Daerah Jambi
Beranda » Berita » Proyek Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp 46 Miliar Mendapat Sorotan Publik, Progres Pengerjaan Dipertanyakan

Proyek Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh Rp 46 Miliar Mendapat Sorotan Publik, Progres Pengerjaan Dipertanyakan

SUNGAI PENUH, BEO07.CO.ID – Proyek strategis nasional di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum, yakni Rehabilitasi Pasar Sungai Penuh, mulai menuai perhatian publik. Proyek bernilai fantastis, Rp 46.827.692.400, yang di danai melalui APBN 2025-2026 ini kini tengah berada dalam pantauan ketat terkait progres dan standar keamanan di lapangan.

​Berdasarkan papan proyek dengan nomor kontrak HK.0201-Gs9/35/2025, pekerjaan ini dikerjakan oleh PT Cimendang Sakti Kontrakindo. Namun, pantauan visual di lokasi konstruksi memicu kekhawatiran mengenai manajemen proyek dan keselamatan kerja.

​Keamanan Kerja dan Manajemen Material yang Semrawut

​Hasil dokumentasi lapangan dari awal pekerjaan sampai hari ini, Sabtu (09/05/2026) menunjukkan kondisi area proyek yang terkesan kurang tertata. Terdapat tumpukan material tanah dan batu besar yang dibiarkan menggunung di area terbuka tanpa pengamanan yang memadai. Selain itu, terlihat kabel-kabel listrik malang-melintang di atas tanah yang becek dan penuh galian, yang berpotensi membahayakan keselamatan para pekerja.

​Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain:
– ​Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) :  Sejumlah pekerja di lapangan terlihat melakukan aktivitas di area berisiko tinggi tanpa standar APD yang lengkap.
– ​Struktur Pondasi: Terlihat lubang-lubang galian pondasi yang hanya ditutup papan kayu seadanya di tengah cuaca ekstrem, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas kekuatan struktur bangunan jangka panjang.
– ​Organisasi Area Kerja: Tumpukan kayu dan scaffolding besi tampak berserakan di sekitar area pengecoran, mengindikasikan manajemen site yang kurang profesional.

​Target 300 Hari yang Menantang

​Dengan masa pelaksanaan 300 hari kalender sejak 22 Oktober 2025, PT Cimendang Sakti Kontrakindo dituntut untuk bekerja ekstra cepat. Namun, dengan kondisi lapangan yang ada saat ini, banyak pihak meragukan proyek ini dapat rampung tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas bangunan.

BACA JUGA :  Kades Tapak Kuda Imran : Pengangkatan Sekdes Abdul Rahmat Sesuai Dengan Rapat Tanpa Ada Syarat KKN

​”Proyek senilai Rp46 miliar seharusnya dikelola dengan standar keamanan dan kebersihan yang tinggi. Jika manajemen lapangannya saja berantakan, kita patut mempertanyakan pengawasan dari Satker Prasarana Strategis Jambi,” ujar seorang aktivis lingkungan yang enggan disebutkan namanya saat memantau lokasi proyek. Sabtu (9/05/2026)

Sorotan Masyarakat

Salah satu masyarakat Kota Sungai​ Penuh Usman saat berhasil di konfirmasi Media BEO07.CO.ID menerangkan bahwa,

“Pasar Sungai Penuh merupakan urat nadi ekonomi warga lokal. Kegagalan atau keterlambatan dalam rehabilitasi ini akan berdampak langsung pada ratusan pedagang yang saat ini terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa, “mendesak Kementerian PU untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor di lapangan guna memastikan uang negara sebesar Rp46,8 miliar tidak terbuang percuma,” tambahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi di area proyek tersebut. (JEMI)

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement