
CERITA INDONESIA NEGARA KAYA, MEMILIKI KEKAYAAN BERLIMPAH DENGAN POTENSI ALAMNYA YANG LUAR BIASA, BERUPA ENDAPAN DI PERUT BUMINYA, EMAS, BATU BARA, TIMAH, BOKSIT, TEMBAGA, NIKEL, Dan MINYAK. Pertanyaannya sudah sejahterakah masyarakat kita, ( Indonesia ) ?
Siapapun dia, sebagai manusia biasa tentu sangat berkeinginan hidup berkecukupan, kalaupun tidak kaya, setidaknya hidup layak berkecukupan dan tidak semua orang bisa (mudah) apa lagi jadi kaya raya, kenyataannya apa yang kita rasakan masing-masing hari ini, hidup berkecukupan saja sulit. Apanya yang salah?
Tentu kita sendiri yang lebih tahu dan meraskannya. Jadi orang miskin, serba kekurangan bahkan terancam kelaparan (tidak bisa) makan karena tak punya uang dan beras bahan pangan lainnya?


Kita semua wajib hidup berkecukupan, kalaupun tidak jadi orang kaya, kendati itu elusi, karena tingginya jumlah angka orang miskin, bila sampai lebih 60 persen dari jumlah penduduk bisa membahayakan orang kaya dan pemerintah, akan terganggu tidak bisa hidup nyaman dan aman. Karena menghadapi jumlah orang miskin yang jumlahnya tinggi, yang menghadapi kelaparan, (perut keroncongan), tapi saat ini sampai bulan September 2026, kita masih aman, kebutuhan beras masih cukup.
Akibat kemiskinan yang jumlahnya tinggi bila sampai diatas 50 persen,warga hidup dalam Kemiskinan bisa dipastikan Kriminalitas meningkat tajam, kecemburuan sosial (jurang pemisah) bisa kian meningkat tajam, ini awal mulai merepotkan kita semua, dan Polisi bisa tanpa istirahat menangkapi pelaku kejahatan.
Karena jumlahnya banyak, persoalannya tidak lain โperut yang kosongโ dan keluarga yang kelaparan. Tuntutan itu, membuat orang berfikir pendek dan nekat, mencari sesuatu untuk menutupi kebutuhan makan mereka tiga kali sehari (cukup).
Artikel ini jika dibaca sepintas boleh di sebut elusi atau hayalan semata, atau asal tulis oleh penulis OPINI Perjuangan ini, karena tanpa didukung data yang riil.
Benarkah demikian, kita perlu lebih banyak lagi berhayal dalam arti positip melihat masalah kemiskinan, yang tak kunjung usai dibicarakan bahkan di bahas dari berbagai sudut pandang, namun jumlah orang miskin terus meningkat ?
Apanya yang salah dari Pemerintahan Negara besar RI ini, masalah kemiskinan kian kompleks dan meningkat, kendati secara teori dinyatakan menurun, dan kesejahteraan masyarakat kian meningkat, (membaik) ?
Kita elusi positif dulu bagai mana caranya jadi orang hidup berkecukupan?
Banyak pihak berpendapat, semua itu takdir dari tuhan. Jika tuhan menghendakinya, kapan saja akan jadi orang kaya. Pendapat itu tidak semua pihak bisa menerimanya, tanpa usaha dan kerja keras? Tak mungkin hidup berkecukupan apa lagi mau Kaya !!!
Ada lagi pendapat menjelaskan kalau mau hidup berkecukupan harus kerja keras, dibarengi memohon pertolongan pada Tuhan yang maha esa, bagi umat Islam Allah SWT.
Dan pendapat lain, kerja dan berfikir keras, jujur, bisa jadi orang kaya, banyak pendapat memang berbeda mengatakan bisa kaya. Tentu tak mudah?
Ada juga pendapat menjelaskan, kalau mau kaya harus tekun menabung (menyimpan) uang walaupun jumlahnya kecil tapi rutin setiap harinya, dan tidak boros (berpuya-puya) bisa kaya.
Ada lagi pendapat tertutup, bernilai negative mengatakan kita di daerah hanya banyak jadi korban, kebijakan pemerintah. Jangan terlalu takut, lakukan โperampokan uang rakyat, lewat – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), uang pajak yang dibayar rakyat kenegara, dan garap kekayaan alam Batu Bara, Emas, Nikel, Timah, Boksit dan Hutan, lebih cepat kaya, (jadi orang kaya) kalau tidak ketahuan oleh aparat penegak hukum? Ingat cara kaya yang dipaksakan itu, tetap berdampak melawan hukum.
Karena di pemerintah pusat orang (pejabat) yang kerjaya santai dan tidak terlalu bekerja keras telah, duluan melakukan perempokan uang rakyat, nilainya triliyunan rupiah, dan banyak yang belum terjerat hukum. Dan sebagian terjerat hukum, namun belum membuat efek jera, karena hukumannya ringan, itu alasan dari masyarakat awam soal penegakan hukum yang benar.
Sedangkan Pemerintah daerah Kabupaten, Kota dan Propinsi, bekerja keras membangun daerah dan anggaran terbatas, korupsi dikit saja di uber-uber habis-habisan, kenapa korupsi raksasa, pada mantan Presiden, Kementerian, DPR-RI, justru belum tersentuh. Maka kita harus mendukung langkah tegap dan tegas Presiden RI Prabowo Subianto, memburu koruptor kemanapun bersembunyi, ke antartikapun diburu sampai dapat.
Kenapa para koruptor raksasa, sulit di tangkap? Ini ada apa,โฆ? Apa ada perilaku saling melindungi, sementara warga Negara kita yang miskin, dan hidup di bawah garis kemiskinan kian meningkat, juga belum tersentuh penanganannya secara fokus, agar menjadi masyarakat pra sejahtera (hidup berkecukupan). Bukan kaya, itu saja belum berhasil?
Dan ada juga pendapat menjelaskan, mau kaya cepat lewat berdagang, apa saja dengan cara beli dari sumber bahan dagangan semurah-murahnya, dan jual semahal-mahalnya, tidak rugi tetap untung juga cepat jadi orang kaya.
Dan cara lain cepat kaya, para pejabat yang berani menggunakan wewenang jabatan, untuk cari uang (harta) seperti sering dilakukan para oknum Gubernur, Bupati dan Walikota/ kepala daerah, bahkan mantan Presiden, Menteri, saat menjabat โbermain lewat kewenangan jabatanโ melakukan Ijon Proyek (Fee) siapapun yang mau proyek (kegiatan pemborongan), bayar uang di muka terlebih dahulu, maka cepat kaya dan jadi orang kaya?.
Ini bila tidak ketahuan. Maka masyarakat secara mayoritas hampir seratus persen, kalau di survey secara benar mendukung pemberantasan korupsi dan pemiskinannya, dan kembalikan uang rakyat ke kas Negara dan kas daerah, untuk di gunakan membangun kepentingan rakyat Indonesia.
Masih dari penyalahgunaan wewenang, jual beli jabatan pada bawahan/ jajaran, yang ingin cepat naik jabatan dan menghasilkan uang, jadi kepala dinas organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala kantor, kepala badan, direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina, BUMD, PLN, jadi Camat, bahkan lurah, jadi rebutan.
Bahkan didaerah tertentu jabatan itu dibayar, ini juga menghasilkan uang dan cepat kaya (jadi orang kaya), ini jika lolos dari aparat penegak hukum, sama dengan kasus-kasus yang dijelaskan diatas.
Dari banyak pendapat, secara umumnya berpegang pada usaha yang kuat, jujur, sabar, kreative di barengi do,a dengan meminta Pertolongan pada yang maha kuasa, Allah SWT ini bisa kaya (jadi orang kaya), secara spiritual dan fisik, pikiran (akal) sehat bekerja bisa jadi orang kaya. Tanpa melawan hukum Negara, hukum tuhan dan hukum Sosial dari masyarakat. Dan semuanya atas kehendakNya. Cara yang satu ini, tidak banyak jumlahnya yang kuat, kebanyakan mencari jalan pintas.
Selebihnya jadi orang miskin. Miskin itu tidak semata karena tidak kerja keras, berfikir dan bergaul namun Allah SWT (Tuhan yang maha esa) belum menghendaki (meredhoinya).
Jadi banyak jalan mau jadi orang kaya, kerja keras, jujur dan berdo,a ? Didunia modern, teori itu sudah kuno dan di abaikan, ada yang mengatakan tidak ilmiah?
Kemiskinan di Indonesia yang Tak Kunjung Usai? (Sumber data dari Pemerintah RI), Grafik orang miskin, yang dihitung setiap bulan dan tahun, dalam satu periode Presiden terpilih menjalankan tugas pengabdiannya untuk mensejahterakan rakyat, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.
Ternyata, masih sulit, padahal itu janji politik Calon Presiden, Calon Gubernur, Bupati dan Walikota, serta Calon DPR-Pusat, daerah Propinsi, Kabupaten dan Kota, pada Pemilu 2024 lampau. Yang menang dan berkuasa saat ini sudah berjalan dua tahun, justru masyarakat kian akrab dengan kesulitan, jauh dari sejahtera. Kendati diatas kertas kenaikan/ peningkatan kesejahteraan rakyat, dijelaskan kian membaik.
Setelah 81 tahun kita merdeka, yang di proklamasikan Bung Karno dan Hatta (Soekarno-Hatta), 17-08-1945 -17-08-2026 yang baru saja kita rayakan Agustus lalu.
Angka kemiskinan tercatat 22 juta orang / jiwa lebih sebagai orang miskin. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk kita kini hampir mencapai 280 juta jiwa, bila dihitung dari jumlah dan dikurangi; 280 juta dikurangi_ 22 juta, sekitar 260 juta jiwa hidup dalam keadaan cukup dan termasuk orang kaya didalamnya.
Kenapa sulitnya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, kita sudah memiliki 8 Presiden, pemerintah mengatakan kita Negara besar dan luas masyarakatnya hidup di pulau-pulau, secara topografi memerlukan transpormasi yang baik, kuat dan rutin untuk memberikan pelayanan maksimal, di segala sektor kepentingan masyarakat dalam pembangunan, yang merata dan ber-imbang.
Dan ini harus kita akui secara jujur, anugerah diberikan tuhan yang luar biasa hidup antar pulau dengan kekayaan potensi alamnya yang kaya, namun masyarakatnya puluhan juta jumlahnya dalam keadaan miskin dan menderita, dalam kesulitan tinggi.
Kita, Indonesia merupakan negara besar yang sedang berkembang sehingga banyak masalah- masalah yang harus dihadapi oleh bangsa indonesia, salah satunya yaitu Kemiskinan.
Apa itu kemiskinan? ย Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam aspek pangan, sandang / pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan.ย Ia, jadi orang miskin akut (parah), belum ada solusi (jalan keluar) Nya, untuk keluar dari Kemiskinan.
Seperti yang kita ketahui bersama, kemiskinan di indonesia masih menjadi salah satu masalah besar yang harus dihadapi bangsa indonesia sejak dulu hingga sekarang, karena masalah kemiskinan di indonesia masih belum menemukan titik terang atau belum menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi masalah kemiskinan tersebut.
Pemerintah telah mencoba berbagai macam cara untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut tetapi angka kemiskinan masih saja tinggi.
Faktor faktor yang mempengaruhi kemiskinan di indonesia seperti:ย
- Sulitnya mendapat pekerjaan.
Karena kalah saing dengan yang mempuyai ijazah sarjana sehigga yang hanya lulusan SMA/ SMK saat ini sangat sulit untuk mendapat pekerjaan dan selain karena ijazah juga karena umur, untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia mempunyaiย batas maksimal, sehingga ketika umur mereka sudah melebihi batas yang sudah ditentukan saat mereka akan mencari pekerjaan lain pun akan sulit karena kalah dengan yang masih muda.
2. Karena faktor usia.
Bagi yang telah lanjut usia tidak memungkinkan untuk bekerja sehingga mereka tidak mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Rendahnya penghasilan, karena Upah kerja murah (rendah).
Karena kebutuhan terus meningkat dan harga-harga di pasaran terus meningkat tetapi gaji tetap sama sehingga dalam mencukupi kebutuhan masih kurang.
4. Hilangnya pekerjaan.
Seperti yang kita ketahui saat covid-19 lalu, banyak pekerja yang kehilangan perkerjaan mereka karena pengurangan tenaga kerja. ย Sehingga banyak orang menganggur sehingga perekonomian kian menurun.
5. Bantuan bantuan yang tidak sesuai.
Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan di indonesia salah satunya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.
Bantuan bantuan tersebut berupa uang, bahan pangan, baju, dll. tetapi dalam penyaluran kepada masyarakat tidak sesuai dengan apa yang pemerintah anggarkan, karena banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dampak-dampak dari kemiskinan.
Kemiskinan memberikan dampak yang berbagai macam mulai dari meningkatnya angka kriminalitas/ tindak kriminalitas, pengangguran, kesehatan terganggu, dan yang paling penting untuk saat ini adalah banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Permasalahan tersebut harus segera dipecahkan oleh pemerintah karena jika tidak maka akan timbul masalah – masalah baru yang mungkin lebih parah.
Cara cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.
- Pemerintah membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia.
- Pemberian gaji yang sesuai.
- Penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan sampai pada penerima.
- Tidak melakukan korupsi. Poin ke empat ini, sangat parah mulai dari oknum mantan Presiden, Menteri dan pejabat dibawahnya sampai ketingkat Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Kelurahan, beramai-ramai menjarah uang rakyat, sudah banyak yang dipenjarakan oleh aparat penegak hukum, namun tidak membuat efek jera. Karena hukumannya di nilai banyak pihak masih ringan?. Sama sekali belum membuat efek jera, apakah boleh diberlakukan hukum mati, bagi pelaku korupsis berencana, masip, dalam jumlah besar?
Dan uang jarahannya itu di gunakan untuk memperluas kekuasaan melalui dinasti berjenjang, anak dan menanti, nanti menyusul cucu dan cicitnya. Sikap dan cara ini di tantang masyarakat Indonesia lewat Demontrasi mahasiswa dan masyarakat, para akedemisi meminta hukuman mati bagi koruptor berat di berlakukan?.
Ini tidak mudah, dan kematian atau kembali kepada tuhannya, โhak sang penciptaโ bukan hak masyarakat, karena kita sama-sama ciptaan tuhan, (Allah SWT) bagi umat Islam. Pengesahan hukuman mati bagi koruptor harus mendapat persetujuan DPR _ RI, dan kita semua. Analisa penulis OPINI Perjuangan berpendapat โhukuman se-umur hidupโ dan hartanya di sita dikembalikan pengelolaannya ke Kas Negara atau Kas daerah, untuk digunakan kembali membangun kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Rakyat tidak menuntut hidup kaya, melainkan โhidup berkecukupan, bisa makan tiga kali bergizi, melanjutkan pendidikan anak-anak (generasi) mereka, dan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing menghadapi hari esok yang penuh tantangan.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia untuk kepentinganย bersama agar Indonesia sejahtera dan mampu bersaing dengan Negara-negara lainnya.
Wajib kaya, (hidup berkecukupan) : Upaya kerja keras pemerintah RI saat ini dibwah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terus berusaha keras melakukan kegiatan bidang perekonomian untuk memperbaiki penurunan angka kemiskinan di Indonesia, kini masih berkisar 22 juta jiwa lebih.
Upaya dilakukan pemerintah antara lain melakukan Percetakan Sawah Baru, dan rehabilitasi Sawah yang sudah ada agar lebih produktif, untuk menjawab tantangan krisis Pangan, dengan mencetak lumbung Padi disetiap daerah kabupaten, kota dan propinsi di seluruh Indonesia. Khususnya kesediaan Beras, agar tidak terjadi krisis, pangan?.
Analisa dan pendapat penulis, untuk setiap warga Negara yang berusia lanjut diatas 65 tahun, Yatim Piatu, Cacat dari kelahirannya, ditanggung oleh Negara karena mereka tidak produktif.ย Khusus yatim piatu, dibebaskan 100 persen bagi usia sekolah untuk mendapatkan biaya hidup dan pendidikan penuh dari Negara, agar mereka jadi henerasi yang siap bersaing kedepannya.
Dan selebihnya usaha hidup mandiri, pemerintah harus menciptakan peluang kerja lewat industry, tenaga kerja buruh harian dan ketentuan upah minimal Rp100 ribu perhari, dengan jam kerja 9 jam termasuk istirahat, dan beribadah 15 menit setiap ibadah, sesuai keyakinan masing-masing.
Solusi : Pertama pemerintah ciptakan peluang kerja. Kedua pendidikan gratis, kalau tidak gratis pendidikan murah dan terjangkau semua pihak. Pemerintah menyediakan pupuk murah (bersubsidi), terjangkau oleh Petani, karena lahan garapan petani kita adalah lahan bekas kebun tua (warisan), karena hutan kita sudah terbatas dalam penggarapannya, dan โsudah banyak yang compang campingโ eko sistemnya sudah rusak.
Dan sebagian besar sudah di tetapkan sebagai Taman Nasional, seperti Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), sejak tahun 1982 silam, yang wilayahnya meliputi Propinsi Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu, dan terbesar saat ini.
Pemerintah harus meningkatkan sistem Pengawasan ekstra ketat, atas segala bentuk bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk masyarakat, sampai ke Kepala Desa (Kades) diteruskan RT/ RW, dan betul-betul disampaikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Dan selama ini sudah berjalan, namun tetap bermasalah.
Dan kata kunci bagi oknum yang terbukti bersalah, harus di tindak, di tingkat pejabat kades, Ketua RT / RW, tanpa pandang bulu, jangan dilihat dari besar kecilnya korupsi, yang penting tindakan nyata dan pelanggaran hukumnya di terapkan.
Tujuannya meringankan beban pemerintah, untuk memenuhi hajat hidup masyarakat, berkecukupan bukan kaya.
Penulis menerima kritik, masukan, pendapat / saran, dan siap ditulis / dimuat apa adanya. Dengan catatan pihak yang memberi kritik, bisa dihubungi dengan indentitas yang jelas, tidak abal-abal, dan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sah (berlaku). Mari kita sama-sama berfikir, dan melihat lebih kesulitan yang tengah di hadapi kesulitan ekonomi bagi masyarakat kita. ( *** ) โ
Penulis/editor dan Penanggungjawab: Gafar Uyub Depati Intan. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia, (DPD-KWRI) Propinsi Bengkulu, Pengamat masalah Kemiskinan Pedesaan, Putra Asli Asal Kerinci, yang juga Pemimpin Redaksi Mediaonline Beo07.co.id, tinggal di Bengkulu.
ย




