Bengkulu Daerah
Beranda ยป Berita ยป Tanggapi Jalan Provinsi Amblas, Ini Kata Bupati Azhari

Tanggapi Jalan Provinsi Amblas, Ini Kata Bupati Azhari

Bupati Azhari (kiri) - Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni (kanan). Dok

LEBONG, BEO07.CO.ID – Momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Lebong Tahun 2027 ternyata tidak di sia – siakan oleh orang nomor di bumi Swarang Patang Stumang siap menerima kritikan dari masyarakat berkaitan infrastruktur jalan.

Bupati Lebong, Azhari akhirnya akan bicara terkait kondisi infrastruktur jalan Air Dingin (Bioa Sengok) – Muara Aman yang sebelumnya menuai sorotan masyarakat luas.

“Memang salah salah program kita terutama berkaitan bersama provinsi, dan itu prioritas menurut saya adalah jalan. bagaimana pun juga jalan sudah bagus, mulus, (Lebong) Air Dingin – Muara Aman, jika itu sudah di realisasikan mudah – mudahan yang lain tidak ada kendala,” Bupati Lebong kepada sejumlah wartawan, 1 April 2026.

Bupati juga menyebutkan soal kucuran anggaran pembangunan jalan Air Dingin – Muara Aman sebesar Rp 25 miliar dari pemerintah provinsi. Ia juga berharap dan sudah beri perintah kepada Kadis PU Lebong untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak PU Provinsi Bengkulu untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

“Kita sudah menganggarkan pembebasan lahan masyarakat di daerah Talang Ratu kurang lebih 1 kilo dan sudah di bayar kepada masyarakat hingga tidak kendala lagi tinggal kita menunggu dari provinsi untuk membangunan jalan tersebut, mohon doa masyarakat Kabupaten Lebong dalam 2026 ini segera di realisasikan,” tegasnya.

Berkaitan Visi – Misi – Janji Politikย 

Perlu di ketahui bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Bambang ASB belum menjabat 1 tahun tengah, pihaknya juga masih bekerja dan apa yang di janjikan belum terealisasi perlu pertanyakan, tapi jabatan bupati dan wakil bupati lima tahun belum mencapai 1 tahun tengah.

“Kendala – kendala yang ada ini adalah tantangan, menurut kami lebih baik harus ada tantangan, kalau mulus – mulus saja ya sudah kami tidur saja jadi bupati beserta jajaran, kami berterima kasih adanya kritik seperti itu, supaya kami bisa bekerja keras lagi,” tuturnya.

BACA JUGA :  Arsitektur Masa Depan: Hunian Hijau di Perkotaan

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni, turut hadir dalam agenda Musrenbang RKPD di bumi Swarang Patang Stumang. Menanggapi persoalan jalan provinsi dirinya meminta OPD teknis melakukan koordinasi antara PU Provinsi dan PU Lebong terkait pelaksanaan pembangunan jalan.

“Di APBD Provinsi Bengkulu sudah masuk, tinggal bagaimana pelaksanaannya dan kapan pelaksanaannya, bupati tadi sudah ngomong tinggal PU Lebong dan PU provinsi segera berkoordinasi untuk kapan pelaksanaan pembangunan itu,” ungkap Denni progres mempersiapkan tahapan lelang proyek pembangunan tersebut.

Pihak juga meminta kepada masyarakat Lebong untuk bersabar, pemerintah provinsi Bengkulu dalam pekerja tidak semudah membalik telapak tangan, semuanya itu ada prosesnya yang harus di lalui.

“Proses ini yang harus di jalankan, karena sekarang situasi dan kondisinya sulit semua. Provinsi juga TKD (Transfer ke Daerah) – nya terkuras bupati juga seperti itu, maka proses pelaksanaan pembangunan ini sesuai dengan perencanaan dan pembangunan harus tetap berjalan,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang di peroleh awak media ini bahwa pembangunan jalan Air Dingin – Muara Aman di alokasikan tahun anggaran 2026 Rp 25 miliar sedangkan untuk pembangunan jalan Tik Tebing – Giri Mulya Rp 15 miliar serta di lanjut pembangunan tanggul sungai Uram Rp 1 miliar. (SB_+)

ร— Advertisement
ร— Advertisement