Catatan Yang Terabaikan
Beranda » Berita » Hidup Pasti Mati! AMPUNI YA ALLAH, SUDAH LAMA HAMBA TERJEBAK BADAI NAFSU KOTORNYA DUNIA?

Hidup Pasti Mati! AMPUNI YA ALLAH, SUDAH LAMA HAMBA TERJEBAK BADAI NAFSU KOTORNYA DUNIA?

ilustrasi/ kematian

“SAHABAT, ADIK DUNSANAK & MASYARAKAT LUAS JANGAN IKUTI HAMBA YANG SALAH INI“

Saya mulai dengan Sholawat, semoga dirohmati Allah SWT-

Allah humma salialaa Muhammad, Waalaa Ali Muhammad 3 X-

Setiap yang bernyawa pasti mati! Hanya lima kata, terakhir pasti mati. Mati,” ya mati ” yang tidak dapat ditawar-tawar, apa lagi dibeli, dia Allah   yang maha ada, Nyata, berkuasa atas segalanya , ALLAH SWT, yang menghidup dan mematikan. Saatnya nafas ditarik oleh malaikat pencabut Nyawa pasti mati.

Penulis catatan “Yang terabaikan” ini, lama merenung sebelum menuliskan naskah ini.  Dikutif dari Alqur’an dan hadist Shahieh, dan dari berbagai sumber Ceramah para guru (Ustazd) / Ustazzah menegaskan setiap yang bernyawa pasti mati. Tinggal waktunya, kapan nafas itu dihentikan sang penciptanya?. Kita bukan yang terkuat, yang maha segalanya adalah Allah yang maha ada.

Karena Allah yang menciptakannya, menghidupkan, memberi nafas, (hidup), memberi rezeki dan dia pula (maha kuasa) menghidupkan dan maha kuasa menghentikan, nafas, lalu berakhir dan Mati. Ini bukti dunia ini persinggahan sementara.

Ya Allah yang maha kuasa atas segalanya, “ampunilah hamba atas segala nafsu jahatku yang engkau larang. Aku mengakui berbuat dosa,  d zodlim, dan melanggar laranganmu, setelah kurenungi dalam bathin, hati dan jiwaku, aku hambamu yang berdosa, dzolim, mengabaikan laranganmu selama ini, dan tidak mengerjakan perintahmu.

Hamba hanya patuh selama ini pada pimpinan, kepala dinas / kepala lembaga, bos, yang memberi hamba gaji, ternyata semua itu keliru, yang benar hanya Allah dijelaskan dalam Bismillahirrahmanirrahim, artinya semua orang penganut ajaran Islam tahu artinya.

Tapi, tidak semua pemeluk Islam mendalami dan memahami maksud dan tujuan Bismillahirrahmanirrahim, termasuk penulis naskah ini, kata Gafar Uyub Depati Intan, akrab disapa “bang Ayub” saya sudah berpuluh tahun belajar bacaan Bismillahirrahmanirrahim, dari beberapa guru (Ustadz), Imam dan para ahli dibidangnya, namun saya belum belum memahami seratus persen, hanya baru batas menghafalnya.

Saya hanya tahu lanjut bang Ayub, batas menghafal artinya dengan kata maha pengasih dan maha penyayang. Bagaimana cara mempraktikannya?

Pastinya saya tidak tahu,…?

Ada penjelasan dari salah satu guru saya mengatakan maha pengasih dimulai dari setiap orang (hamba allah), diri sendiri secara ikhlas, tanpa diperintah (disuruh), dengan kerendahan hati, memberikan pertolongan kepada sesama makhluh Allah yang sangat butuh pertolongan, biasakan memberi dan menerima sesuatu secara ikhlas.

Bukan untuk mendapatkan untung, pujian (ria), dan menghitung kerugian semata Ikhlas, karena panggilan hati nurani, karena Allah. Bukan mencari untung, dan menghitung kerugian.

Dan bisa hidup damai, berdampingan dengan semua makhluk ciptaan Allah, “langit dan bumi, serta segala isinya adalah wujud dari Allah itu maha ada dan maha menentukan segalanya, dengan kuasa dan kasih sayangnya.

BACA JUGA :  BUPATI HARUS BERANI MEMELUK KEPENTINGAN RAKYAT

Dan maha pengasih dan maha penyayang, dan ada juga pendapat guru saya menjelaskan,  siapa yang mengucapkan

Bismillahirrahmanirrahim, ikhlas, fokus dan sungguh-sungguh dalam Bismillahirrahmanirrahim, adalah “perjalanan Allah yang luar biasa, bayangkan dulu tujuannya mau kemana, sebelum sampai sudah kembali, bacalah Bismillahirrahmannirrahim, berangkatlah, jangan ragu, semua kasih dan sayang bersama Allah.

Rasa bersalahku selama ini menghantui hari-hari tuaku, yang orang lain tentu banyak yang tidak tahu, siapa aku, “aku ingat kata guruku dari SD (Sekolah Dasar) sampai lulus SLTA kini sudah berambut dikepalaku sudah memutih, dan bercucu, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrahim, artinya Allah Maha Pengasih lagi Mahapenyayang.

