Opini Perjuangan
Beranda ยป Berita ยป KARYA JURNALIST UNTUK KEBENARAN, MENDUKUNG KEBEBASAN, BER-ETIKA BUKAN BEBAS TANPA BATAS?

KARYA JURNALIST UNTUK KEBENARAN, MENDUKUNG KEBEBASAN, BER-ETIKA BUKAN BEBAS TANPA BATAS?

Ilustrasi/Net

Wartawan/Jurnalistik salah satu profesi atau pekerjaan yang diminati banyak orang, terkadang beresiko tinggi secara fisik, bahkan โ€œkematianโ€ buktinya sudah banyak dari kematian para Jurnalist di negeri yang kita cintai ini, dan banyak peristiwa pelakunya tidak terungkap?

Namun peminatnya dari generasi ke generasi silih berganti memilih profesi sebagai Wartawan (Jurnalistik), ada juga pihak menyebutnya kuli tinta.

Kegiatannya yang menghasilkan Karya Jurnalistik untuk mendukung kehidupan orang, kelompok dan masyarakat luas, ber-etika bukan bebas tanpa batas, ada nilai moral, factual, tujuannya mengungkap nilai Kebenaran di dalamnya ber-imbang dan balaincy dalam penyajiannya.

Tujuan hakikinya menyajikan kebenaran untuk semua pihak, dengan cara terlebih dahulu melakukan pengumpulan data, terkonfirmasikan secara independen pada semua pihak terkait dalam suatu peristiwa.

Dalam pengumpulan data, selektif, (terkoreksi kebenarannya) tidak terjadi plesetan dalam penulisannya, factual disampai pada masyarakat lewat media masa Cetak, Koran, Majalah, Buletin dan Tabloid, serta media Visual Televisi, Radio dan mediaonline Internet, Yutub.

Intinya menyajikan, Kebenaran. Wartawan/ Jurnalist dalam melaksanakan jurnalisme, professional pada nlai universal kesetiannya menyampai fakta yang akurat.

Dan disiplin/ selektif memastikan kebenaran data yang diperoleh dari lapangan, baik lisan maupun tertulis.

Dan selalu mengecek dengan membaca kebenaran data sebelum di tulis dalam bentuk berita sebelum di sajikan (pubblist).

Independensi: Mampu menjaga jarak dari kepentingan politik, korporasi, atau pihak yang diberitakan untuk menghindari konflik kepentingan, dengan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu peristiwa, โ€œkejahatan?โ€ baik terhadap pelaku, dan saksi peristiwa.

Beragam format: Berbarengan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, penyampaian karya jurnalistik dalam berbagai bentuk, boleh saja.

Tapi wajib di Ingat, kebenaran adalah di nomor satukan tanpa tendensi dalam bentuk lain, hanya semata untuk kebenaran.

BACA JUGA :  BWSS VI PROPINSI JAMBI : BANGUN 10-AN TERSIER DI KERINCI & KOTA SUNGAI PENUH, SEBAGIAN GAGAL CAPAI AZASMANFAAT?

Dan Wartawan hanya mendapat nilai kepercayaan, (bisa dipercaya), maka dalam Agama Islam ada yang menyebutnya al-amin, manusia jujur dan baik.

Dan hasil Karya Jurnalisme bila Penyajiannya lewat Internet secara real-time dengan portal web, dalam setiap waktu bila tanpa gangguan dengan cakupan sangat luas.

Dalam jurnalisme kekuatannya berada pada data yang valid, pembuatan dan penyajian berita dengan menganalisis data / keterangan terlebih data dahuluย  sesuai kronologis peristiwa untuk mengungkap secara detail dan mendalam modus operandi yang di lakukan para pelakunya.

Mediaonline, memanfaatkan Internet, platform untuk memperluas daya jangkau informasi pembaca (audiens), mengetahui suatu peristiwa yang diberitakan, dan bisa diawasi dan dikritik masyarakat pembacanya.

Dan semua laporan yang diberitakan harus berbasis data dan keterangan yang valid, terhadap pelaku peristiwa, saksi, dan para pihak yang memberikan tanggapannya, kompetitif (punya kapasitas) dan bertanggungjawab.

Dalam pelaksanaan tugas jurnalisme / jurnalistik dan tujuan cakupannya sama, tujuannya untuk menyajikan kebenaran.

Mediaonline: Penyebaran bisa lebih cepat dan luas, dan harus diakui banyak kelemahannya, banyak berita tidak terkonfirmasi dengan baik, karena mengejar percepatan (kompetitif) dalam memburu informasi/ peristiwa terkini.

Jurnalisme dimuat di media masa dan terklarifikasi dengan semua pihak, โ€œdata, konfirmasi dan klarifikasiโ€ dengan benar, tidak asal disajikan?.

Sehingga media masa bisa menjadi acuan publik dalam memperoleh Informasi yang benar.

Investigasi Reporting, adalah kekuatan untuk memperoleh data secara riil, Wartawan harus mampu menembus sumber yang diperlukan, tidak bohong (hoax).

Kepatuhan menerapkan rumus (petunjuk) teori 5W +1h, harus dilakukan para Jurnalist maksimal, untuk menjawab tantangan penyimpangan dalam peristiwa apapun, siapa yang terlibat dan bertanggungjawab.

Solusi, (jalan keluarnya) ada di tangan Wartawan yang jujur, kerja keras dan creative.

BACA JUGA :  TANPA LOKASI PEMBUANGAN AIR : DEPAN KEMENAG, JALAN SUKOWATI TERANCAM JADI SUNGAI?

Dan berani menolak intervensi dari pihak manapun, demi kebenaran yang hakiki. Dan bukan mencari populeritas.

( +- / *** )

Penulis : Pemimpin Redaksi Mediaonline Beo07.co.id dan Koran BEOELANGOPOSISI, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah-Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD-KWRI) Propinsi Bengkulu, yang juga pengamat masalah Sosial kemanusian.

Kritik, saran dan masukan selalu ditunggu karena sifat kilaf dan lupa selalu ada pada setiap orang, sebagai makhluk/ hamba tuhan yang lemah, ALLAH SWT.

ร— Advertisement
ร— Advertisement