Catatan Yang Terabaikan
Beranda » Berita » HAI WARTAWAN ANGKATLAH PENAMU, JANGAN JADI PENONTON DI KAMPUNG SENDIRI!

HAI WARTAWAN ANGKATLAH PENAMU, JANGAN JADI PENONTON DI KAMPUNG SENDIRI!

Ilustrasi

Maaf – iya?. Hai Wartawan angkatlah Penamu, jangan jadi Penonton dikampung sendiri. Hahaaa…bagi kita yang memilih profesi Wartawan tak mampu menghapus air mata penderitaan rakyat, tapi setidaknya ada koreksi terhadap kemajuan pembangunan daerah, seperti Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Kerinci, dan Bengkulu tengah?

Tidakkah Wartawan sebagai wujud penyampaian pendapat umum masyarakat, factual, berimbang, memberi ruang, waktu dan tempat bagi semua pihak menyampaikan koreksi, masukan dan pandangan kepada pemerintah pusat dan daerah.

Dasar UUD 1945 Pasal 28F, Panca Sila, terutama Sila, kelima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, UU No.40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan dukungan HAM (Hak Asasi Manusia).

Janganlah Wartawan jadi penonton di kampung sendiri. Sampaikan dengan jujur. “keberhasilan bupati/ kepala daerah, Gubernur dan Walikota, (pemimpin daerah), berhasil membangun daerah yang dipimpinnya.

Bila benar berhasil?

Apa lagi yang jadi Wartawan, di antaranya putra-putra terbaik daerah masing-masing. Sungguh naib, bila anda berpangku tangan jadi penonton dikampung sendiri ?.

Dan kritisi jika pembangunan daerahmu, “jalan ditempat, gagal atau terpuruk, bersama penderitaan rakyat?” Wartawan harus tegar menghadapi tantangan. Karena sebagai Wartawan telah menjatuhkan pilihan di dunia Jurnalist.

Tak heran hampir dalam satu minggu, 7 hari ada pertanyaan muncul dari masyarakat yang disampaikan kepada redaksi Mediaonline Beo07.co.id, kemana Wartawan?”

Rasanya sulit dijawab, kemana iya ???

Wartawan, banyak di Lebong, Kerinci, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah dan Kepahiang, kok beritanya dalam 24 jam jauh lebih sedit/ kecil dari jumlah Wartawan yang ada. Kemana Wartawan iya, apa mogok juga ? Bukan usil ada di mana – mana, kadang banyak di kantor.

BACA JUGA :  KORLAP AKSI (DEVRI BOY) DESAK KEJATI JAMBI PERIKSA BUPATI KERINCI ?

Suka tidak suka, ada tiga tugas utama Wartawan, pertama “menyampaikan segala bentuk/ hasil pembangunan dalam berita, kedua menyampaikan cerita perubahan budaya, sastra dan hiburan, dan ke tiga menyampaikan dan melaksanakan control sosial (Sosial control), ketiga tugas ini untuk kepentingan publik, (masyarakat luas).

Apa lagi bulan ini, Agustus 2026, 17-08-1945 Merdekanya Bangsa Indonesia, yang dibacakan dan di proklamirkan atas nama bangsa Indonesia Soekarni-Hatta. Wajib kita lanjutkan perjuangannya.

Dalam teks Proklamsi itu terkandung amanah Kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak boleh ada lagi penjajahan di bumi ini, sebagai mana dijelaskan dalam Pembukaan UUD 1945 penjajah harus dihapuskan dari muka bumi ini. Ratusan anak-anak dan wanita meregang nyawa, di bombardier Yahudi biadab itu.

Maka Negara dan bangsa kita Indonesia berdiri kukuh mendukung Kemerdekaan Bangsa Palestina, yang dijajah Israel dibawah tindakan kekerasan dan biadab.

Maka peran Wartawan dalam menyampaikan informasi secara benar dan kritis, ditunggu masyarakat. Terkadang sebagai Wartawan “Penulis Catatan yang terabaikan” ini, ada rasa malu. Karena tidak mampu menjawab pertanyaan masyarakat. Apa kerja Wartawan ?

Terkadang muncul pertanyaan miring dari masyarakat dan mengetuk hati, “mungkin Wartawan lagi mogok bersama penguasa, menikmati istirahat nan indah, dalam semelirnya angin berhembus, Ngopi dan makan bareng bersama,……?”

Setelah kelelahan menjalankan tugas-tugas Kontrol Sosial dan Sosial Kontrol, bagi kepentingan kemajuan pembangunan di setiap daerah.

Ngopi bersama sangat baik, sekaligus silaturrohmi, antar anak bangsa. Tapi, jangan lupa ketika anda mengaku Wartawan, jadilah pasilitator penyambung pesan rakyat.

Bayangkan 350 tahun di jajah Belanda, dan 3, 5 tahun di jajah Jepang, dibawah tekanan dan kekerasan, bahkan banyak istri kehilangan suami, anak kehilangan ayah dan ibu, serta suami kehilangan istrinya, berdarah dan mati. Ini fakta, bukan elusi.

BACA JUGA :  Hidup Pasti Mati! AMPUNI YA ALLAH, SUDAH LAMA HAMBA TERJEBAK BADAI NAFSU KOTORNYA DUNIA?

Maka 89 tahun kita merdeka, sejak 17-08-1945, 17-08=2026 yang kita rayakan saat ini di bulan Agustus 2026, sebuah anugerah besar dari Tuhan yang maha Esa (Allah-SWT), peran masing-masing kita untuk mengangkat harkat dan martabat lebih sejahtera, aman dan nyaman, sebagai warga Negara yang baik karyanya di tunggu masyarakat.

Mundur majunya pembangunan daerah, tidak bisa di serahkan, seratus persen pada kepala daerah (bupati), Walikota dan Gubernur, kendati janjinya diatas kertas dalam Visi dan Misi, tertulis luar biasa, maksud dan tujuannya mensejahterakan rakyat kenyatannya setelah dua tahun berjalan masa pemerintahannya, hanya “mampu membelanjakan” uang APBD (Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah) yang sudah ada.

Dan tidak bertambah, namun kita tidak boleh serta merta menyalahkan semata, kesalahan pemimpin daerah, karena pemimpin daerah dikeliling banyak pembantunya mungkin belum maksimal menjalankan program pembangunan daerah, dan banyak juga “yang pandai menjilat, hanya untuk mengamankan jabatannya?”

Dalam pembangunan daerah peran, fungsi dan tanggungjawab Pers (Wartawan), di uji oleh waktu bertahan atau tidak?.

Berani atau tidak menyampaikan kebenaran. Meminjam istilah Mantan Wapres RI H Adam Malik, “dalam mencari kebenaran, kita harus benar  dulu, sebelum mengatakan kebenaran, katakanlah yang benar itu tetap benar sekalipun sakit dan pahit.” Pesan itu, mengetuk hati penulis artikel ini. Dan mengakui di sana sini masih banyak kekurangannya.

Dalam membangun daerah mari kita dukung bupati, walikota dan gubernur, memajukan pembangunan daerah di semua sektor. Dan mengkritisi, mengkawal penggunaan pembelanjaan dana APBD dan kucuran dana dari pemerintah pusat, untuk mensejahterakan rakyat didaerah, khsusnya di Kabupaten Lebong, Kerinci, Rejang Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Tengah, yang telah di pantau Tim Wartawan Beo07.co.id, dirasa masiih jauh tertinggal.

BACA JUGA :  Kartu Pers Wartawan Hanya Identitas, Bukan Jaminan Sebagai Jurnalis

Bangkit dan bangunlah bersama Pemimpin dan Rakyatnya, agar kemajuan pembangunan daerah bersih dari praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, di mulai dari pemimpin bersama rakyat dukung pemberantasan korupsi di semua tingkatan.

Yang di canang dan digerakan Presiden RI, Prabowo Subioanto. Kelangit pun larinya koruptor, akan di kejar sampai dapat. ( *** )

 

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement