Bengkulu Daerah
Beranda » Berita » Telan Anggaran Miliaran, Buka “Tabir Kebobrokan” Pembangunan Revitalisasi SMK Negeri 1 Lebong

Telan Anggaran Miliaran, Buka “Tabir Kebobrokan” Pembangunan Revitalisasi SMK Negeri 1 Lebong

Pembangunan Gedung Praktek Las yang belum rampung 100 persen. Dok Beo/Lebong (13/12/25)

LEBONG, BEO07.CO.ID – Pembangunan Revitalisasi Gedung Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lebong, berlokasi di Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 yang menelan anggaran Rp 3,5 Miliar hingga saat ini sedang berlangsung  telah memasuki pertengahan Desember 2025 wajib di pertanyakan.

Pasalnya, pembangunan tersebut belum menunjukkan progres yang signifikan, kendati telah memasuki pengujung tahun. Tidak hanya itu, di sinyalir lemah pengawasan salah satu faktor penyebabnya progres belum rampung 100 persen, berdasarkan informasi waktu pelaksanaannya 120 hari kalender.

Dan parahnya, tertutup pihak Kepala Sekolah dengan awak media terkait pekerjaan tersebut saat di hubungi, kegiatan pembangunan yang berskema swakelola di mana dana langsung masuk ke rekening sekolah, melibatkan masyarakat (P2SP) dalam perencanaan dan pembangunannya yang patut di duga diabaikan soal keterbukaan informasi publik.

Gedung Multimedia belum tuntas 100 persen. Dok (13/12/25)

Berdasarkan pantauan lapangan, tertanggal 13 Desember 2025  pembangunan sekolah tersebut tidak terpasangnya papan merek proyek (informasi proyek), berkaitan progres pelaksanaan pembangunan gedung praktek las belum rampung 100 persen, seperti item pekerjaan lantai, pintu, jendela hingga pasangan bata (dinding) dan sama hal dengan pembangunan gedung Multimedia, Sabtu 13 Desember 2025 di perkirakan tidak mencapai progres 50 persen.

Gedung Multimedia. Dok Beo/Lebong

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah V Muara Aman, Kabupaten Lebong Deky saat di hubungi melalui sambung via Whatsapp – nya, 14 Minggu 2025 belum bisa berkomentar lebih jauh, berkaitan pelaksanaan Pembangunan Revitalisasi Gedung Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lebong.

“Kita tidak bisa berkomentar terlalu banyak, di karena sampai saat ini atau detik ini kita tidak sama sekali menerima laporan, apa lagi bicara seberapa jauh progres pembangunan SMK N 1 Lebong,” singkat Deky.

BACA JUGA :  Harkodia Kinerja Kejari Lebong di Kritik, Kadeng Sebut "Jangan Pernah Menjadi Markus"

Sementara itu, Kepala SMK N 1 Lebong, Harun Suardi beberapa waktu di hubungi awak media ini sedang berada di luar daerah belum bisa menjelaskan secara rinci, ketika di pertanyakan atau minta nomor Ketua P2SP di sekolah tersebut, Harun enggan memberi jawaban sampai pemberitaan ini di turunkan.

Tidak berhenti di situ media ini telah berupaya menyambangi SMK N 1 Lebong dengan tujuan ingin konfirmasi lebih lanjut atas pekerjaan pembangunan revitalisasi sekolah secara detail. Namun fakta lapangan Kepala SMK N 1 Lebong sedang tidak berada di tempat, Senin 15 Desember 2025 sekitar pukul 10 : 09 WIB.

Menurut salah satu guru yang berhasil berbincang kepada media ini bersama Ketua Ormas Garbeta Bengkulu menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan tersebut di sinyalir di kelola langsung oleh Kepala SMK N 1 Lebong. Ketika singgung peran P2SP, dirinya menjawab tidak begitu tahu silakan tanya kepala sekolah.

Berdasar informasi yang di peroleh dari Ketua P2SP atau (Ketua komite) SMK N 1 Lebong enggan di tulis nama menjelaskan bahwa pihaknya yang mengusul pembangunan sebelumnya, dalam keterangannya sejak di mulai pelaksanaan pembangunan tersebut tidak di libatkan, bahkan dalam pengakuan dirinya tidak lagi berada di wilayah Kabupaten Lebong.

“Di awal memang kita mengusulkan bang, mulai pekerjaan di mulai saya tidak di libatkan bang. Kini saya saja tidak berada di Lebong tapi di luar daerah,” terang singkatnya.

Media ini masih berupaya menghubungi pihak – pihak terkait untuk mendapatkan hak jawab atas kegiatan pembangunan revitalisasi sekolah secara rinci dan lengkap. (SB)

× Advertisement
× Advertisement