Catatan Yang Terabaikan
Beranda ยป Berita ยป SHOLAT & DZIKIR TUJUANNYA MENGENAL ALLAH TIADA YANG LAIN, BERSUJUDLAH MEMOHON AMPUNANNYA

SHOLAT & DZIKIR TUJUANNYA MENGENAL ALLAH TIADA YANG LAIN, BERSUJUDLAH MEMOHON AMPUNANNYA

Gafar Uyub Depati Intan saat pertama kali menginjak kaki di RS Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan "Binar" untuk pemeriksaan dan operasi mata pertama. Dok BEO

Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Maha agung, maha mengetahui akan segalanya. Dan bertaubatlah, dengan jujur Atas apa yang dilakukan pada masa lampau, jangan mengulanginya.

Mengerjakan Sholat & dzikir adalah penghambaan (sujud) kita satu-satunya kepada Allah tidak ada yang lain, selain Allah.

Satu-satunya yang ahad (tunggal), hanya Allah, yang maha kuasa atas segala penciptaannya langit dan bumi dengan segala isinya manusia, hewan, (binatang), tumbuhan, Tanah, Air, Api, dan Angin adalah ciptaan dari Allah, yang ahad (tunggal itu).

Kenapa penulis mengambil, taufik tulisan ini, ia yang maha kuasa atas segalanya, tidak ada yang setaranya dengannya, tidak beranak dan tidak di peranakan.

Penghambaan terhadap Allah, dalam Sholat dan Dzikir mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah, dan memohon ampunan, dari kita atas kejahatan yang telah kita lakukan selama ini secara fisik dan non fisik, serta menyakitkan orang lain atau mahlukhnya.

Karena Ia (Allah) maha pengasih lagi maha penyayang, maha memberi ampunan, bagi hambanyaย  yang bersungguh-sungguh bertaubat dan mengakui perbuatannya dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Insya Allah diterima.

Penulis Catatan yang terabaikan ini, sudah lama merenung tentang Allah itu tunggal (ahad), karena penulis telah mengalami banyak cobaan, yang diberikan Allah, โ€œsakit, krisis yang luar biasa, dan menyakitkan, sudah melakukan mohon pertolongan pada sesama manusia, ternyata tak satupun yang bisa menyelesaikan masalah?โ€

Akhirnya, Penulis bersholat dan berdzikir, mendekatkan diri kepada Allah, dengan penuh khusuk, yakin (fokus) mencari Allah, penulis kembali kepada ajaran guru Agama yang mengingatkan, penulis, guru mengatakan โ€œkenalilah siapa dirimu, siapa kamu?

Barang siapa yang kenal dengan diri sesungguhnya, ia akan tahu siapa tuhannya. Maka kembalilah kamu kepadanya, dalam keadaan beriman, kerjakanlah perintahnya, dan hentikan larangannya.

Dan berbuat baiklah kamu kepada sesama hamba Allah, hidup dalam damai berdampingan satu dengan lainnya, dengan segala ciptaannya, sebagai rachmat.

Dengan segala keterbatasan penulis mendalami ilmu Agama, dan ilmu pengetahuan lainnya, penulis hanya percaya penuh bahwa Allah, adalah maha segalanya.

Keberadaan hamba, Sehat dan Sakit, dunia dan akhirat, hidup dan matinya hamba segala atas kuasa dan kehendaknya Allah, tidak pada yang lain.

Penulis belum bisa melihat Allah, hanya batas melihat wujud lainnya seperti benda, manusia, hewan (bintang), langit yang biru dan sebagian di tutupi embun, putih dan gelap. Angin yang berembus terasa, tapi tidak bisa di lihat?.

Batu, tumbuhan, gunung, sungai yang jernih, danau, lautan dan segala ciptaannya yang bisa di lihat dengan kasat mata, itulah bukti, dialah Allah maha ada, (Allah), Allah, Allah. Tidak ada yang lainnya, terkecuali ada karena Allah.

BACA JUGA :  KORLAP AKSI (DEVRI BOY) DESAK KEJATI JAMBI PERIKSA BUPATI KERINCI ?

Berangkat dari pengalaman buruk penulis, pada tahun 2005 di Pondok Gede Jakarta, penulis terkena penyakit gula darah, karena kerakusan makan tanpa batas, semua dimakan yang halal menurut Islam, kendati masuk dalam kategori halal, tapi di makan sudah berlebihan seperti Ngopi pakai gula kental, sampai 5 kali sehari, makan Nasi dan Snek lebih tiga kali dalam sehari sampai malam, merokok sampai 4 bungkus dalam waktu 24 jam, bekerja keras tanpa aturan, kurang istirahat, akhirnya penulis kena penyakit Gula akut.

