Daerah Jambi
Beranda ยป Berita ยป Dugaan Penganiayaan Anak Berinisial GS di Kota Sungai Penuh, Hardizal : Pemulihan Korban Harus Menjadi Prioritas

Dugaan Penganiayaan Anak Berinisial GS di Kota Sungai Penuh, Hardizal : Pemulihan Korban Harus Menjadi Prioritas

Ilustrasi/net

KOTA SUNGAI PENUH, BEO07.CO.ID – Kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa seorang anak di bawah umur, berinisial GS (12), di Kota Sungai Penuh, Jambi, memicu simpati luas dari berbagai kalangan masyarakat. Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka fisik yang sangat serius pada bagian mata serta kaki, dan kini memerlukan penanganan medis intensif serta pemulihan psikologis jangka panjang.

โ€‹Merespons kondisi darurat tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh menginisiasi aksi solidaritas kemanusiaan berupa penggalangan dana internal. Gerakan sosial ini di lakukan guna membantu meringankan beban pembiayaan rumah sakit serta operasional pengobatan korban yang berasal dari keluarga kurang mampu.

โ€‹Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan berulang yang menargetkan anak-anak. Menurutnya, pemulihan korban harus menjadi prioritas bersama agar masa depannya tidak terputus.

โ€‹”Ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan. Di usia yang baru menginjak 12 tahun, anak sejatinya berada di bangku sekolah dan menikmati masa bermainnya. Akibat trauma fisik dan psikis dari kejadian ini, korban harus menghadapi ujian yang sangat berat bagi masa depannya,” ujar Hardizal, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

โ€‹Hardizal menambahkan, seluruh dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun secara sukarela dari para kader dan pengurus partai akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat langsung memfasilitasi kebutuhan logistik medis yang mendesak.

โ€‹Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan dampak kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya bersandar pada kemampuan finansial keluarga inti korban. Diperlukan kehadiran dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat, lintas sektor, maupun instansi terkait.

BACA JUGA :  Proyek Jalan PDAM-Tamiai di Kerinci Disorot Diduga Gunakan Batu Kapur, Jadi Pertanyaan ?

โ€‹”Bantuan ini tentu tidak dapat serta-merta menghapus trauma atau penderitaan yang dialami korban. Namun, kami berharap aksi nyata ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi keluarga dalam mengupayakan kesembuhan total bagi Galang,” tambahnya.

โ€‹Pihaknya juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, lembaga sosial, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan demi mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Di sisi lain, ia berharap korban tetap mendapatkan pendampingan psikologis (trauma healing) agar semangat belajarnya tidak padam.

โ€‹”Anak-anak yang menjadi korban kekerasan tidak boleh kehilangan masa depan atau hak pendidikannya hanya karena kendala biaya maupun keterbatasan fisik akibat penganiayaan. Kami mengetuk pintu hati semua pihak untuk memberikan dukungan moril maupun materil,” pungkas Hardizal. (JEMI)

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement