SUNGAI PENUH, BEO07.CO.ID — Proyek revitalisasi Pasar Beringin Jaya di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, terus menunjukkan perkembangan positif. Sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan fasilitas publik ini ditargetkan mampu memulihkan sekaligus menggeliatkan roda perekonomian masyarakat di kawasan paling barat Provinsi Jambi tersebut.
Mega proyek yang sempat tertunda pada tahun 2024 ini akhirnya resmi mulai dikerjakan sejak pertengahan Oktober 2025. Memasuki pertengahan tahun 2026, progres di lapangan dilaporkan berjalan signifikan guna mengejar target penyelesaian tepat waktu.
Dorong Ekonomi Daerah via APBN
Pembangunan Pasar Beringin Jaya ini didanai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026 dengan nilai kontrak yang fantastis, yakni sebesar Rp46.827.962.400,- (sekitar Rp46,8 miliar). Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Cimendang Sakti Kontrakindo, sebuah perusahaan asal Bekasi, Jawa Barat.


Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
”Kami mohon dukungan dari Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga bisa selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh para pedagang,” ujar Alfin. Jumat (25/06/2023)
Usung Konsep Modern dan Lebih Tertata
Revitalisasi ini tidak hanya sekadar memperbaiki struktur bangunan yang lama, melainkan melakukan transformasi total dengan mengusung konsep pasar modern. Pasar Beringin baru ini dirancang menjadi bangunan bertingkat yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, termasuk pengaturan area parkir yang lebih tertata demi mengurai kemacetan di pusat kota.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, menyampaikan bahwa perluasan fungsi pasar ini nantinya akan mampu menampung berbagai klaster pedagang dalam satu zonasi yang terintegrasi.
”Setelah rampung, Pasar Beringin akan menampung pedagang lama, pedagang kuliner dari kawasan Minum Kawo Square (MKS) yang direncanakan menempati lantai dua, serta para pedagang yang sebelumnya sempat terfragmentasi di sekitar area terminal,” urainya.
Langkah ini juga menjadi jawaban konkret pemerintah daerah atas keluhan para pedagang terkait penurunan omzet akibat lokasi berjualan sementara yang kurang strategis. Selama proses konstruksi yang diperkirakan memakan waktu satu tahun ini berlangsung, para pedagang telah direlokasi ke kios penampungan sementara yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Transparansi dan Pengawasan Ketat
Mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan oleh pusat, proyek ini mendapat pengawasan ketat dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Komisi II DPRD setempat juga terus berkoordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jambi serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jambi. Langkah ini diambil guna memastikan akuntabilitas serta mutu bangunan fisik pasar sesuai dengan standar nasional.
Bahan-bahan sisa bongkaran bangunan lama yang bernilai ekonomis juga telah didata secara resmi untuk dilelang, di mana seluruh hasilnya akan disetorkan langsung ke kas daerah sebagai tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sungai Penuh.
Dengan wajah baru yang lebih bersih, modern, dan representatif, Pasar Beringin Jaya diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat transaksi jual-beli, melainkan juga simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus ikon baru tata kota Sungai Penuh yang lebih maju. (JEMI)





