Bagian Pertama ( 1 )

Artikel ini, telah populer (dikenal luas) di Pemerintah daerah Kabupaten Lebong, dengan aparatur sipil negara (ASN), dilingkungan Pemda Lebong, Propinsi Bengkulu. Sebagai rasa cinta dengan Lebong, penulis berusaha untuk mengembangkannya kedepan.
Penulis OPINI Perjuangan, sengaja mengangkat kembali, lewat sejumlah mediaonline, tujuanya tidak lain untuk memperkenalkan Kabupaten Lebong secara luas keseluruh tanah air tercinta, terutama bagi masyarakat asal Lebong yang berada di luar daerah, Dan luar negeri terutama kalangan terpelajar (mahasiswa), para tokoh Lebong, dan generasi mudanya, agar ingat kampung halaman, (Sadei Itie) dan bersama kita membangun Lebong, indah, damai dan bersahabat, yang maju, kedepannya.
Artikel ini, data pendukungnya 100 persen dari data dokumen Pemda Lebong, penulis hanya menyalin ulang, disana-sini tentu banyak kekurangan, penulisannya mohon maaf atas kekeliruanya.


Dan akan di bagi dalam tiga bagian, (3 X terbit), mengingat naskahnya panjang, ditambah daerah Lebong yang sedang di bangun.
Kabupaten Lebong, dan Kepahiang adalah dua daerah depinitip pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong (induk), resmi menjadi kabupaten bagian tak terpisahkan dari Propinsi Bengkulu, Indonesia.
Menarik ditelusuri, banyak fakta yang terungkap daerah Kaya Emas, sangat terkenal disiantora Sumatera dulunya daerah ini penghasil emas terbesar, diera kekusaan Belanda menjajah Indonesia 350 tahun. Walaupun kini, tenggelam dalam kenangan suka dan duka, inilah adanya ?
Dengan dasar hukum berdirinya Kabupaten Lebong Undang-Undang No. 39 tahun 2003, diresmikan 7 Januari 2004. Dengan Pusat pemerintahan Kabupaten Lebong di Tubei, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong.

Sejak berdiri telah dipimpin empat Bupati / kepala daerah, hasil pemelihan secara langsung oleh rakyat dan berjalan demokratis.
Bupati Lebong pertama, Dalhadi Umar, (satu periode), Bupati Kedua Rosjonsyah Syahili, (dua periode), ia putra dari Ketua Presidium Kabupaten Lebong, H. Syahili (Purn) TNI-AD.
Bupati ketiga, Kopli Anshori (satu periode), dan Bupati Lebong sekarang Azhari, baru berjalan dua tahun. Nah, keempatnya putra terbaik asal Lebong.
Kabupaten Lebong dengan luas wilayahnya 2. 427, 31 km (937,10 sg mi), jumlah populasi per-30 Juni 2024, total 114. 774 jiwa dengan kepadatan rata-rata 47 / km2 (120/ sg mi), selain potensi bekas pertambangan emas, salah yang terbesar di pulau Sumatera (saat) itu, walaupun tinggal sepotong nama, (daerah emas) karena daerah ini, selain kecil sejak tahun 1982 silam telah masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang berpusat di Kota Sungai Penuh, Kerinci.
Usaha utama masyarakatnya dari sektor Pertanian Sawah Fungsional, sedangkan untuk usaha Tambang Emas, Penanaman Kopi sangat terbatas, karena berada dikawasan Hutan Lindung (HL) dan TNKS. Tingkat kesulitan usaha ekonomi bidang Pertanian sempit.
Tak heran tingkat pengembangan ekonomi masyarakatnya terbatas, hanya menghandalkan Sawah yang sudah ada, turun temurun, dari nenek Poyang Suku Bangsa Rejang, di kenal pekerja keras, termasuk salah satu suku tertua didunia, setelah Kerinci, Tapanuli, dan Lampung, mereka bersatu dalam bahasa, โka ga ngaโ
Ber-Agama / kepercayaan berjalan Damai hidup berdampingan satu sama lainnya. Penduduk mayoritas Islam, dengan jumlah 99, 68 persen. 0,41%ย Kekristenan, 0,32%ย Protestan, 0,09%ย Katolik 0,01%ย Hindu. Kerukunan umat beragama sejak dulu berjalan, baik damai dan saling menghormati. Silakan beribadah menurut keyakinan masing-masing sesuai kepercayaan yang di anut dalam Agama, masing-masing.
IPM, 73, 54 (2024) tinggi, dengan Zona waktu UTC+07:00ย (WIB) Pelat Kode kendaraan BD xxxxH* Dana pendukung pembangunan daerah, Rp 332.487.823.000.- (2013), tergolong kecil.
Kabupaten Lebongย adalah salah satuย kabupatenย di Provinsiย Bengkulu,ย Indonesia. Kabupaten Lebong memiliki luas wilayah 1.665ย kmยฒ dan populasi sekitar 114.774 jiwa (2024).[2]ย Kabupaten Lebong beribu kota diย Tubeiย dan merupakan kabupaten pemekaran dari kabupatenย Rejang Lebong, dengan dasar hukum UU No. 39 Tahun 2003.
Secara administratif terdiri atas 12ย Kecamatanย dengan 11 kelurahan dan 93 desa. (Butuh rujukan) Secara geografis, kabupaten ini terletak diย Luakย Lebong, sebuah lembah yang dialiriย Sungai Ketahunย di tengah rangkaianย Bukit Barisan.ย
Masyarakat Rejangย merupakan penduduk asli kabupaten ini, yang mendiami dan merupakan penduduk mayoritas di seluruh kecamatan.
Geografi.ย Kabupaten ini secara astronomis terletak pada 105ยบ-108ยบ BT dan 02ยบ,65โ-03ยบ,60โ LS di sepanjangย Bukit Barisanย serta terklasifikasi sebagai daerah perbukitan dengan ketinggian 500-1.000 mdpl.
Kenampakan alam utama kabupaten ini adalahย luakย Lebong, sebuah lembah pada aliranย sungai Ketahun, sungai penting yang berhulu di daerah Topos dan mengalir ke barat hingga bermuara di daerahย Pasar Ketahun,ย Bengkulu Utara.[
Luak Lebongย dikelilingi oleh puncak-puncak Bukit Barisan di kedua sisinya, masing-masing memisahkan daerah ini dari dataran rendah di Bengkulu Utara dan Musi Rawas Utara.
Batas wilayah. Kabupaten Lebong berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut. Sebelah Utara, Merangin dan Sarolangun, Jambi. Selatan, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Selatan Rejang Lebong dan Bengkulu Utara. Barat Bengkulu Utara.
Lingkungan.ย Luas wilayah keseluruhan 192.424 ha (belum termasuk luas kecamatan Padang Bano yang masih bersengketa dengan Kabupaten Bengkulu Utara). Kini sudah berkurang, karena batas Bengkulu Utara-Lebong, sudah bergeser dari sebelumnya?.
Dari total tersebut 134.834,55 ha adalah Kawasan Konservasi dengan peruntukan untukย Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelatย 111.035,00 ha, Hutan Lindung 20.777,40 ha dan Cagar Alam 3.022,15 ha.
Taman Nasional Kerinci Sebelat yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No 736/Mentan/X/1982 kemudian diperkuat berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No 901/kpts-II/1999 sebagai kawasan konservasi dan di wilayah lain juga di kukuhkan sebagai kawasanย Hutan Lindung Rimbo Pengadang Register 42ย danย kawasan lindung Boven Laisย yang awal pengukuhan kawasan ini ditetapkan sebagai hutan lindung oleh Pemerintahan Kolonial Belanda sekitar tahun 1927 yang dikenal sebagai hutan batasย Boszwezenย (BW).
Latar belakang.ย Pada 2003, berdasarkan UU RI Nomor 39 Tahun 2003 yang ditetapkan pada 18 Desember 2003, Kabupaten Lebong dibentuk sebagai kabupaten pemekaran dariย Rejang Lebong. Wilayah Rejang Lebong yang dimekarkan adalah Kecamatan Lebong Utara dan Lebong Selatan.
Dari dua kecamatan tersebut, Kabupaten Lebong resmi dibentuk dengan lima kecamatan. Kecamatan Lebong Utara dibagi atas Lebong Utara, Lebong Atas, dan Lebong Tengah. Sementara Lebong Selatan dibagi menjadi dua kecamatan, Lebong Selatan dan Rimbo Pengadang.

Sejarah.ย Kabupaten Lebong secara historis memiliki sejarah yang cukup panjang dalam catatan sejarah di Indonesia, catatan sejarah tersebut merupakan saksi bahwa Kabupaten Lebong memiliki nilai historis yang cukup tinggi, Suku Rejang merupakan satu komunitas masyarakat di Kabupaten Lebong yang memiliki tata cara dan adat istiadat yang dipegang teguh sampai sekarang.
Selain memegang teguh adat, budayaย Suku Rejangย ini memiliki satu budaya yang unik dari kebiasaan dan tata cara hidup mereka sehari-hari, dari beberapa catatan sejarah yang membuktikan keunikan Suku Rejang adalah sebagai berikut:
John Marsden, Residen Inggris di Lais (1775-1779), memberikan keterangan tentang adanya empat Petulai Rejang, yaitu Joorcalang (Jurukalang), Beremanni (Bermani), Selopo (selupu) dan Toobye (Tubay). ย
J.L.M Swaab, Kontrolir Belanda di Lais (1910-1915) mengatakan bahwa jika Lebong di anggap sebagai tempat asal-usul bangsa Rejang, maka Merigi harus berasal dari Lebong.
Karena orang-orang merigi memang berasal dari wilayah Lebong, karena orang-orang Merigi di wilayah Rejang (Marga Merigi di Rejang) sebagai penghuni berasal dari Lebong, juga adanya larangan menari antara Bujang dan Gadis di waktu Kejai karena mereka berasal dari satu keturunan yaitu Petulai Tubei.
Dr. J.W Van Royen dalam laporannya mengenaiย Adat-Federatie in de Residentie’s Bengkoelen en Palembangย pada pasal bengsa Rejang mengatakan bahwa sebagai kesatuan Rejang yang paling murni dengan marga-marga yang didiami hanya oleh orang-orang dari satu Bang dan harus diakui yaitu Rejang Lebong.
Pada mulanya suku bangsa Rejang dalam kelompok-kelompok kecil hidup mengembara di daerah Lebong yang luas, mereka hidup dari hasil-hasil hutan dan sungai.
Pada masa ini suku bangsa Rejang hidupย nomadenย (berpindah-pindah) dalam tatanan sejarah juga pada masa ini disebut denganย meduro kelamย (jahiliyah), di mana masyarakatnya sangat menggantungkan hidupnya dengan sumber daya alam dan lingkungan yang tersedia.

Barulah pada zaman Ajai mereka mulai hidup menetap terutama di lembah-lembah sepanjangย sungai Ketahun, pada zaman ini suku bangsa Rejang sudah mengenai budidaya pertanian sederhana serta pranata sosial dalam mengatur proses ruang pemerintahan adat bagi warga komunitasnya.
Menurut riwayat yang tidak tertulis suku bangsa Rejang bersal dari Empat Petulai dan tiap-tiap Petulai di Pimpin oleh seorang Ajai.
Ajai ini berasal dari Kata Majai yang mempunyai arti pemimpin suatu kumpulan masyarakat.
Dalam zaman Ajai ini daerah Lebong yang sekarang masih bernama Renah Sekalawi atau Pinang Belapis atau sering juga di sebut sebagai Kutai Belek Tebo. ย Bersambung pada bagian ke dua ( II ).
Penulis : Ketua DPD-KOMITE WARTAWAN REFORMASI INDONESIA, PROP. BENGKULU, PENGAMAT MASALAH KEMISKINAN PEDESAAN, YANG JUGA PEMIMPIN REDAKSI, Beo07.co.id Putra Asli Kerinci, Penduduk Kampung Muara Aman Lebong.