Hasil dari pemeriksaan dokter, dinyatakan kena gula akut. Dan harus melakukan Suntik Insulin, selama dua tahun, hasilnya sehat sementara, lalu sakit kembali.

Selain Suntik Insulin, penulis terus memakan obat gula metformin, ukuran 500 mlg, dari 2005 sampai sekarang Agustus 2026 sudah lebih kurang 21 tahun, hasilnya baik, kadar gulanya terkadang tinggi diatas 230 dan kadang stabil, berada dibawah 225, 220, 210, 180, 165, 140, 130, dan turun 115, semua ini tergantung bisa tidaknya penulis menahan diri untuk menjaga makan?.

Dan berobat secara media telah dilakukan di RS. Bhayangkara Kota Bengkulu, RSU Kota Bengkulu (kantor Walikota lama).

Pada tahun 2023, pada bulan Maret gula ditubuh penulis kembali membubung tinggi, dampak dari makan Durian dan Mangga berlebihan, sehingga terjadi pembengkakkan pada kaki kiri dan kanan, akhirnya terpaksa di potong, pada posisi kaki Kelingking kiri kedalaman lebih kurang 5 cm, dan terjadi pembusukan pada kaki sebelah kanan, tiga lobang hampir sebesar telur ayam di satu lobang.

Kegiatan saya secara fisik untuk bekerja mati total, kegiatan sebagai seorang journalist total dihentikan untuk beberapa bulan sampai sembuh kembali.

Di Operasi :

Dari operasi pada bulan Maret 2023, di RSUD Jalur 2 Rejang Lebong melalui dokter Bangun, ahli penyakit dalam hasilnya cukup baik, kelingking kiri dipotong lalu dibersihkan, dan selama 6 bulan melakukan berobat jalan, dengan menghadirkan ahli medis kerumah rutin melakukan pembersihan, dan pengobatan hasilnya cukup baik bekas operasi sudah kering dan sehat. Tinggal menjaganya, mengetes gula darah minimal 3 hari sekali, jangan lebih dari 230 ketinggiannya, dan di usahakan berada di bawah 200 s/d turun ke 150.

Melihat kondisi penulis yang begitu parah dan mengkhawatirkan banyak pihak mengkhawatirkan tidak akan sembuh, tinggal menunggu waktu kematian?.

Setiap yang bernyawa pasti mati. Hanya menunggu wakti kapan?

BACA JUGA :  LELANG PROYEK REJANG LEBONG 2026 HARUS INDEPENDEN & PROFESIONAL

Semua itu rahasia tuhan, Allah SWT. Hanya tinggal menunggu waktu, sesuai janjinya.

Dan tindakan berobat secara medis ke dokter dan perawat terus dilakukan.

Dan berobat secara alami, (kampung) juga dilakukan rutin, namun hasilnya tidak permanen. Sehat dalam satu minggu s/d 3 minggu lalu kembali sakit lagi.

Dampak dari sakit gula, penulis terkena lagi asam urat, dan gas lambung (asam lambung), kalau terlambat makan perih dan menyakitkan.

Dan sebaliknya terlalu banyak makan nasi, juga meningkatkan kadar gula, apa lagi Ngopi, merokok dan lainnya.

Dan dampak lainnya lebih parah lagi penulis terkena Mata buta sebelah kiri, total tidak melihat selama 3 bulan, mulai sekitar bulan Oktober 2025, s/d Januari 2026 atas kesepakatan keluarga saya periksa dulu ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Curup, lalu dilanjutkan ke RSUD Jalur II Rejang Lebong, ternyata sakitnya akut lalu dirujuk RSUD Kepahiang, setelah tiga kali ke RS Kepahiang, akhirnya di rujuk ke RS Khusus Mata Masyarakat Sumatera Selatan di Jalan Kolonel Barlian Palembang.

Setelah prosesnya berjalan ke RS Khusus Mata Masyarakat Sumatera Selatan, Jalan Kolonel Barlian di Suka Bangun Palembang, setelah melalui pemeriksaan berulang kali, Januari, Februari, Maret 2026 saya dinyatakan kena penyakit mata Retina berat, dan Katarak, harus di Operasi.

Penderitaan panjang itu, ditengah menjalni pengobatan di Kota Bengkulu 2020, 2021 dan 2022, di RSU Kota Bengkulu dan RS Bhayangkara di Kelurahan Citra Bengkulu, khusus gula dan darah tinggi, hasilnya cukup baik.

Namun, hasilnya tidak bertahan lama (tidak permanen), setelah tiga minggu atau satu bulan sakit kembali, begitulah rutinitasnya berajalan.

