KERINCI, BEO07.CO.ID – Petikan penelusuran Tim Wartawan Beo07.co.id liputan Kerinci dan Kota Sungai Penuh. “Ini baru makan Gaji buta, Aman tanpa sangsi?“
Kalau masih banyak oknum anggota DPRD Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, malas kekantor dan menghadiri rapat sampai tingkat Paripurna, dimulai rapat Komisi, Banggar (Badan Anggaran), rapat paripurna pengesahan Rancangan Anggaran dan Belanja Daerah-Perubahan (RAPBD-P) 2026 Kerinci di nilai banyak pihak keterlaluan, tidak pro rakyat. Pro hanya kepentingan pribadinya.
Rapat saja tidak mau datang, apa lagi memperjuangkan perubahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Kerinci, yang saat ini tengah kesulitan ekonomi, dan belum meratanya pembangunan, antara Kerinci hulu (mudik) – Tengah dan Hilir? Hanya tugas DPRD memperjuangkannya sebagai wakil/ jelmaan rakyat Kerinci.
Ketidak hadiran Wakil Ketua I, Boy Edward an, dari Partai Golkar, dan Wakil Ketua II, dr. Surmila Apriyulisa), dari Partai Nasdem besutan surya Paloh. Yang membawa misi perubahan untuk Indonesia, pada Paripurna 4 pengesahan RAPBD-Perubahan Kerinci 2026, tidah hadir jadi tanda Tanya besar. Ada apa…?



Ilustrasi
Dari keterangan dihimpun Tim Beo07.co.id, menjelaskan ketidak hadiran dua pimpinan DPRD Kerinci, disinyalir erat kaitan dengan issu panas yang bergulir ditengah masyarakat satu masalah proyek Pokir, yang tidak direspon pihak Pemdakab Kerinci dan kedua dugaan adanya keterlibatan dalam kegiatan pengelolaan, MBG “Makan Bergizi Gratis” akan didemo masyarakat/ mahasiswa. Ternyata tidak ada demo “soal Pokir dan MBG”
Seharusnya sesuai tugas dan tanggung jawab, keduanya secara konsisten hadir dalam sidang paripurna dalam pengesahan RAPBD-Perubahan Kerinci 2026.
Kalau tidak ada masalah kenapa harus takut. Hadir saja, kalaupun di demo jelaskan, tidak terlibat “Pokir dan tidak mengelola MBG” semua klier. Tapi, kalau terlibat memang berat menjelaskannya?.
Dari keterangan dihimpun dilingkungan DPRD Kerinci, menduga ada masalah, namun sumber kompeten itu tidak menjelaskan secara rinci masalahnya.
Kita sangat menyayangkan, rapat Paripurna tidak hadir, dan diacara maulid Nabi juga tidak hadir, jadi wajah dan kualitas kader partai besar itu diragukan integritasnya dalam memperjuangan kepentingan rakyat Kerinci?
Dewan Kerinci terpilih pada Pileg 2024 silam, seharusnya jangan lupa janji, saat merebut suara rakyat, setiap kampanya Pileg (Pemilihan Legislatip) lima tahun sekali terus mengumbar berbagai janji, termasuk kedua oknum dewan tersebut pada pileg 2024 silam.
Masyarakat saksi hidup didaerah pemilihan (dapil) masing-masing, bisa ditanyakan kembali.
Pertanyaannya bagaimana mau meningkatkan kesejahteraan rakyat kenyataannya DPRD Kerinci periode 2024 – 2029, rapat paripurna ke 4 untuk pengesahan anggaran dua pimpinan dewan tidak hadir, dari Partai Golkar dan Partai Nasdem, (Boy Edward dan dr. Surmila Apriyulisa), apa sudah bosan jadi dewan?
Keduanya tidak hadir dalam rapat Paripurna 4, yang berlangsung , (27–8–2026) dikantor DPRD Kerinci Jalan Jalur Dua Bukit Tengah, Kecamatan Siulak Mukai Kerinci.
Ketidak hadiran dua pimpinan itu, Wakil Ketua (1) dan Wakil Ketua (2), memunculkan banyak spekulasi bagi masyarakat Kerinci dan sesama anggota DPRD Kerinci, “ada sumber mengatakan, karena dugaan kepentingan proyek Pokir (pokok-pokok Pikiran), tidak mendapat respon pemerintah daerah Kerinci” Itu salah satu sebab mereka tidak datang. Apa iya ?




