Opini Perjuangan
Beranda ยป Berita ยป Swarang Patang Stumang : Masyarakat Lebong, Bersama-Sama Tanpa Saling Meninggalkan?

Swarang Patang Stumang : Masyarakat Lebong, Bersama-Sama Tanpa Saling Meninggalkan?

Muara Aman. Dok/net

Bagian kedua ( II )

Pada bagian kedua ( 2 ) ini penulis, melihat lebih jauh kepemimpinan di ranah sekalawi atau disebut Pelabei dibelek Tebo, Komunitas yang didiami Suku Bangsa Rejang, dibalik perbukitan, berada di dataran rendah berjejer di sepanjang Sungai Ketahun, yang bermuara di laut lepas selat / lautan Hindia, Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara, sekarang.

Tambang Sawah Bengkulu

Tambang Emas Belanda di Lebong Simpang,di Residenan Bengkulu Thn 1897-1937Sekarang Kab,Lebong Prop,Bengkulu.

Diera pembangunan, setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, dan empat Bupati/ kepala daerah telah dan sedang memimpin lebong, sebagaimana di jelaskan dalam tulisan pertama (bagian-1), kini masyarakat Lebong menggantungkan harapan di tangan Bupati Lebong, Azhari, SH. MH (mantan penegak hukum) itu, yang menjanjikan masyarakat Lebong Sejahtera. Kini sudah memasuki tahun kedua, Pak Azhari, bila masyarakat mulai bertanya kapan kita sejahtera? Jangan marah iya,โ€ฆ.wajar itu janji politik bapak secara rinci akan kita analisis pada bagian tulisan yang akan dating ???

Tambang Sawah Bengkulu gold-silvermines Mills under construction

Berikut petikan di masa Ajaiโ€ฆ.

Pada masa Ajai masyarakat yang bekumpul sudah mulai menetap dan merupakan suatu masyarakat yang komunal di dalam sisi sosial dan kehidupannya sistem Pemerinatahan komunial ini di sebut dengan Kutai.

Keadaan ini ditunjukkan dengan adanya kesepakatan antara masyarakat tersebut terhadap hak kepemilikan secara komunal.

Semua ketentuan dan praktik terhadap hak dan kepemilikan segala sesuatu.

Dari referensi yang berhasil dihimpun maka ajai merupakan kelompok masyarakat yang terdiri bari beberapa kategori ajai, kategori ajai tersebut merupakan satu komunitas yang hidup di beberapa lokasi atau tempat sebagai berikut:

  • Ajai Bintang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Pelabai suatu tempat yang berada di Marga Suku IX Lebong
  • Ajai Begelan Mato memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Kutai Belek Tebo suatu tempat yang berada di Marga Suku VIII, Lebong
  • Ajai Siang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Siang Lekat suatu tempat yang berada di Jurukalang yang sekarang.
  • Ajai Malang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Bandar Agung/Atas Tebing yang termasuk kedalam wilayah Marga Suku IX sekarang.
  • Pada masa pimpinan Ajai inilah datang ke Renah Sekalawi empat orang Biku/Biksu masyarakat adat Rejang menyebutnya Bikau yaitu Bikau Sepanjang Jiwo, Bikau Bembo, Bikau Pejenggo dan Bikau Bermano.
  • Dari beberapa pendapat menyatakan bahwa para Bikau ini berasal dari Kerajaan Majapahit namun beberapa tokoh yang ada di Lebong berpendapat tidak semua Bikau ini bersal dari Majapahit.

Sawah membentang merupakan potensi wisata potensial di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu (M. Dian)

 

BACA JUGA :  P3TGAI KERINCI & KOTA SUNGAI PENUH : Abaikan Azas Manfaat, Pihak Ke 3 Menuai Rupiah?

Dari perjalan proses Bikau ini merupakan utusan dari golongan paderi Budha untuk mengembangkan pengaruh kebesaran Kerajaan Majapahit, dengan cara yang lebih elegan dan dengan jalan yang lebih arif serta mementingkan kepedulian sosial dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya lokal. Tercatat nama raja-raja yang pernah berjaya ditanah renah sekalawi pada saat itu antara lain Rajo Mudo gelar Rajo Megat Sutan Saktai Rajo Jonggor Raja Jang Tiang Pat Petuloi ke I, Raja Sutan Sarduni gelar Rio Mawang raja Tiang Pat Petuloi ke II, Raja Ki Karang Nio gelar Sultan Abdullah Hepnulillah Raja Jang Tiang Pat ke III, Raja Ki Pandan gelar Rajo Girang raja Tiang Pat ke IV (suku IX), Raja Setio Merah Depati raja suku VIII.

