LEBONG, BEO07.CO.ID – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan 2 kabupaten antara Rejang Lebong (Curup) dengan Lebong, Bengkulu, di keluhkan masyarakat. Pasalnya, bahu jalan hingga sejumlah bagian Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) dan Ruang Milik Jalan (Rumija) di penuhi rumput liar dengan ketinggian mencapai 2 hingga 3 meter.
Vegetasi liar yang tumbuh lebat tersebut tidak hanya membuat ruas jalan terlihat tidak terawat, tetapi juga menyebabkan penyempitan ruang jalan sehingga berpotensi mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengendara yang melintas.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui instansi terkait segera melakukan pemangkasan dan pembersihan rumput liar di sepanjang ruas jalan tersebut, terutama di titik fokus yang menjadi perhatian dan keluhan masyarakat di jalan Provinsi Bengkulu berlokasi Kecamatan Rimbo Pengadang menuju Kecamatan Lebong Selatan.


Selain untuk menjaga estetika dan fungsi jalan, pembersihan juga di nilai penting untuk memastikan jarak pandang serta keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena jalan provinsi tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong.
“Masyarakat atau warga yang kerap kali melintas jalan Provinsi Bengkulu ini, mengeluh cukup tingginya rumput liar di jalan provinsi hingga menjadi penyempitan jalan dan pengguna kendaraan,” ungkap Abdul Kadir yang akrab di sapa Kadeng yang juga merupakan Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB).

Program 1000 Jalan Mulus Terancam Gagal di Bumi Swarang Patang Stumang
Tidak hanya rumput liar yang berpotensi mengganggu pengguna jalan, sama di ketahui jalan Rimbo Pengadang hingga menuju Lebong Selatan rentan kali terjadinya bencana longsor di jumlah titik ketika menjelang hujan turun. Dan dia menyebutkan lagi, belum persoalan jalan lintas tersebut kerap kali di genangi air di sejumlah titik sama sekali tidak memiliki drainase permanen atau pun manual di jalan tersebut.
“Jika ini biarkan terus oleh PU Provinsi Bengkulu di pastikan program 1000 jalan mulus pak Gubernur Helmi Hasan gagal di bumi Swarang Patang Stumang, belum di sejumlah titik ruas jalan mulai rusak ringan hingga rusak berat,” lugas dia melalui sambung seluller, 1 September 2026.

Jalan Rimbo Pengadang menuju Desa Air Dingin (Bioa Sengok) terlihat rumput liar menyelimuti bahu jalan setinggi kurang lebih 3 meter
Hal senada juga di ungkapkan Pejka (38) tahun kerap kali melintas jalan tersebut mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang telah di tumbuhi liar berhasil di bincangi media ini.
“Lihat ini bang rumput sudah tinggi, apakah dana rutin pemeliharaan tidak di jalankan oleh PU Provinsi Bengkulu, bagi kami pengguna jalan cukup mengganggu saat berkendara terutama roda 4,” keluh dia.

Masih terlihat bekas longsor pasca bencana beberapa waktu lalu, jalan provinsi Bengkulu lintas Lebong – Curup terancam putus

Jalan tebingan Talang Ratu

Jalan Lebong Selatan
Selain itu, dia menyampaikan jika luput dari perhatian pihak yang berwenang dapat di pastikan mengganggu jarak pandang bagi pengguna jalan, terutama pada saat melintasi malam hari dan kondisi ini di perparah tanpa adanya penerangan lampu jalan yang memadai.
“Kalau biar dapat pastikan mengganggu kenyamanan pengguna jalan, mana tidak ada penerangan lampu jalan pada saat malam hari. Tentu kita berharap jalan provinsi ini ada perhatian dari dinas terkait,” tutup dia.
Hingga informasi berita ini turunkan belum ada hak jawab, media ini masih berupaya konfirmasi pihak OPD teknis PU Provinsi Bengkulu, khusus Bidang Bina Marga (BM) berkaitan pemeliharaan jalan Rejang Lebong menuju Lebong. (SB/_+)
SIMAK JUGA :
Jalan Lintas Curup – Lebong di Selimuti Air, Sistem Drainase Permanen




