 55 juta anggaran desa, saya kira hal ini tidak wajar”, jelas PE.
Tidak hanya biaya pengelasan yang persoalan, menurut dia, beberapa informasi lain juga menyebutkan adanya indikasi belanja tak wajar pada item kegiatan lainnya seperti belanja pemasangan tiang lampu yang tembus hingga Rp. 1,9 juta/unit.
“Kalau di total, dari jumlah anggaran Rp. 222 juta itu, sekitar Rp. 96 juta hanya di habiskan untuk biaya pengelasan dan pemasangan, menurut kami hal ini kurang wajar,” ujar PE.
Hingga informasi ini diturunkan, Pejabat Sementara (Pjs) Desa Tangua, Bangun Jaya, belum berhasil di temui untuk di mintai tanggapannya dan masih dalam upaya dilakukan konfirmasi. ( Zee )



