Bengkulu Budaya Seni Sastra dan Hiburan
Beranda ยป Berita ยป Kedurai Agung di Lebong, Sarat Nilai Spiritual & Kearifan Lokal Yang Harus di Lestarikan

Kedurai Agung di Lebong, Sarat Nilai Spiritual & Kearifan Lokal Yang Harus di Lestarikan

LEBONG, BEO07.CO.ID – Badan Musyawarah Adat (BMA) yang di komandoi Ariyanto sebagai Ketua bersama Pemerintah daerah Kabupaten Lebong kembali menggelar Kedurai Agung yang merupakan tradisi ritual adat bagi masyarakat Suku Rejang.

Kegiatan ini di laksanakan sebagai bentuk ikhtiar adat untuk mengungkap ucap syukur serta memohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar masyarakat bumi Swarang Patang Stumang dapat terhindar dari berbagai marabahaya atas peristiwa bencana alam terjadi beberapa waktu lalu.

Kegiatan sakral ini di prakarsai oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta masyarakat Suku Rejang sekaligus dihadiri oleh unsur Forkopimda sampai pemerintah terbawah dan masyarakat setempat.

Akibat Bencana Alam Menyelimut Lebong

Meningkatnya intensitas bencana alam yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, sehingga mengancam permukiman warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong mendorong Pemerintah Daerah bersama Badan Musyawarah Adat (BMA) menggelar ritual adat Kedurai Agung di harapkan menjadi ikhtiar bersama dalam ungkapkan rasa syukur serta memanjatkan do’a keselamatan.

Kedurai Agung Langkah Awal Kembali Melestarikan Tradisi Adat, Seni, Kebudayaan Masyarakat Rejang Sempat Tenggelam

Giat tradisi leluhur yang di laksanakan melalui rangkaian prosesi adat khas masyarakat Rejang yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal. Melalui ritual tersebut, masyarakat bersama pemerintah dan lembaga adat memanjatkan doa serta harapan agar Kabupaten Lebong di berikan keselamatan, di jauhkan dari bencana, serta tercipta keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Berikut Keterangan Bupati Azhari dampingi Wakil Bupati (Wabup) Bambang ASB kepada sejumlah awak media atas terlaksananya Kedurai Agung tersebut, 4 Juni 2026 berlokasi di Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara :

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat bumi Swarang Patang Stumang, Dalhadi Umar yang ikut turut hadir dalam acara Kedurai Agung menyampaikan bahwa sebagai tokoh masyarakat, tidak semua suku bangsa di Republik Indonesia memiliki seperti Suku Rejang.

“Nah, salah satunya kalau dulu setahu saya ada 9 suku bangsa yang punya tulisan sendiri, bahasa sendiri, kesenian sendiri, wilayah sendiri. Nah, jadi pesan saya ini harus di lestarikan selepas kalau ada yang mengatakan, ini apa syirik dan sebagainya. Nah, itu urusan Allah SWT,” ungkap dia.

Dia juga memberi catatan pentingย  khusus kepada para Pemuda untuk mencintai bahasa Rejang serta ikut partisipasi dalam mengali bahasa Rejang, setidak mengetahui bahasa daerah.
“Ya, kepada pemuda harus mencintai bahasanya (red-Rejang). Harus di ketahui ya bahasa Rejang itu seperti apa. Tulisan Rejang paling tidak mengetahui. Paling tidak dia tahu bahwa di Republik Indonesia sangat kaya raya. Budaya bahasa dan sebagainya. Jadi kalau generasi berikutnya itu nanti kasihan mereka kehilangan identitas diri (Suku). Nah, saya orang mana sih?,” terang dia jangan sampai menimbulkan pertanyaan besar kemudian kembali mencari asal – usulnya.
Jauh dia memaparkan bahwa suku lain yang ada di Lebong harus jugaย  mencintai dan sebaliknya juga terhadap Suku Rejang sama – sama saling menghargai, artinya, beraneka ragam suku menandakan adanya kebersamaan atau keluargaan yang serasi, seimbang, selaras.
“Nah, saya makanya saya di tulis di sana sebagai dewan akar. Akarnya belah mana saya ini? Saya sendiri saya katakan masih belajar terus tidak ada berhentinya sama belajar. Tapi yang jelas saya bangga saya jelas Suku Rejang gitu ya,” ucap dia.
“Kalau dengan begitu saja orang itu akan yakin makin percaya diri ke depannya, ya seperti kita lihat suku-suku bangsa yang sudah mempertahankan suku bangsanya, kan model orang Batak, orang Jawa. Jadi rasa sama saling bertemu dalam pergaulan bermasyarakat akhirnya menyatu. Itulah Republik Indonesia,” tutup dia. (_+)
error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement