LEBONG, BEO07.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Hj Erna Sari Dewi, SE., MH., mengingatkan pemerintah daerah Kabupaten Lebong agar menyusun program berkelanjutan guna menghadapi bencana alam banjir dan longsor di daerah ini. Pasalnya, kata ESD, bencana alam tersebut sudah kerap berulang atau musiman.
Hal itu disampaikan ESD kepada wartawan di sela-sela kunjungannya meninjau penanganan pasca banjir oleh Balai Sungai Sumatera VII di Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Lebong, Sabtu (8/5/2026). Sebelumya, ESD sudah meninjau kondisi warga yang terdampak di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya; Desa Ujung Tanjung I dan Ujung Tanjung III, Lebong Sakti dan Talang Liak, Bingin Kuning.

“Bahwa pekerjaan ini tidak bisa sendiri-sendiri. Harus bersama-sama. Pemerintah Pusat, Pemkab Lebong dan Pemprov Bengkulu harus bekerja sama. Semua pihak harus saling bersinergi. Makanya saya berharap ke depan ada langkah-langkah jangka panjang dan struktural. Jangan karena banjir ini musiman, jadi dianggap biasa. Tetapi harus ada perencanaan jangka panjang. Bagaimana bencana banjir ini diminimalisir,” paparnya.
Pendekatan struktural, lanjut ESD, misalnya penataan ulang tata ruang, pembangunan infrastruktur, perencanaan drainase yang baik, dan berbagai hal lainnya yang menjadi faktor utama penyebab banjir. “Lebong ini kan bentuknya seperti cekungan. Jadi, perlu dibangun infrastruktur untuk mengatasi banjir. Misalnya tanggul. Drainase yang baik dan faktor-faktor lainnya sehingga banjir tidak lagi seperti yang sudah-sudah,” jelas ESD.

ESD juga menekankan bahwa penanganan bencana alam tidak boleh terhambat oleh batas kewenangan. Saat terjadi bencana, kata ESD, yang paling penting dan utama adalah semangat kemanusiaan. “Inilah yang saya pegang sehingga saya menginisiasi mitra-mitra kerja saya di Komisi V agar membantu penanganan bencana banjir di Lebong ini,” tukas ESD.
ESD menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Sungai Sumatera VII yang telah mengerahkan sejumlah peralatan dan petugasnya untuk membantu penanganan bencana di Lebong. “Kalau hanya dum truk milik Pemkab Lebong rasanya tidak cukup. Makanya seperti kita lihat pembersihan badan jalan bisa lebih cepat,” katanya.
Pantauan di lapangan, ESD juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana. Selain bantuan pribadi, ESD mengakui bantuan seperti susu, air mineral, dan sembako merupakan bantuan dari BUMN, perbankan, dan BPBD Provinsi Bengkulu. (YS007)






