LEBONG,BEO07.CO.ID – Persoalan banjir yang selalu menghantui masyarakat Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu bukan cerita baru, ketika intensitas hujan cukup tinggi, sehingga membuat debit air Sungai Uram dan Ketahun meluap menghajar permukiman warga.
Peristiwa yang kerap kali terjadi ini, di harapkan dapat melahirkan pemikiran cerdas serta ide dan gagasan guna mencegah atau minimalisir terjadinya banjir di titik – titik rawan bencana, dengan tindakan nyata bukan pembualan. Pasalnya, masyarakat Uram Jaya, terkhusus Desa Tangua dan Lemeu sudah lama menikmati peristiwa banjir tersebut.

“Banjir kali ini cukup besar bang, biasanya tidak sampai teras rumah, kali ini sampai masuk ke dalam rumah. Jelas kita berharap bang guna minimalisir banjir di wilayah ini yaitu salah satu pembangunan infrastruktur di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Uram,” ungkap Ari salah satu warga Tangua saat berbincang kepada awak media ini ketika memantau langsung kondisi banjir di lapangan, Minggu 5 April 2026 kemarin.
Sambung dia memaparkan, sejak tahun 2019 hingga sampai sekarang, menurut Ari baik di tingkat pusat hingga provinsi dan daerah di wilayah DAS Sungai Uram tidak pernah mendapatkan pembangunan infrastruktur terkhusus di Desa Tangua.

“Kalau di Kota Baru ada bang, bronjong dan normalisasi sungai semasa bupati Kopli. Yang jelas tidak sama sekali daerah kita bang (Red – Tangua dan Lemeu), mulai dari tahun 2019 sampai sekarang tidak tersentuh pembangunan atau pun normalisasi sungai di DAS Sungai Uram yang merupakan pintu masuk air ke permukiman warga ketika di landa banjir,” tuturnya.

Salah satu rumah warga Desa Tangua di selimuti material lumpur pasca bencana banjir setinggi pinggang orang dewasa. Dok BEO/LEBONG
Sementara itu, Rozi Antoni yang akrab di sapa Toni Botol yang lebih kenal “bung TB” salah satu aktivis bumi Swarang Patang Stumang mengatakan peristiwa banjir terjadi sejumlah titik rawan bencana yang telah di identifikasi oleh pemerintah daerah di harapkan ada output – nya (keluar).
“Artinya, bicara jalan keluar atau solusi, peristiwa banjir ini hampir setiap tahun atau berulang – ulang terjadi. Kita juga berharap kepada Bupati Azhari dan Wabup Bambang ASB dapat melakukan terobosan besar dalam minimalisir terjadinya bencana, salah satu melalui pembangunan infrastruktur atau pun normalisasi Sungai Uram,” jelas TB kepada media melalui sambungan selullernya, Minggu 6 April 2026.
Lanjut dia, jika bicara pembangunan infrastruktur, tentu menguraikan kondisi keuangan hingga perencanaan teknis pembangunan serta ikut upaya membangun komunikasi lintas sektor mulai dari tingkat daerah hingga provinsi dan pusat.
“Biar Lebong mendapatkan dana bantuan dari APBN, jika bicara APBD sama kita ketahui anggarannya cukup kecil. Saya sangat optimis dan yakin bapak bupati dan wabup Lebong memiliki jaringan yang luas di pusat. Semoga pencegahan atau minimalisir bencana melalui pembangunan dapat terwujud,” demikian di sampaikan TB. (SB_+)






