LEBONG, BEO07.CO.ID – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu daerah pemilihan (Dapil) IV, Lebong dan Rejang Lebong, Zulasmi Octarina Ketua Fraksi Partai Nasdem yang di gelar di Pasar Rakyat Lebong,ย lebih tepatnya di Kelurahan Amen, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat secara langsung menyampaikan aspirasi terkait persoalan banjir yang kerap melanda permukiman mereka, Kamis 12 Februari 2026.
Salah satu warga Tangua, Kecamatan Uram Jaya, mengeluhkan banjir yang terjadi hampir setiap musim hujan, yang tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga dapat mengancam atau merusak akses jalan yang baru di bangun beberapa tahun, lahan pertanian, serta mengganggu aktivitas ekonomi. Mereka meminta pemerintah provinsi melalui wakil rakyat di DPRD agar segera memperjuangkan program pencegahan banjir yang lebih konkret dan berkelanjutan, terkhusus untuk Desa Tangua dan Desa Lemeu.

Usulan Pencegahan Banjir Desa Tangua dan Lemeu
Beberapa usulan yang di sampaikan antara lain normalisasi sungai Uram, pembangunan pelapis atas tembok penahan di daerah aliran sungai (DAS), serta penguatan tanggul di titik-titik rawan luapan air. Warga berharap, aspirasi ini tidak hanya di catat, tetapi benar-benar di perjuangkan hingga masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Anggota dewan yang hadir menyatakan akan menampung seluruh aspirasi tersebut untuk di bawa ke pembahasan di tingkat provinsi, agar penanganan banjir di Uram Jaya bisa menjadi prioritas pembangunan ke depan.
“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Lebong dalam pencegahannya, bisa saja pelapis supaya tidak terjadi banjir, yang jelas kami berkoordinasi dulu, jika itu kewenangan kabupaten kita minta bupati untuk segera menganggarkan pembangunan tersebut,” jawab Zulasmi Octarina dalam resesnya.
Sementara itu, warga Tangua, Indra (35) menyampaikan peristiwa banjir di Kecamatan Uram Jaya kerap kali terjadi pada saat meningkatnya intensitas hujan hingga meluapnya Sungai Uramย dan Sungai Ketahun di wilayah tersebut, mengenangi puluhan rumah warga dalam setahun bisa mengalami tiga kali bencana banjir.
“Kita memiliki 4 wakil DPRD Provinsi Bengkulu, ada Suprisman (PAN), Efriya (Gerindra), Aswar (Demokrat) dan Zulasmi Octarina (Nasdem), perlu menjadi catatan penting kejadian bencana di Uram Jaya ini sudah bertahun – tahun tanpa tersentuh pembangunan dalam pencegahan banjir,” ungkap Indra.
Ia menambahkan berharap kepada perwakilan rakyat yang ada di Parlemen di bumi Merah Putih, Provinsi Bengkulu untuk benar fokus memperjuangan aspirasi masyarakat Uram Jaya yang sudah lama di nantikan oleh masyarakat.
“Kita sangat berharap, aspirasi pencegahan banjir ini benar – benar di perjuangkan. Pasalnya, di agenda serupa juga kerap di sampaikan di DPRD Kabupaten Lebong. Namun belum membuatkan hasil, jika ini bukan bidang komisi – nya tolong sampai ke komisi yang membidangi persoalan ini untuk di pecahkan (solusi),” harapnya.
Hal senada juga di ungkapkan, Viona (23) kepada awak media ini kepada wakil rakyat untuk benar – benar memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam mengatasi banjir yang sudah lama terjadi di dua Desa Tangua dan Desa Lemeu.
“Kita minta kepada yang dewan hormat memang benar – benar memperjuangkan aspirasi masyarakat Uram Jaya, terutama masalah mengatasi banjir kerap terjadi, sekali lagi saya sampaikan persoalan banjir ini segera berakhir,” pungkasnya singkat.ย (SB)








