LEBONG, BEO07.CO.ID – Mencuat dugaan tindak pencabulan terhadap seorang siswa magang di Lebong, Provinsi Bengkulu. Pihak yang di sebut sebagai terduga pelaku memberikan klarifikasi dan membantah telah melakukan kontak fisik terhadap siswa tersebut saat berada di ruangannya, Kamis 27 Agustus 2026 lalu.
Menurut pengakuan terduga, dirinya memang sempat memanggil siswa magang tersebut ke ruangannya. Pemanggilan itu, kata dia, di lakukan dengan maksud memberikan nasihat terkait pergaulan, mengingat siswa yang bersangkutan masih berstatus sebagai pelajar.
Terduga mengaku sebelumnya mendapatkan informasi bahwa siswa magang tersebut kerap berpacaran. Bahkan, ia di sebut pernah jatuh dari sepeda motor ketika bersama pacarnya.
Atas informasi tersebut, terduga mengaku berinisiatif memberikan nasihat agar siswa tersebut lebih menjaga pergaulan dan tidak terlalu sering berpacaran karena masih bersekolah.


Namun, terkait dugaan adanya tindakan pencabulan, terduga membantah telah memegang tangan maupun memeluk siswa magang tersebut. Ia juga membantah melakukan tindakan fisik sebagaimana dugaan yang mencuat.
Terduga menyampaikan bahwa saat pemanggilan berlangsung, kondisi di sekitar ruangannya tidak dalam keadaan tertutup sepenuhnya. Menurut keterangannya, di ruang tunggu terdapat sejumlah orang, sementara pintu dan jendela ruangan dalam keadaan terbuka.
ย โInformasi yang saya terima, 1 orang anak magang tersebut sering pacaran dan bahkan pernah jatuh dari motor bersama pacarnya. Saya hanya berupaya memberikan nasihat agar lebih menjaga diri dan fokus sekolah,โ terang terduga pelaku.
Selain itu, dalam pemberian nasehat tersebut terduga pelaku dalam pengakuannya bertujuan kepada korban untuk memperbaiki diri (korban).
โKalau tidak saya akan laporkan hal tersebut ke orang tuanya (korban), termasuk masalah nilai magang, ini kan ancaman yang positif biar anak magang ini serius belajar,โ beber terduga pelaku.
Kendati demikian terduga pelaku memberikan bantahan keras, hal ini bertolak balik atas keterangan korban yang telah di sampaikan kepada guru di sekolah saat memberi penjelasan korban, alasan dan sebab beringinan untuk segera pindah dari tempat magang.
Terpantau โ Terhimpun Awak Media Setawar – Sedingin Rp 20 Juta
Sisi lain, terpantau dan terhimpun oleh awak media di lokasi, Jumโat pagi sekira pukul 9 : 35 WIB terlihat ayah korban berinisial I dan tampak pula perwakilan dari pihak terduga pelaku berinisial Al duduk bersama di kediaman pribadi pemerintah desa setempat untuk menyelesai setawar – sedingin yang di sepakati Kamis malam Ju’mat pagi hari sekira pukul 2 : 00 WIB.
Dari hasil pertemuan tersebut, uang setawar – sedingin dengan nilai sebesar Rp 20 juta, dan sudah di terima langsung ayah korban. Media ini juga berkesempatan mewawancarai kepala desa setempat dan ayah korban, membenarkan telah menerima uang besar Rp 20 juta dari pihak terduga pelaku dan juga dipertegaskan oleh kepala desa setempat kepada awak media menyebutkan besaran nilai tersebut. (-+/*)




