
KERINCI, BEO07.CO.ID – Puluhan masyarakat petani mengeluhkan kondisi akses jalan menuju kawasan perkebunan (Udik Tantie) yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius. Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer tersebut menjadi satu – satunya akses utama bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian seperti kopi dan kulit manis (kayu manis).

Keluhan tersebut di sampaikan oleh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, terkait kondisi jalan akses Udik Tantie yang rusak dan sulit di lalui, terutama saat musim hujan, membuat aktivitas petani terganggu. Kendaraan pengangkut hasil panen kerap kesulitan melintas sehingga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan menurunnya nilai jual hasil pertanian.
Salah seorang petani mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama namun hingga saat ini belum ada pembangunan maupun perbaikan yang signifikan. Akibatnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen dari kebun menuju tempat penjualan.








