Daerah Jambi
Beranda » Berita » Pasangan Proyek P3-TGAI di Desa Ujung Pasir di Kerjakan di Dalam Genangan Air

Pasangan Proyek P3-TGAI di Desa Ujung Pasir di Kerjakan di Dalam Genangan Air

KERINCI, BEO07.CO.ID — Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Penggunaan Air Irigasi (P3-TGAI) melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Ujung Pasir menuai sorotan. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pengerjaan pada Senin (10/08/2026), proses pengecoran dan pemasangan pondasi drainase irigasi di duga kuat di lakukan dalam kondisi genangan air yang cukup dalam tanpa pengeringan (dewatering) terlebih dahulu.

​Secara teknis konstruksi, pengerjaan cor semen atau pasangan batu yang tercampur air tergenang berpotensi menurunkan mutu campuran beton dan adukan semen. Kandungan air berlebih dapat melarutkan semen (washing out) sehingga menyebabkan struktur bangunan rentan rapuh, tidak tahan lama, dan berisiko cepat rusak saat di aliri air irigasi.

Pasangan bangunan tanpa di lakukan pengeringan saat proses pembangunan tengah berjalan. Dok BEO07-Kerinci

​Sorotan Teknis Pengerjaan di Lapangan

​Pengecoran di Atas Genangan Air : Bekisting kayu dan pondasi terlihat terendam air keruh saat proses pengerjaan berlangsung, yang dapat mengikis campuran adukan semen.

– ​Prosedur Pengeringan Absen : Tidak terlihat adanya penggunaan mesin pompa air atau drainase sementara untuk mengeringkan galian sebelum adukan semen di tuang.

– ​Di sinyalir Berisiko Penurunan Mutu : Metode kerja tersebut di nilai berpotensi merugikan keuangan negara dan mengancam daya tahan irigasi yang menjadi tumpuan aliran air ke lahan pertanian warga.

​Masyarakat setempat berharap dinas terkait dan Balai Wilayah Sungai (BWS) segera turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proyek ini agar kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Material bangunan patut di ragukan. Dok BEO07-Kerinci

Sedangkan ketua kelompok tani desa ujung pasir Tatang Winarta saat di konfirmasi melalui saluran WhatsApp pribadinya pada Senin (10/08/2026) tidak dapat memberikan klarifikasi yang tepat mengenai kapasitasnya sebagai pelaksana kegiatan.

BACA JUGA :  Tunjukkan Konsistensi Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Lebong Launching OPLAH Non Rawa

“Untuk pengecorannya di dalam air kita tidak tahu karena ini teknis tukang,”Ucapnya. (Tim)

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement