
Tidak semua luka datang untuk menjatuhkan hingga berbuah kegagalan. Ada luka yang justru diam-diam membentuk seseorang menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap menapaki jalan yang lebih tinggi.

31 Januari 2026, aula Hotel Pemda Bengkulu Ex. Raflesia City di penuhi harap dan tegang. Nama Reka Putriyani, S.H,. M.H. atau lebih di kenal Reka Putri di sebut dalam pemilihan calon Ketua DPC PERADI SAI (Perhimpunan Advokat Indonesia – Suara Advokat Indonesia) Bengkulu. Semua mata tertuju pada hasil akhir.
Hitungan demi hitungan berjalan pelan, seolah waktu sengaja di perlambat. Hasilnya begitu tipis 23 suara berbanding 24 dari total 47 pemilih, tidak mencatatkan dirinya menjadi orang nomor satu di DPC PERADI SAI Bengkulu.

Hanya Terpaut 1 Suara
Satu angka kecil yang mampu terasa begitu besar. Satu suara yang memisahkan harapan dan kenyataan. Barangkali waktu itu menjadi hari yang panjang bertabur renungan. Ada doa yang belum terjawab, ada rencana yang seolah tertunda, dan ada hati yang harus belajar menerima dengan lapang.
Tidak Semua Kekalahan Berarti Selesai
Di saat banyak orang mungkin memilih mundur atau tenggelam dalam kecewa, Reka memilih jalan yang berbeda. Ia tetap berdiri. Tetap melangkah. Tetap mengabdi dengan ketenangan yang tidak di buat-buat.
Baginya, integritas profesi tidak bergantung pada jabatan, melainkan pada bagaimana seseorang tetap menjaga marwah perjuangan saat tidak berada di puncak.
Hari – Hari Berlalu, Waktu Yang Semula Terasa Berat Perlahan Berubah Menjadi Ruang Pembuktian
Hingga pada 06 Mei 2026, sebuah kabar datang membawa makna baru. Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia – Suara Advokat Indonesia (Peradi Sai) menerbitkan Surat Keputusan yang menetapkan dirinya sebagai Wakil Ketua Komite Perlindungan Advokat. Amanah itu hadir bukan sebagai pelipur lara, melainkan sebagai pengakuan bahwa dedikasi tidak pernah benar-benar luput dari perhatian.

Belum Berhenti Disana
Tiga hari kemudian, tepat 09 Mei 2026 pukul 21.00 WIB dalam Rakernas, namanya kembali di panggil ke depan. Kali ini bukan untuk menunggu hasil, melainkan menerima penghargaan Advokat Muda Berprestasi atas kontribusi dan pengabdiannya di Komite Perlindungan Advokat.
Tepuk tangan terdengar. Bukan lagi tentang satu suara yang hilang, tetapi tentang perjalanan yang menemukan jalannya sendiri. Penghargaan itu di berikan langsung oleh Ketua Peradi Sai, Harry Ponto, SH, LLM di dampingi oleh Sekjen Dr. Patra M. Zen, SH. dan Ketua Komite Perlindung Advokat, M Aqil Ali, SH., MH.
Dari Satu Kekalahan, Lahir Dua Kehormatan
Mungkin hidup memang seperti itu. Tidak semua yang kita inginkan datang pada waktu yang kita rencanakan. Kadang, sesuatu harus dilepaskan lebih dulu agar tangan kita cukup lapang menerima hal yang lebih baik.
Kisah Reka Putri mengingatkan bahwa kemenangan tidak selalu hadir dalam bentuk kursi atau jabatan yang berhasil diraih.
Kadang, kemenangan hadir dalam bentuk yang lebih tenang: penghormatan, kepercayaan, dan pembuktian bahwa seseorang tetap mampu tersenyum, tetap bekerja, dan tetap bercahaya, bahkan setelah kalah hanya karena satu suara.
Kiprah Reka Tidak Berhenti Di ruang Organisasi Profesi
Di dunia akademik, ia juga aktif membagikan ilmu dan pengalaman sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Dehasen Bengkulu dan Universitas Pat Petulai Rejang Lebong. Perannya sebagai akademisi menunjukkan bahwa pengabdian hukum tidak hanya dilakukan di ruang sidang atau organisasi, tetapi juga melalui pendidikan generasi penerus hukum.
Sebagai advokat, pengurus nasional, dan akademisi, Reka hadir sebagai representasi perempuan muda pertama berasal dari bumi Merah Putih hingga memecah rekor masuk di pengurusan DPN Peradi Sai setelah bertahun – tahun kehadiran Peradi Sai di Provinsi Bengkulu, yang mampu berjalan di banyak ruang dengan kualitas yang sama, konsisten, profesional, dan berintegritas.
Kisah ini mengajarkan satu hal penting : terkadang satu langkah yang tampak gagal hanyalah cara hidup mengarahkan seseorang menuju pencapaian yang lebih besar. Satu suara mungkin sempat memisahkan dirinya dari sebuah kursi. (Put/*)