Kota tua.ย  Sebutan kabupaten Lebong sebagai kota tua merupakan satu catatan sejarah berdirinya kota Lebong, dilihat dari struktur dan kondisi kota yang ada di Kabupaten Lebong saat ini terlihat jelas bahwa Kabupaten Lebong merupakan kota tua, seperti adanya peninggalan penambangan emas dari zaman penjajahan Belanda, dan dari bentuk arsitektural bangunan di Kabupaten Lebong, selain itu pola tata ruang kota Lebong menunjukan kota tersebut hasil karya peninggalan konsep tata ruang bangsa Belanda.

Sejarah mengapa kabupaten Lebong merupakan kota tua, karena di Kabupaten Lebong ini terdapat sumber daya alam berupa tambang emas, dan tambang emas tersebut menjadikan ketertarikan pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan kota di Lebong tepatnya di daerah Muara Aman.

Sungai Ketahun

Beberapa peninggalan tambang emas tua di Kabupaten Lebong sampai saat ini masih difungsikan dan di ekplorasi baik secara semi modern atau secara tradisional, tetapi sayang bangunan-bangunan sejarah seperti di desa Tambang Sawah tinggal puing saja yang merupakan saksi bisu bahwa Lebong merupakan kota tua.

Kejayaan Kabupaten Lebong sebagai daerah yang memiliki potensi alam dan sumber daya mineral sudah dikenal sejak zaman dahulu, semenjak kolonial Belanda ada di Indonesia, bukti-bukti kejayaan tersebut sampai sekarang masih terlihat dari sisaโ€“sisa peninggalan tambang emas tua di Kabupaten Lebong.

BACA JUGA :  DENGAN MOBIL DINAS BARU, JANGAN LUPA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LEBONG?

Beberapa sisa-sisa peninggalan tambang emas tersebut sampai sekarang masih di manfaatkan oleh masyarakat, dan diexplorasi oleh pihak swasta dengan izin dari Pemerintah Kabupaten Lebong, seperti yang terdapat di tambang emas Lubang Kacamata.

Pemerintahan. Drs. Hadi Umar B.Sc, menjabat Bupati mulai 2005 โ€“ 2010, Wakilnya Nasirwan Toha, SE sebelumnya Dalhadi Umar menjabat Carataker.

Bupati kedua, Rosjonsyah Syhili, S,IP, M.Si, 2010 โ€“ 2015, Wakil Bupati Panca Wijaya.

Jabatan berikutnya Rosjonsyah Syahili, kembali menjabat Bupati Lebong setelah terpilih dalam pemilihan langsung dan demokratis, periode kedua, (2016 โ€“ 2020_dengan duet sebagai Wakil Bupati Wawan Ferdinandez, SH. M. KN.

Bupati ke tiga, Kopli Anshori (satu periode) 2021 โ€“ 2026, Wakilnya, Drs Fahrrurozi, M.Pd ?

Bupati Lebong sekarang Azhari, SH, MH, (mantan Jaksa) dengan Wakilnya Bambang Agus Suprabudi, menjabat sejak 20 Februari 2026, akan berakhir Februari 2029 mendatang.

Kabupaten Lebong memiliki 12 kecamatan, 11 kelurahan, dan 93 desa. Luas wilayahnya mencapai 1.921,82 kmยฒ dan penduduk 113.677 jiwa (2017) dengan sebaran 59 jiwa/kmยฒ.

Kecamatan Amen 1 Kelurahan, 9 Desa Garut, Nangai Tayau, Paya Embik, Selebar Jaya, Sukau Margo, Sukau Rajo, Talang Bunut, dan Kelurahan Amen.

Kecamatan Bingin Kuning, Desa Bukit Nibung, Bungin, Karang Dapo Atas, Karang Dapo Bawah, Pelabuhan Talang Leak, Pungguk Pedaro, Talang Kerinci, Talang Leak 1.

Bupati Lebong, H Azhari SH MH

Kecamatan Lebong Atas, terdiri dari Desa Blau, Daneu, Tabeak Blau, Taba Blau 1,.

Kecamatan Lebong Sakti terdiri dari Desa Lemeu Pit, Magelang Baru, Muning Agung.

Kecamatan Lebong Selatan, Desa Kutai Donok, Manai Blau, Mangkurajo. Suka Sari, Tik Jeniak, Turan Tiging, Mubai, Taba Anyar, Tes, Turan Lalang.

Kecamatan Lebong Tengah, Danau Liang, Karang Anyar, Pagar Agung, Semelako 1, Semelako II, Semelako III, Suka Damai, Tanjung Bunai 1, Tanjung Bungai II, Embong Panjang.

Kecamatan Lebong Utara, Desa Gandung, Danau Gandung, Kampung Jawa Dalam, Ladang Palembang, Lebong Tambang, Lkasari, Nangai Amen, Talang Ulu, Tunggang, Kampung Jawa Baru.

Kecamatan Pinang Belapis, Air Kopras, Bioa Putiak, Ketenong.

Kecamatan Rimbo Pengadang, Bajok, Bioa Sengok, Talang Ratau, Telu Dien, Rimbo Pengadang.

Kecamatan Topos, Desa Ajai Siang, Bandar Agung, Suka Negeri, Talang Baru I, Talang Baru II, Talang Donok, Talang Donok I.

Kecamatan Tubei, Gunung Alam, Kota Baru Santan, Pelabai, Sukau Datang, Suka Datang 1, Tabeak Blau II, Tik Telau, Tanjung Agung.

BACA JUGA :  Puluhan Jurnalis Terbunuh Setiap Tahun

Kecamatan Uran Jaya, Desa Embong, Embong 1, Kota Agung, Kota Baru, Lemeu, Pangkalan, Tangua.ย 

Lambang Daerah. Lambang Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Lebong sesuai dengan Peraturan Daerah Tentang Lambang Daerah Kabupaten Lebong No. 28 Tahun 2005.

Ketua DPRD Lebong, Carles Rosen

Suku Rejang sangat mendambakan persatuan dan kesatuan, rasa senasib sepenanggungan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, pahit sama-sama dibuang manis sama-sama dimakan. Merupakan salah satu makna isi Sumpah kesepakatan 4 Luak yakni: Luak Pesisir, Luak Lawang, Luak Musi Rawas dan Luak Jang Lebong]

Makna lambang.

*ย ย  Persegi Limaย bermakna Suku Rejang memegang teguh agama ย 

ย ย ย ย  Islam dan terdiri dari 4 (empat) suku dan raja.

  • Dasar warna hijauย melambangkan Kabupaten Lebong adalah daratan yang subur.
  • Di dalam persegi lima terdapatย lukisanย yang diartikan: Padi dan kopi yang bermakna:
  • Sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Lebong.
  • Ikatan lima menunjukkan suku Rejang berasal Jang Raja dan pembentukan Kabupaten Lebong pertama kali terdiri dari lima kecamatan.
  • Padi berjumlah 17 butir tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Kopi 13 daun menunjukkan tanggal peresmian dan pelantikan bupati pertama kabupaten Lebong pada 7 Januari 2004.
  • Cerano menggambarkan masyarakat kabupaten Lebong memegang teguh adat istiadat dalam budaya.
  • Gunung melambangkan bahwa Kabupaten Lebong ini dikelilingi oleh pegunungan dan hutan.
  • Bintang keemasan melambangkan Kabupaten Lebong adalah penghasil emas dan masyarakatnya mempunyai cita-cita yang tinggi.
  • Tulisan Kabupaten Lebong menunjukkan wilayah pemerintah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Moto Swarang Patang Stumang memiliki pengertian suku Rejang sangat mendambakan persatuan dan kesatuan, rasa senasib sepenanggungan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, pahit sama-sama dibuang manis sama-sama dimakan.

PJ Sekda Lebong, Syarifuddin

Demografi. Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Lebong setelah dikurangi jumlah penduduk daerah sengketa antara Desa Padang Bano dengan Desa Renah Jaya (Kabupaten Bengkulu Utara) adalah 97.091 orang, yang terdiri atas 49.693 laki-laki dan 47.398 perempuan.

Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Lebong Utara, Lebong Selatan dan Lebong Tengah merupakan tiga kecamatan dengan jumlah terbanyak yaitu masing-masing berjumlah 15.296 orang, 13.406 orang dan 10.084 orang. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Lebong Atas dengan jumlah penduduk 4.402 orang.

Perbandingan laki-laki dan perempuan atau sex ratio di Kabupaten Lebong adalah sebesar 104,84%. Dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong hanya Kecamatan Uram Jaya yang sex ratio-nya kurang dari 100% yaitu sebesar 99,96%.

Kecamatan dengan sexratio tertinggi adalah Kecamatan Padang Bano yakni sebesar 133,97%. ( *** ) โ€“

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement