KERINCI, BEO07.CO.ID – Dugaan fenomena Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 33 Kerinci Sungai Betung, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Amriadi S. Pd terlihat jarang di lingkungan sekolah mulai menjadi sorotan publik. Ketidakhadiran pimpinan sekolah tersebut di nilai berdampak atas pengawasan kegiatan belajar mengajar serta kedisiplinan para tenaga pendidik.


Fakta tersebut di perkuat ketika awak media ini menyambangi ke sekolah, (05/03/2026) ruang kerja terlihat di gembok terkunci rapat.
“Sudah satu pekan tidak hadir ke sekolah, kami para guru di sini tidak bisa memberikan penjelasan, apa alasan ketidakhadiran beliau,” cetus sumber meminta namanya tidak di tulis.
Sidak Kepala Dinas Pendidikan Kerinci beberapa waktu lalu, menurut sumber Amriadi sedang tidak berada di sekolah alias tidak masuk. Selain itu sumber juga menjelaskan bahwa peristiwa serupa sudah menjadi kebiasaan rutin beliau (Kepsek).
“Jika hadir ke sekolah paling 1 kali per 6 hari (satu pekan). Entah kemana,” tanya sumber menunjukkan ruangnya tertutup dan terkunci gembok.
Sumber menerangkan bahwa peserta didik di sekolah tersebut berjumlah 70 siswa yang selalu menunggu bimbingan dan arahan Amriadi. Faktanya, bimbingan dan arahan tersebut minim sekali di terapkan.
“Kalau kami masuk dan mengajar seperti biasa,” terangnya.
Tempat terpisah, warga Desa Sungai Betung, Pengky mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMP N 33 Kerinci memang terlihat jarang hadir ke sekolah. Terkadang ini menjadi keluhan guru dan siswa setempat dalam proses mengajar.
“Bagaimana mutu dan kualitas pendidikan bisa di jamin, pemimpin sekolah kerap kali tidak hadir dan ini juga prilaku yang tidak baik di contoh,” bebernya.
Sementara itu, Pemuda Air Betung menanggapi kurangnya kehadiran kepala sekolah tersebut, Caca (35) mengatakan bila dia hadir ke sekolah (Red- Kepala Sekolah) cuma 1 kali seminggu, anehnya mengguna sepatu boots seperti petani ingin pergi ke kebun.
“Seminggu 1 kali dia datang, sekali datang pakai sepatu boots seperti persiapan mau pergi ke kebun. Kami di sini tidak butuh sosok pemimpin kepala sekolah yang mencontohkan prilaku tidak baik, kalau seperti ini bagaimana sekolah mau maju dan buang saja biar bupati tahu,” jelasnya dengan nada kesal.
Menyikapi berkurangannya kehadiran Kepala Sekolah SMP N 33 Kerinci, Dinas Pendidikan Kerinci melalui Kabid SMP, Dian Eka Satria sedang tidak berada di tempat, (5/3/26). Dihubungi melalui via Whatsaap tidak di balas sampai informasi ini di turunkan.
Sudah seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengambil sikap tegas terhadap oknum-oknum kepala sekolah “nakal” (pemalas) demi memajukan pendidikan di bumi Sakti Alam Kerinci. (Marhen)








