“Maridin, Siap Dukung Diskusi Kapan dan dimana Saja”

Maridin Jamil beserta istri. Dok
JAKARTA, BEO07.CO.ID – Setelah media online Beo07.co.id menurunkan laporan berjudul “Bupati Kerinci Monadi, Gagal-Perjuangkan Nasib Petani : Asik Car Free Day Tanpa Hasil ?
Mendapat tanggapan berbagai pihak, positif untuk di perbaiki kata Maridin Jamil, salah satu pengusaha yang berhasil, asal Kerinci, Jambi, kita perlu mendapat saran, masukan dari semua pihak untuk memajukan pembangunan Kerinci,terutama masyarakat Kerinci diperantauan…?
Siapapun dia, apapun pekerjaan dan profesinya yang penting punya nilai positif saran dan masukan untuk direalisasikan, dari pendapat mereka yang menetap di Kerinci dan di perantauan, “tokoh Pengusaha/ Ekonom, Agama, Aktivis, Akedemisi (maha siswa), Petani, Adat, Masyarakat, para Purnawiran TNI dan Polri, (pensiunan) dan kalangan pegiat media massa.


Dipandang perlu mengadakan diskusi untuk kemajuan pembangunan Kerinci lima tahun kedepan dan seterusnya, siapapun Pemimpin dan Bupati/ Kepala Daerah yang menjabat di Kerinci.
Penting dan strategis membangun Ekonomi masyarakat Kerinci lebih baik, sejahtera, tidak sebatas cerita (pencitraan) untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah, lima tahun sekali ?.
“Masyarakat butuh bukti, bukan hanya batas janji, belaka !”
Maridin Jamil, salah satu pengusaha asal Kerinci yang sukses di Jakarta, dalam Whatsappnya [11.56, 5/7/2026] Maridin Jamil: kepada Redaksi media ini menyampaikan saran dan masukan, berikut petikannya.
Sangat sulit Kerinci secara keseluruhan ingin maju “karena pemimpin kita tidak mau diajak diskusi dengan teman-teman yang ada dirantau, sepertinya ada keraguan untuk menghadapi masyarakat rantau, mungkin takut mendengar kritik dari masyarakat.
Lanjut Maridin Jamil, “jangankan masyarakat diluar Siulak, masyarakat Siulak yang ada dirantau saja tidak mau berkomunikasi.
Tanpa mau mendengar masukan dari orang-orang yang kompeten dibidangnya masing-masing saya kira “adinda Monadi (Bupati Monadi), tidak akan mampu mengangkat kehidupan masyarakat Kerinci secara berkelanjutan.”
Mungkin ada pengusaha yang mau berinvestasi, tetapi tidak pernah diajak bicara apa peluang yang bisa ditawarkan atau kemudahan-kemudahan perinvestasi oleh pemerintah daerah Kerinci.
Karena pemerintah tidak akan mampu sendirian untuk memajukan Kerinci tanpa didukung investor-investor yang bisa menciptakan lapangan kerja dan juga harus memudahkan Petani mendapatkan semua kebutuhan baik bibit, obat dan juga meningkatkan nilai tambah produksi Pertanian.
Sepertinya kita perlu mengadakan diskusi khusus untuk kita Siulak Tanah Sekudung. Dan diskusi secara menyeluruh masyarakat Kerinci, untuk mendukung kemajuan pembangunan Kerinci, yang mampu dan nyata bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kerinci, hari ini dan kedepannya?.
Saran dan Pandangan: Gafar Uyub Depati Intan, (Bang Ayub) yang juga putra Asli “Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak” kelahiran Desa Tanjung Genting, Kecamatan Gunung Kerinci, (Siulak), 70 tahun silam mengatakan, saya sependapat dengan kakanda; Maridin Jamil, pentingnya dilakukan diskusi, untuk memberi Saran dan Masukan, serta Kritik sehat untuk memajukan pembangunan Kerinci, kedepan jelasnya.
Siapapun Pemimpin, Bupati/ Kepala Daerah yang memimpin Kerinci kedepan wajib kita dukung sepanjang kepentingannya untuk memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Kerinci yang mayoritas hidup (usaha)nya, dari sektor Pertanian sesuai dengan topografi daerah Kerinci, berbukit-bukit, memiliki dataran tinggi dan dataran rendah subur dan luas, udaranya yang sejuk, curah hujan yang cukup, apapun yang di tanam akan tumbuh subur dan bisa menghasilkan, untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat Petani Kerinci lebih baik kedepnnya.
Seperti Ide dan gagasan Bupati Kerinci, Monadi Murasman yang sudah dua tahun menjabat Bupati Kerinci, memprioritaskan, “Petani Pejuang dan Pejuang Petani” tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kerinci, kita sangat setuju paparnya.
Kita tidak mempersoalkan siapa bupati / pemimpin Kerinci, hari ini dan kedepannya ?
Namun, setelah berjalan dua tahun, “mimpi sejahtera, Petani Pejuang dan Pejuang Petani, masih buram tak jelas kemana arahnya” dengan kata lain pembangunan Kerinci mau dibawa kemana???
Maka kita dukung program Bupati Kerinci (sekarang), memperjuangkan Visi dan Misi “Petani Pejuang” untuk mengubah ekonomi masyarakat Kerinci “lebih baik dan sejahtera,” jelas bang Ayub.
Kita menyadari tidak mudah mewujudkan janji politik yang disampai Monadi, mulai dari proses pencalonannya tempo hari sampai dilantik dan telah menjalankan tugas lebih kurang dua tahun, wajar jika masyarakat Kerinci yang mayoritas bertani mempertanyakan “mana hasil Visi dan Misi Petani Pejuang dan Pejuang Petani” tapi, jika mau kerja keras, kerja jujur, sisa waktu tiga tahun lagi sampai 2029 minimal visi “Petani Pejuang” bisa mengatasi minimal, “mempermudah, obat-obatan, pupuk bersubsidi, murah dan terjangkau, serta mengutamakan jalan keladang yang daerah ladang (kebun) Padat-yang ber-penghasilan cukup baik, namun kesulitan jalan, di bangun jalan desa untuk mendukung transportasi minimal lancar berkendaraan bermotor, dan meringankan angkutan secara fisik, memikul, junjung, hasil Panen Kayumanis, Kopi, Kentang dan sayur-sayuran lainnya.
Bila kepentingan puluhan ribu masyarakat Petani Kerinci tidak bisa di wujudkan sebagian sampai 2029, berarti “janji dalam visi dan misi Petani Pejuang dan Pejuang Petani, gagal total?”
Khusus untuk pengadaan Obat-obatan pembasmi hama, dan pengadaan Pupuk bersubsidi dari Pemerintah, dan pembangunan jalan keladang, penting di lakukan pengawasan maksimal, agar memberikan azasmanfaat bagi puluhan ribu petani Kerinci. Dimana azasmanfaat adalah tujuan akhir pembangunan.
Maka fungsi pengawasan dari dinas (OPD terkait), Dinas Pertanian, Perdagangan, Inspektorat, Kecamatan, Pemerintahan Desa (Pemdes), dan pengawasan teknis di bidangnya, betul-betul dilaksanakan dengan benar dan jujur, guna mendukung visi dan misi Bupati Kerinci, lima tahun kedepan, jelas bang Ayub.
Maridin Jamil, pada bagian lain keterangannya yang dihubungi via sambungan telephone Cellullarnya pukul 15.15 WIB (5/7-2026), mengatakan selain pengembangan sektor Pertanian, sebagai pendukung utama ekonomi masyarkat Kerinci, jangka panjangnya ?
Kayumanis, 8 sampai 10 tahun baru panen, ini berkualitas, harus di jaga mutu dan kualitasnya, ujarnya. Sedangkan jangka menengah Kopi, 4, 5 sampai 5 tahun sudah berbuah.
Sementara waktu, ekonomi rutinitas ekonomi masyarakat lewat jangka pendek Sayur-sayuran, Kentang, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, dllnya.
Pemerintah dan pemerintah daerah harus memberi kemudahan pada Petani, seperti Obat-obatan Pembasmi hama, Pupuk Subsidi dengan tetap melakukan pengawasan harga eceran tetap (HET), mudah didapatkan petani, harapnya.
Perlu pengembangan pariwisata secara teknis, yang menyejukan pengunjung, aman dan nyaman, bisa menghasilkan PAD (Penghasilan Asli Daerah), tentu harus didukung dengan pengadaan sarana dan prasarana yang cukup seperti Hotel/ Penginapan yang bersih dan lengkap dengan pasilitas yang diperlukan pengunjung dari dalam dan luar Kerinci, tegasnya.
Investasi pendidikan : Maridin Jamil, menjelaskan lebih jauh, dunia pendidikan harus menjadi perhatian khusus Bupati/ Pemimpin Kerinci, sekolah rakyat Kerinci harus dapat sama dengan daerah lainnya, ditanah air kita ini. Karena SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas adalah investasi ilmu pengetahuan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik, paparnya.
Maka beri kesempatan bagi generasi muda kita berpendidikan baik, bekerja maka disiap peluang bagi mereka lewat UMKM, Pariwisata, Pertanian dan lainnya yang bisa menghasilkan.
Dan harus kita mulai minimal dari investor lokal, (kecil-kecilan) dulu, investasi Rp5, 10 s/d 30 miliar, dan beri kemudahan pada mereka yang mau ber-investasi. “Jangan di persulit” dan pengawasan harus melibatkan DPRD Kerinci, jangan jalan sendiri?.
Bagaimana pemdakab Kerinci menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat, seperti masih banyaknya Pencurian Kayumanis (Cassiavera), Kopi, bahkan Kentang, kalau perlu bentuk tim kerjasama dengan Polres dan Kodim Kerinci untuk pengamanannya, jika perlu dibelikan kendaraan roda dua (kendaraan bermotor), dan roda empat, untuk patroli bersama masyarakat (Pam Swakarsa), sehingga Kulitmanis dapat bertahan sebagai ikon ekonomi jangka panjang, jelas Maridin.
Jika pemdakab, Bupati/ kepala daerah Kerinci siap diskusi, saya siap kapan saja dan dimana saja, asal bupati siap diskusi terbuka dengan melibatkan wakil-wakil dari semua pihak papar Maridin, di akhir keterangannya.
Laporan : Tim Wartawan Beo.co07.co.id/ Marhaen Dj.SIB.
Editor/ Penulis : Eluban Rna Intan/ Hendry Verdian.





