Bengkulu Daerah
Beranda » Berita » D.I. AIR MERAH RIMBO RECAP : Dana OP & Pengawasan “Tidak Berjalan” Pemeliharaan Amburadul?

D.I. AIR MERAH RIMBO RECAP : Dana OP & Pengawasan “Tidak Berjalan” Pemeliharaan Amburadul?

Daerah Irigasi (D.I.) Air Merah Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan, Rejang Lebong Prop. Bengkulu. Dok BEO/CURUP

Laporan : Martuala Napitupulu

KOTA CURUP, BEO07.CO.ID – Daerah Irigasi (D.I.) Air Merah Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan, Rejang Lebong Prop. Bengkulu, salah satu D.I. Teknis di Rejang Lebong, dengan panjang saluran dan bangunan yang menjadi tanggungjawab Dinas PUPRPKP Rejang Lebong memeliharanya sepanjang lebih kurang 1,8 km, kondisi riil fisiknya dilapangan diperkirakan sekitar 80 persen amburadul, tidak dipelihara hampir disepanjang saluran utamanya ditumbuhi rumput liar.

Kemana dana operasional dan pemeliharaan di gunakan? Dan patut diduga Pengawasan dari Koordinator Wilayah daerah irigasi (D.I.) tidak berjalan  sebagaimana mestinya. Jika Penjaga Pintu Airnya ada,…kemana dan apa kerjanya?

Hasil Investigasi Tim Wartawan Beo07.co.id, 20 Juli 2026, (Senin) pada bangunan utama saluran pelimpah – tertutup semak, dengan endapan lumpur (sidementasi) ketinggiannya lebih kurang 1m, bisa mencapai ratusan meter kubik, sudah terjadi pendangkalan.

Dan tembok pengaman Saluran Pelimpah sudah ditumbuhi disepanjang bangunan Semen rumput liar dan kayu, ada yang mencapai ketinggian 3 meter. Wajar di pertanyakan masyarakat???

Dan pada pintu Intake (Saluran Penyadapnya bersih), sekitar 20 meter kehilir pintu intake bersih.

Selebihnya saluran penghantar Semak belukar. Dan ada lagi yang dibersihkan lebih kurang 25 meter pada saluran penghantarnya, selebihnya dibiarkan semak belukar ditumbuhi (rumput liar).

Kondisi lebih parah lagi, pada saluran tertutup sama sekali diatasnya tidak di bersihkan, malah dibiar kan, ditanami tanaman sayuran sehingga menahan beban berat.

Bisa mengancam ambruknya bangunan, akibat beratnya beban dari timbunan tanah dan semak dan bisa terancam ambruk.

Dan pada bangunan Pintu Penguras lumpur (sidemen), bangunan pelampis miringnya, kiri kanan sudah lama ditumbuhi rumput liar dan dibiarkan tanpa pernah dibersihkan?.

BACA JUGA :  Dugaan Bisnis Haram "Heri Cs" di Kampung Korem, Disorot Ketua Umum Bara Hati Indonesia

Diduga keras pengawasan dari Koordinator wilayah Pemeliharaan Irigasi tidak berjalan? Jika berjalan maka pemeliharaan seperti Tebas Bayang harus dilakukan dengan memberi tahu Penjaga Pintu Air (PPA)nya, maka gerakan rutin bisa berjalan dengan baik, artinya harus dibersihkan (dirawat).

Dari bangunan Induk (B.0) pintu Intake (Penyadap) sampai ke BM (Bangunan Merah) 1, sepanjang lebih kurang 1000 meter tidak dibersihkan sebagaimana petunjuk teknis pemeliharaan, belum lagi adanya jembatan darurat bangunan liar masyarakat, mengganggu keselamatan jangka panjang seperti Daerah Irigasi Talang Benih, Kecamatan Curup.

Sedangkan di BM1 s.d BM5, sebagaimana diberitakan sebelumnya, tidak dipelihara secara rutin seperti Tebas bayang, dan normalisasi rusak ringan saluran tidak dilakukan pembersihannya ?.

Dinas PUPRPKP Kabid  Sumber Daya Air (SDA), Andi Irawan ST, dihubungi secara terpisah mengeluhkan, “kecilnya dana pemeliharaan (OP)” tahun ini, T.A. 2026 hanya Rp500 Juta, sebagai mana dipublist dalam berita sebelumnya.

Dari pengamatan Tim Wartawan Beo07.co.id, jika itu benar sebagai alasan mendasar, harus dibuatkan skala prioritas yang harus di pelihara secara benar, dan tidah semua lokasi kondisi nya kian parah.

Bisa efesiennya penggunaan air, 1, 6 liter/ detik dalam perhektar untuk daerah Rejang Lebong, harus menjaga pemeliharaan jaringan dengan baik, sesuai teknis SDA itu sendiri, sehingga kehilangan debiet air tidak begitu banyak? 

Akibat kebocoran dimana-mana, di sepanjang saluran yang menjadi tanggungjawab pihak SDA, memeliharanya.

D.I. Air Merah, secara teknis untuk mengairi Sawah Fungsional (Produktif) seluas 280 hektar terdiri dari Sawah milik masyarakat Kelurahan Air Putih Baru, Rimbo Recap, Sapta Marga dan Lubuk Ubar, serta masyarakat pemilik Sawah dari daerah lainnya  yang menggunakan air diwilayah Pengairan Air Merah Rimbo Recap.

BACA JUGA :  Rp 533 Juta Diselamatkan! Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Ungkap Korupsi Dana BUMNag, Ketua Ditangkap

Satu-satunya sumber airnya dari D.I. Teknis Air Merah, tidak ada sumber lainnya. Solusinya, pihak petugas Bidang Sumber Daya Air (SDA), harus menerapkan OP dengan  secara rutin.

Dan melakukan pengawasan oleh Koordinator Wilayah, dulunya bernama Juru Pengairan (JA), sehingga data riil kerusakan dan pemeliharaan yang tidak dilakukan dilokasi bangunan dapat diketahui secara pasti.

Dan dilaporkan ke Kabid Pengairan dan kepala dinas PUPRPKP, sehingga dapat diketahui perhitungan dana yangdiperlukan.

Dan dicarikan jalan keluar (solusi) sehingga setiap D.I. se Rejang Lebong, terpelihara dengan baik, untuk mendukung proses peningkatan pangan, Nasional khusus sebagai prioritas Beras, bahan pokok hidup masyarakat untuk makan, sebagaimana telah digerakan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Khususnya peningkatan lumbung Beras bagi masyarakat di Rejang Lebong. Dan jangan sampai menunggu, terjadinya rusak berat, akan mengeluar dana rehabilitasi lebih besar lagi?.

(MN/ ***/ Tim Beo07.co.id)

 

Editor & Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan.

× Advertisement
× Advertisement