Terbuka setiap waktu baginya, menerima Taubat dan permohonan ampunan,  bertaubat seperti Taubat Nasuha, tidak mengulangi lagi perbuatan, yang dilarang Allah. Jangan lagi terpuruk di lobang yang sama.

Aku berfikir selama ini,  aku telah terjebak dalam Nafsu kotornya dunia.

Pikirku , “jadi orang kaya, apa lagi pejabat negara/ daerah, bertampang Ganteng, disenangi banyak wanita” dan banyak orang pikirku, itu hebat dan bisa dibanggakan?.

Ternyata aku keliru dan salah besar. Perubahan yang kulakukan, aku harus minta ampun kepada Allah, dengan bersujud kehadapannya, dengan mengerjakan Shalat 5 (lima waktu), mulai detik ini, dan jangan menggunakan kata terlambat.

Dan mengerjakan perintahnya yang lain, Puasa, berbuat baik kepada siapapun, termasuk makhluk lain yang diciptakannya.

Semoga kematian kita dalam catatan Khusnul Chotimah, “diterima disisinya dengan baik” mati dalam berstatus beriman secara Islam.

Maka pada saat kematian, diantara hambanya sampai ajal (kematian) ada yang tersenyum, mungkin melihat sesuatu yang lebih baik dialam sana, dan banyak pula hamba allah yang di cabut ruh (nafas) terlihat sulit dan baca oleh masyarakat QS.Yasin terlebih dahulu, baru iya Mati.

Sulitnya kematian itu, ternyata hambanya itu menikmati “badai nafsu kotornya dunia” selama masa sehatnya yang membuat dia sombong, angkuh, dan melupakan orang-orang yang hidup disekitarknya. Dan tidak mengabdi kepada tuhannya Allah SWT.

Iya, “sangat bangga, dan sombong dengan harta, jabatan (kekuasaan)nya dan menikmati  badai kotornya nafsu dunia” dia jadikan harta, kekuasaan dan kekuatannya, menindas sesamanya, padahal manusia di mata  Allah adalah sama.

Keberhasilan hamba Allah, menarik kekayaan, menggunakan cara-cara yang biadab, tipu daya, kekerasan dan kekuatannya, “bak Fira’un yang nyata, ditenggelam Allah dilaut hitam” karena kerakusan dan kejahatannya terhadap manusia di jamannya.

Inilah kemenangan para setan, iblis, serta tangan-tangan jahil, bergembira ria, yang telah berhasil menggoda dan menghancurkan hamba Allah, anak manusia yang di ciptakan Allah, lebih sempurna dari makhluk lainnya, di beri Mata, Telinga, Mulut, Hidung, Akal (Pikiran) dan lainnya semua untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

BACA JUGA :  DPRD LEBONG TINGKATKAN DANA RUTIN! PEMELIHARAAN JALAN & JEMBATAN BELUM MENJAWAB KEPENTINGAN UMUM

Bagi hamba Allah, yang menghalalkan segala cara dalam menjalani kehidupan ini, untuk mencapai sesuatu yang di kehendakinya dengan melawan perintah Allah, iya menjadi orang yang dzolim.

Kekayaan, kekuasaan, kekuatan, yang dimiliki digunakannya semata kesenangan dunia, dan melahirkan kesombongan, angkuh serta perbuatan jahat lainnya “Nyawanya di cabut dengan keras dan menyakitkan” oleh malaikat maut pencabut nyawa, kata guru saya jelas bang Ayub.

Setiap orang yang angkuh dan sombong, dengan apa yang dimilikinya tidak ada yang bisa abadi, semuanya akan mati. Terkecuali Nabi, yang di kehendakinya bisa hidup, sampai kiamat tiba (berakhir).

Sombong dan angkuh sudah lama bersemayam dalam tubuh kita tinggal besar kecilnya di mata Allah. Yang menyalahgunakan, rachmat, anugerah dari Allah, yang dimilikinya itu akan menjadi azab bagi diri dan keluarganya, akan menerima kematian yang menyakitkan.

Kekayaan, kekuasaan dan kekuatan saat di peroleh dengan menghalalkan segala cara, dan digunakan semata kepntingan dunia, iya bisa runtuh dan berantakan saat di kehendaki Allah, dalam hitungan detik, dengan menurunkan musibah padanya dengan apa saja yang di kehendakinya, lewat “Bencana Alam, Banjir, Gempa, Perang dan bentuk Kematian sadis lainnya”

Mengingat, mempelajari ulang dan mendalami pelajaran tentang kebesaran Allah, atas segala ciptaannya Allah hanya satu, dia yang maha ada, Allah.

Sebagaimana dalam Dzikir Nafas, setiap hamba Allah yang mengamalkannya. Dia, akan bisa mengenal dirinya, siapa dia?

Jika dia (hamba allah) tahu dirinya? Iya akan tahu siapaTuhannya.

Segalanya atas kehendak Allah.

Ya Allah, engkau terima atau tidaknya pengakuan, atas laranganmu yang ku kerjakan selama ini, yang membuat aku berdosa besar atau kecil?