Dari menjalani berobat rutin di RS Khusus Mata Masyarakat Sumatera Selatan di Palembang, akhirnya 16 Maret 2026 mata kiri di Operasi, hasilnya cukup baik bisa melihat kembali.

Dari bulan Maret 2026, terus dilakukan pemeriksaan lanjutan di RS Khusus Mata Palembang, hasilnya kian membaik.

Setelah di Operasi menggunakan obat Tetes mata, Alhamdulillah hasilnya kian membaik, dan saya bisa menulis kembali dan menggunakan Laptop dan melihat layar.

Namun pada mata sebelah kanan ada gangguan ringan hasil dari pemeriksaan mata oleh dokter ahli mata di RS Khusus Mata Sumatera Selatan di Palembang, โ€œada gejala katarakโ€ karena masih muda belum bisa di operasi, dan di berikan obat Tetes, kini kondisi sejak bulan Mei, Juni, Juli Agustus 2026 sudah semakin ringan dan terang.

Mulai bulan Juni, Juli 2026 sudah aktif menulis kembali. Dan untuk mata sebelah kanan, saya diberi jadwal untuk pemeriksaan lanjutan pada 29 September 2026 berobat dan diperiksa kembali di RS Khusus Mata di Palembang.

BACA JUGA :  WIL-PIL, EKONOMI & GESEKAN PIHAK KETIGA PENYEBAB UTAMA PERCERAIAN?

Apakah di operasi atau tidak sejauh ini belum diketahui, tapi penglihatan terasa kian membaik. Dari perjalanan panjang sakit, dari Sakit Gula, Asam Urat, Gas Lambung (Asam Lambung),

Sakit mata (buta mata kiri), setelah Operasi di RS Khusus Mata Palembang, sembuh dan melihat kembali, banyak pelajaran besar yang penting dimabil.

Pertama, menjaga diri sendiri harus dilakukan sebagai ciptaan Allah SWT, Allah, maha pengasih lagi maha penyayang, harus dimulai dari diri sendiri berbuat baik dengan segala maklukh ciptaannya.

Ikhtiar, tetap dilakukan untuk berobat dengan baik namun kasih saya Allah, jangan di sia-siakan.

Dalam keadaan sakit yang panjang, 2005 sampai Agustus 2026, (Lk-21 tahun), dari sekitar tahun 2010, penulis juga berusaha berobat dengan cara terus mengingat Allah sesuai kemampuan, dengan cara Sholat dan berdzikir mendekatkan diri kepada Allah SWT, ternyata hanya pada Allah, sebaik-baiknya tempat berlindung dan meminta Kesehatan, selain ikhtiar (usaha) secara Zahiriyyah (Zahir).

Semua keputusan ada pada Allah, yang maha ada (dia yang maha Ada), bukan siapa-siapa?

Penulis mundur jauh ke belakang, mengingat akan ajaran Guru Agama Islam dan guru-guru lainnya, yang mengjarkan penulis, tentang kekuasaan Allah, akan segalanya menciptakan apa yang di kehendakinya.

Sakit dan sehat seorang hambanya, dalam hitungan menit bisa sakit dan bisa sehat, karena Allah.

ย Berangkat dari pengalaman Speritual yang tidak bisa di jelaskan secara rinci, tetaplah berpegang teguh dalam kalimah, LAILLAHAILALLAH, (Tiada tuhan selain Allah).

QS. Al-ikhlas. Dan Al-fatihah, Maha pengasih, maha penyayang, maha tahu, maha mengetahui, maha pemberi rezeki bagi hamba dan makhluk ciptaannya.

Hai sahabat, janganlah kamu ikuti cara saya yang buruk, โ€œmakan seenaknya, sebagaimana dijelaskan di atas tadi?โ€ย  Dan bertindak semaunya ketika sehat, jaga dan berbuat baiklah sesama ciptaan Allah, Tuhan yang maha esa.

Sujudlah dengan menghambakan diri padanya, dalam Sholat dan dzikir mintalah kemudahan dan kelancaran darinya. Melalu Nurullah, ya Nurmuhammad, ya Muhammadarasulullah. Kita bersatu dalam kalimah LAILLAHAILALLAH MUHAMMADORASULULLAH. ( *** ) โ€“

Penulis : Hamba Allah yang lemah dan berdosa ini, ampuni ya allah atas kuasa, redhoi dan kasih sayangmu ya allah. (Gafar Uyub Depati Intan), Ketua DPD-KWRI, Pengamat msalah Kemisinan pedesaan, yang juga Pemimpin Redaksi Beo.co.id –

 

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement