
Petani Pejuang Petani, Pejuang Petani Mana Suaranya?
Edminuddin, anggota Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Prop. Jambi, menjawab pertanyaan Tim OPINI Perjuangan, tentang kesulitan peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Kerinci, yang berada di 285 desa dan 2 kelurahan, total (287 desa dan kelurahan).
Menurunnya peningkatan usaha Pertanian sebagai usaha utama masyarakat Kerinci, meliputi penanaman ; Kayumanis, Kopi, berupa tanaman keras untuk penghasilan jangka panjang. Kayumanis, tujuh tahun baru bisa panen, Kopi 4, 5 tahun baru Panen.
Sedangkan ekonomi jangka Pendeknya Kentang, dan sayur mayur, Cabai, dan Bawang. Dan Sawah fungsional, dua kali MT pertahun.



Ketua DPRD Kerinci, Irwandri (kiri), Waka I Boy Edwar (tengah) dan Waka II dr. Surmila Apri Yulisa (kanan). Dok
Belakangan ini dirasakan masyarakat menghadapi banyak masalah kesulitan mendapat Pupuk Bersubsidi dengan harga Subsidi maksimal harga enceran tetap (HET), jangan melambung di atas HET?. Dan seharusnya mudah di dapat dan terjangkau. Kenyataannya masih sulit ?
Dalam kondisi sulit ribuan Petani Kerinci harus, melalui kerja keras Bupati Kerinci dan jajarannya yang menangani bidang Pertanian, Ekonomi, Masalah Sosial dan Kemanusian.
Melakukan pengawasan aktip dan memastikan Pupuk dalam keadaan cukup untuk 285 desa dan 2 kelurahan, karena mayoritas masyarakat Kerinci usaha hidupnya sektor Pertanian, demikian data yang diperoleh Tim OPINI Perjuangan.
Melihat dan membaca masih tingginya tingkat kesulitan masyarakat menghadapi banyak tantangan, selain kesulitan soal Pupuk bersubsidi dengan tidak harga HET, dan sehrusnya mudah didapatkan, ternyata masih menyulitkan.
Kadang lancar, kadang sulit dan macet, ini perlu dilakukan pengawasan secara rutin oleh pihak berwenang. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM.
Menurut Edminuddin, dari Komisi IV DPRD Propinsi Jambi daerah pemilihan Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kepada Tim OPINi Perjuangan mengatakan Masyarakat Kerinci bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, jangan menunggu dalam keadaan yang sulit.
Dan harus bergerak untuk mengatasi masalah, Bupati & Wakil Bupati KERINCI, duet Monadi โ Murison harus mengambil langkah memastikan pupuk tidak langka, dan mudah didapatkan.
Dan tetap dengan harga Subsidi, sesuai dengan Perintah Presiden RI Prabowo Subianto, tidak boleh lebih di atas harga enceran tetap (HET). Jangan diam,โฆtegas Edminuddin, pada Tim OPINI Perjuangan.
Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, jangan lupa janji politiknya yang telah sacral sejak kampanye Pilkada tahun 2025 silam.

Ilustrasi/ HET Pupuk dan Ishak Burmansyah
Dan menjanjikan masyarakat Kerinci sejahtera. Bahkan sama kita ketahui Monadi-Murison, menjanjikan dengan visi dan misi โPETANI PEJUANG, PEJUANG PETANIโ untuk kesejahteraan rakyat Kerinci. Mana,โฆ.???
Ini sudah berjalan dua tahun, rakyat (masyarakat) Kerinci, masih berkutat kesulitan soal Pupuk.
Ini ada apa, tegas Edminuddin. Logikanya bagaimana masyarakat Petani mau sejahtera soal pupuk saja belum teratasi dengan benar.
Maka saya himbau, agas pengawasan rutinitas oleh Dinas Perdagangan di jalankan secara rutin (terus menerus), untuk memastikan pupuk tersedia, harga terjangkau dan subsidinya tidak boleh harga jualnya di atas Harga Enceran Tetap (HET), jelasnya.
Bupati / Kepala Daerah, pengguna anggaran setelah disahkan DPRD, untuk dibelanjakan harus di sesuaikan dengan kebutuhan yang penting dan strategis bagi masyarakat Petani Kerinci, kebijakan pembangunan harus prorakyat, paparnya.
Jika lahan Petani sudah sempit, karena kita berada dalam Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) sejak tahun 1982 silam, perluasan ladang (kebun) tidak bisa lagi, maka bupati dan wakil bupati harus berfikir kritis.
Perlu atau tidak diadakan pendataan lahan tidur?ย
Saya rasa sangat perlu dan strategis untuk kesiapan ratusan ribu Petani Kerinci ada lahan yang cukup, sesuai kemampuan masing-masing, untuk menanam Tanaman jangka Pendek, Kentang (Kubik), Cabai, dan sayur-mayur, semuanya butuh Pupuk yang cukup, penyubur dan anti hama.
Berdasarkan potensi (lahan Potensial) untuk Kerinci Hulu, khususnya Kayu Aro, dan Gunung Kerinci, dan Siulak masih produktif penanaman Kopi Arabika.
Kini banyak Petani beralih ke Kentang, maka pupuk harus tersedia setiap waktu.
Dan Kerinci Tengah, memiliki potensial lahan Sawah Fungsional, sangat memerlukan Pupuk dan Air yang Cukup. Masalah Daerah Irigasi Teknis, Semi Teknis โ non teknis dan irdes (irigasi desa), harus terdata dengan riil, terawat dengan baik dan berfungsi.
Untuk menjawab peningkatan produksi pangan, khususnya Beras minimal bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Kernci.
Dan Kerinci Hilir, gabungan Kopi, Kayu Manis dan Buah-buahan, harus di siapkan juga Pupuk yang cukup.
Karena lahan yang ada sudah di garap ratusan tahun silam oleh nenek Moyang Suku Bangsa Kerinci, yang terkenal pekerja keras (Peladang) dan Kebun Tradisional, dan harus di usahakan oleh Bupati Kerinci, alat Pertanian berteknologi dan cepat, untuk menggarap lahan lebih mudah, dengan baik dan benar, jelas Edminuddin.
Jangan diam,โฆkita telah mengusung Visi dan Misi PETANI PEJUANG, PEJUANG PETANI, UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT KERINCI?
Jadi kalau ada masyarakat mengeluh, dan mempertanyakan โjangan marah dan tersinggungโ itukan janji politik yang di usung, tinggal merealisasikan, dan membuktikan kerja pada masyarakat. Jangan sampai janji tinggal janji, ujarnya.
Kini, masyarakat kita sudah kritis, โmereka butuh bukti bukan janji lagiโ tandas Edminuddin, Jum,at-28 Agustus 2026 lalu kepada Penulis OPINI Perjuangan Beo07.co.id โ
Dekat masyarakat sangat baik :ย Monadi kini akrab dengan masyarakat, menghadiri acara Pernikahan, Kenduri Sko (adat), Rentak Kudo, Carrpriday, bersama-sama senam dengan ibuk-ibuk dan janda dan anak gadis boleh saja, itu baik membangun silaturrohmi. Tapi jangan lupa janji poltik, untuk mensejahterakan rakyat Kerinci.
Tapi bagaiamana menyelesaikan janji politik mensejahterakan masyarakat Kerinci lewat Visi dan Misi โPEJUANG PETANI DAN PETANI PEJUANG, MENSEJAHTERAKAN MASYARAKATโ Itu lebih prinsip dan penting, untuk memenuhi masyarakat Kerinci makan tiga kali sehari, bergizi.
Dan untuk meneruskan pendidikan bagi generasi muda Kerinci, agar ber-ilmu punya sumber daya manusia (SDM) yang handal dan siap bersaing kedepannya, daerah dan nasional papar Edminuddin.
Jika ekonomi masyarakat menurun dan kesulitan tinggi, apa lagi sempat macet, makan bisa terancam, kelanjutan pendidikan bisa terganggu, dan bisa berlanjut pada kesehatan, kalau kurang makan dan gizi.
Kelangkaan Pupuk tidak boleh terjadi? : Ishak Burmansyah, Aktivis LSM PEKAT PROP. BENGKULU, berpendapat โkalau kelangkaan pupuk terjadi, jelas hasil Panen Petani akan berkurang, seharusnya pemerintah pusat membuat Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pengawasan terhadap Pupuk.
Mulai dari penjualannya, harganya dan pendistribusian di tingkat petani harus di awasi.
Kalau ada yang macam-macam tangkap, kalau itu di siapkan Negara, maka kesejahteraan petani bisa di tingkatkan.
Dan petani jika salah menggunakannya, sudah di beli, atau di jual lagi kepihak lain harus di tindak, apa lagi dalam kapasitar besar ?.
Maka pengawasan di tingkat Distributor (kabupaten), harus dilakukan secara tepat.
Dan di kecamatan ada penyalur (agen), harus bersih dari permainan kotor, alias mafia Pupuk. Contoh pernah terjadi Rejang Lebong, ratusan Ton pupuk yang menurut Distributor belum di beli rakyat, ternyata di jual ke kabupaten lain dengan alasan gudang harus di kosongkan, akan masuk barang baru.
Pertanyaan jangan sampai ada Distributor membeli pupuk di luar kepentingan rakyat (Petani), sehingga numpuk di gudang rakyat (masyarakat), tidak suka karena tidak sesuai kebutuhan tegas Burmansyah.
Pupuk subsidi yang diperlukan NPK, Orea, SP36, dan ZA, sedangkan yang ada pupuk lainnya, jangan sampai terjadi di Kerinci tegas Ishak Burmansyah.
1 (Satu) Distributor harus mempertanggungjawabkan kebutuhan 3 s/ 5 kecamatan, dan minimal Kerinci memiliki 6 Distributor untuk melayani masyarakat Petani dari 285 dan 2 kelurahan, berada dalam 18 kecamatan, total 287 desa dan kelurahan.
Dan Dinas Perdagangan sebagai pihak yang diserahi tanggungjawab harus mengecek kebutuhan yang diperlukan.
Bupati Kerinci, Monadi Murasman, sampai artikel ini ditulis dan diturunkan belum di peroleh keterangan secara independen dan professional, apa yang telah di lakukan penanganan soal pupuk.
Dan pembangunan Kerinci, yang di janjikan dalam politik Monadi-Murison, Petani Pejuang, Pejuang Petani, mensejahterakan masyarakat Kerinci. Mana,โฆkini kian sulit?.
DPRD Kerinci, jangan diam hak pengawasan pembangunan ada di tangan mereka sebagai wakil rakyat (jelmaan rakyat), harus mempertanyakan kepada Bupati Kerinci setelah dua tahun tugas dinas Pemerintahan daerah berjalan dibawah kendali bupati, apa yang telah dan akan di lakukan, mana hasil nyata untuk rakyat Kerinci.
Lalu Dewan Kerinci yang terhormat, jangan diam mumpung masih duduk, jalankanlah tugas dewan yang pro kesejahteraan rakyat.
Jangan tutup mulut, anda di bayar di gaji untuk bicara dari uang pajak dan retribusi yang di bayar rakyat.
Diberi mobil dinas, tunjangan dinas, tunjangan rumah dinas dan lain sebagainya, jangan sampai memakai istilah 5 D โdatang, duduk, dengar, diam, duitโ jangan ada yang tidur waktu pembahasan kepentingan rakyat Kerinci.
DPRD Kerinci, juga harus bangkit dengan tugasnya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. ( *** )-
ย