Aku menyadarinya. Aku tak henti-hentinya, memohon ampunanmu, ya Allah. Aku wajib menghentikan sifat Serakah, kejam, Sombong, Dzodlim, dan segala bentuk yang melawan kebenaran darimu ya Allah.

Hamba siap menerima, di manapun hamba ditempatkan didunia dan akhirat nanti. Hanya engkau yang maha tahu…!

Pesan dan ajaran guruku, apa yang engkau kerjakan kemaren, tidak membuat aku malu hari ini, itulah Bahagia dan Surga bagiku.

Dan bersujudlah kamu kepadaNya, (Allah SWT) kerjakan perintahnya dan hentikan larangannya, dengan berbuat baik, menyayangi dan mengasihani antar makhluk Allah, kamu akan dipanggil kembali kepadanya dalam keadaan tenang atas rehdoinya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Pesan dan cerita panjang lebar dengan mengutif pelajaran dari para guru dan pihak ahli dibidangnya, jujur dan benar dalam penerapannya saya pribadi, kata bang Ayub mengaku bersalah dan bersama padamu ya Allah.

Tanpa henti, aku memohon ampunanmu, yang maha Agung, maha segalanya dalam perjalan waktu.

Bila banyak  pihak yang tidak sependapat dalam menjalani cerita kehidupan ini, itu hak masing-masing orang.

BACA JUGA :  Kartu Pers Wartawan Hanya Identitas, Bukan Jaminan Sebagai Jurnalis

Kita hanya batas menghimbau, tidak untuk ria, mari kerjakan perintah Allah, dan hentikan larangannya. Karena dia Allah yang maha ada, maha kuasa atas segala ciptaannya. “Bukan aku, bukan kita?” tutur bang Ayub.

Karena masing-masing kita, punya Mata, Telinga, Nafsu dan akal dan kelengkapan lainnya yang diberikan Allah, untuk menyembah tuhan Allah SWT, dalam kehidupan ini boleh saja ada pihak, punya pendapat lain, namun saya, lanjut bang Ayub, tanpa henti belajar menerapkan kejujuran, untuk melahirkan kebenaran, yang di redhoiNya.

Menurut penulis “Catatan yang terabaikan” ini berdasarkan data, bukti, yang dilihat langsung, didengar, setiap yang bernyawa semua mati, didunia ini tidak ada yang abadi.

Kata guru saya, hidup ini persinggahan, Fanna, dalam permainan Nafsu, yang tidak mampu menahan diri, Nafsu, akal, (pikiran kotor) saling bertabrakan, tidak percaya tanyakan pada diri masing-masing?.

Khusus Umat Islam, yang beriman (tawakal), Allah jalan kembali.

Allah yang maha segalanya, (menciptakan apa yang dia mau, dan dia pula yang mengakhirinya, setiap yang dihidupkannya pasti mati.

Sebelum Nafas berhenti (dicabut), kembalilah kepadanya, (Allah), meminta ampunan, bersujud dan mengakui ke dzoliman (kejahatan / dosa) yang dilakukan selama ini.

Karena, Nafsu dan akal sangat suka berbuat bohong, tanyakan pada diri, hati kita masing-masing, “iya atau tidak ?”

Karena nafsu dan akal licik dan kotor tidak mau mengakui kebenaran, Ia berjalan dan bekerja,semata untuk menguasai sesuatu dengan menggunakan cara, “Nafsu busuk, haram, halal hantam” keberhasilannya menguasai harta, tahta dan wanita, serta lainnya dianggap kemenangan, itulah badai duniawi mengutif keterangan dari guru saya.

Saya, lanjut bang Ayub, merasa hdup dalam kedzoliman selama ini, ya allah hanya pada engkaulah tempat hamba menyembah, dan pada engkaulah tempat hamba meminta pertolongan, tak ada yang lain.

Hamba kembali pada engkau ya allah dalam keadaan berlumur   dosa, ya allah berilah hamba ampunan, karena engkaulah yang hamba akui maha segalanya.

Hamba sudah lama terjebak dalam sandiwaranya duniawi, yang Fanna ini. Ampun-ampun ya Allah. 

Dengan mengucapkan, Bismillahirrahmanirrahim, (Allah maha pengasih lagi maha penyayang), hanya pada engkau tempat hamba menyembah dan meminta pertolongan.

“SURGA DAN NERAKA” Telah hamba rasakan didunia ini sebelum nafas hamba engkau hentikan, apa lagi setelah kematian, (di akhirat) nanti, tergantung engkau ya Allah di neraka mana hamba ditempatkan, segalanya atas kuasa engkau ya Allah ?.

Ya Allah, permohonan dalam tulisan ini, hamba tutup dengan kalimat Allah humma salialaa Muhammad, waalaa ali Muhammad. Alhamdulillahirrabil alaamin. (*****)-

Penulis, Hamba Allah yang lemah, Gafar Uyub Depati Intan, Pemimpin Redaksi Beo.co07.co.id, yang juga Ketua DPD-KWRI Propinsi Bengkulu.

 

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement