Daerah Jambi
Beranda ยป Berita ยป Beramal & Berbagi, Masyarakat Kerinci Tanjung Genting Panen Raya Ikan Semah di Lubuk Larangan

Beramal & Berbagi, Masyarakat Kerinci Tanjung Genting Panen Raya Ikan Semah di Lubuk Larangan

KERINCI, BEO07.CO.ID – Pemerintah Desa Tanjung Genting menggelar nangguk bersama atau panen raya ikan semah di Lubuk Larangan Sungai Batang Marao. Kegiatan ini merupakan hasil penebaran lebih dari 10 ribu bibit ikan yang telah dilakukan sekitar empat tahun lalu.

Kegiatan di pimpin Kepala Desa Tanjung Genting, Jendri Tonga, dan di ikuti masyarakat Desa Tanjung Genting serta warga dari desa dan wilayah sekitar, antara lain Ujung Ladang, Kelurahan Siulak Deras, Sungai Baru Gantih, Simpan Tutup, Suko Pangkat, Sungai Betung, dan Sungai Gelanpeh. Salah seorang peserta, Beli (45), warga Ujung Ladang, mengaku memperoleh hasil tangkapan lebih dari 10 kilogram.

Panen raya atau nangguk bersama dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Lubuk Larangan sepanjang sekitar satu kilometer di aliran Sungai Batang Marao, Desa Tanjung Genting, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Panen dilakukan melalui tradisi nangguk bersama setelah Lubuk Larangan di buka secara resmi melalui ritual adat setempat bersama pemerintah desa. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan peserta membawa hasil tangkapan beragam, mulai sekitar 1 kilogram hingga lebih dari 10 kilogram. Kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pedagang kecil yang berjualan makanan dan minuman selama rangkaian acara HUT RI.

“Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan, hari ini saya mendapatkan hasil tangkapannya mencapai 10 kg lebih,” ujar Pak Beli (45) berasal dari Ujung Ladang.

Anton warga Tanjung Genting mengatakan bagi peserta nangguk bersama pada hari ini cukup puas dan tersenyum karena ikan yang di taburkan 4 tahun lalu dapat di panen kembali.

“Ada sebagian peserta yang dapat tangkapannya 1 kg sampai 10 kg lebih, itu pun masih banyak ikan semah di dalam Lubuk Larangan,” ungkap Anton kepada awak media ini.

BACA JUGA :  KEPSEK SMPN 28 KERINCI, SAFRIZAL WANDI TERUS TINGKATKAN PRESTASI SEKOLAH

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Genting, Jendri Tonga menyampaikan pelaksanaan panen raya (cari ikan) di Lubuk Larangan bagi peserta yang ikut membayar insep (karcis) Rp 20.000 sampai Rp 25.000 dan hasil insep tersebutย  di gunakan untuk pembangunan Masjid Nurul Iman.

Ia menambahkan, dengan adanya panen raya (nangguk bersama) di Lubuk Larangan di harapkan agar terjalin kebersamaan di tengah masyarakat dan masa yg akan datang.

“HUT RI KE 81 ini membawa berkah tersendiri, selama acara beberapa hari ini banyak berdatangan pedagang kecil – kecilan mengais keuntungan, seperti pedagang menjual makanan, penjualan es, lontong, miso, mie, dan lainnya,” pintas dia dampak acara tersebut.

Di akhir keterangan, ia menghimbau kepada masyarakat tetap si energi dengan pemerintah desa, dalam menjaga dan melestarikan Lubuk Larangan Desa Tanjung Genting.

“Ini merupakan icon desa dan ciri khas desa kita, harus kita lestarikan. Untuk masa yang akan datang, dari kita dan untuk kita,” tutup dia. (MDJ)

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement