Opini Perjuangan
Beranda » Berita » Wartawan Apa Yang Engkau Cari ?

Wartawan Apa Yang Engkau Cari ?

Bagian ke II (Dua) –

Sebuah pertanyaan yang pernah ditulis beberapa waktu lampau, dengan judul yang sama. Namun masih banyak pembaca yang belum puas, dan terus bertanya, apa sesungguhnya di cari Wartawan (Jurnalistik), karena menjamurnya wartawan baru yang belum banyak tahu seputar, apa yang di cari sebagi wartawan?

Secara umum jawaban “cari makan, untuk diri sendiri dan keluarga” munculnya banyak Wartawan baru seharusnya punya komitmen yang kuat, untuk melakukan tugas, “Sosial Kontrol / Kontrol Sosial” ditengah masyarakat.

Selain, Kontrol sosial dan kontrol, juga menyampaikan keberhasilan pembangunan di segala sektor oleh pemerintah, dan menyampai berita budaya, sastra, dan hiburan. Karena krisi budaya, bisa juga menghancurkan mental spiritual.

Dari tiga tugas pokok itu, cendrung kurang berjalan sebagaimana mestinya. Baik, penyampaian berita pembangunan di segala sektor, sesuai realitanya dilapangan.

Tugas berikutnya, menyampaikan berita budaya yang berkembang saat ini, adanya nilai budaya daerah yang terkikis oleh waktu dan perkembangan teknologi. Yang masih relevan harus kita jaga bersama.

Dan ketiga Sosial Kontrol dan Kontrol Sosial nyaris tidak berjalan, tak heran pembangunan Propinsi Bengkulu secara umum dinilai baik oleh pemerintah, tapi realitanya dilapangan jauh dari kenyataan fakta, dan masih banyak, yang cumpang-camping, tidak sesuai dengan fakta rill yang seharus dibangun?. Penulis tidak merinci satu persatu, yang jelas masyarakat merasakan kondisi yang terjadi. Salah satu atau beberapa kegiatan pemeliharaan tidak berjalan sebagai mana mestinya?.

Demikian juga kebijakan pembangunan yang telah diambil pemerintah daerah Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu dan di tingkat propinsi fakta secara riil masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Contohnya, infrastruktur di bidang Jalan propinsi, jalan kabupaten se propinsi Bengkulu, khususnya Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Kepahiang, dan Lebong, 5 daerah dari 9 kabupaten dan satu kota, yang telah dipantau Tim Wartawan gabungan mediaonline yang tergabung dalam organisasi Dewan Pimpinan Daerah-Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD-KWRI) Propinsi Bengkulu, media Beo07.co.id, Pusako.id, MNTTV, Investigasi Pers, Sahabatrakyat.com dan sejumlah media lainnya.

Berikut pendukung utama infrastruktur Daerah Irigasi Semi Teknis, Teknis, pendukung pangan Nasional, khususnya Beras  dan Irdes (Irigasi Desa), antara lain paling banyak dibawah pengelolaan Dinas PUPRPKP Rejang Lebong, Bidang Sumber Daya Air (SDA), telah ditulis sebelumnya oleh mediaonline Beo07.co.id.

BACA JUGA :  Wartawan Mencari Kebenaran Mari kita Dukung Pemerintah Perjuangkan UU Perampasan Aset

Bicara pemeliharaan jaringan irigasi yang tersebar di 15 kecamatan dalam wilayah Rejang Lebong, sangat penting dan strategis untuk mengairi sekitar 6 ribu hektar lebih Sawah Fungsional pengelolaan irigasinya dibawah Bidang Pengairan, dalam penyedian air.

Kondisi dilapangan sampai bulan Juli 2026, amburadul tidak terawatt dengan baik.

Ditambah Daerah Irigasi (D.I), yang dikelola Dinas PUPR Propinsi Bengkulu seperti D.I. Air Daud Tempel Rejo, dan salah satu D.I. Air Musi Kejalo di kelola Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Prop. Bengkulu Dirjen Pengairan Kementerian PU_RI.

Demikian juga D.I. Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, padahal irigasi adalah pendukung utama penyedian air untuk meningkatkan produksi Pangan Nasional khususnya Beras, sebagai mana di canangkan Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan pangan Nasional (Beras).

Demikian juga jalan Propinsi yang Linknya ada di setiap kabupaten, kondisi pemelliharaan juga memprihatinkan antara lain link Kota Curup – Lebong, Lebong – Bengkulu Utara.

Belum lagi sektor Strategis pendukung pangan dari sektor Pertanian, dan pangan kita khusus Beras, telah meningkat dimasa dua (2) tahun Presiden Prabowo, berkuasa. Keberhasilan secara nasional, kendati kita berhasil,namun daerah harus memiliki kekuatan, minimal untuk mencukupi daerah sendiri.

Daya dukung lainnya perbaikan jalan propinsi, dan kabupaten. Agag hubungan antar kabupaten dengan jalan propinsinya. Antar kecamatan dan desa jalan kabupatennya untuk percepatan transportasi, guna menggerakan ekonomi rakyat daerah. Ada lumbung Padi, yang bisa dihandalkan.

Disini peran Pers, dari berbagai media menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah, baik kemajuan yang dicapai, sedang di tingkatkan, daerah krisis tanpa Lumbung Padi?.

Harus berani disampaikan terbuka, pada pemerintah termasuk kesulitan yang di hadapi Petani, terkadang pupuk sempat terlambat?. Dan harganya di atas Harga Eceran Tetap (HET) bersubsidi.

Kabupaten Rejang Lebong, daya dukung lahan Persawahan yang butuh air dalam 1 X 24 Jam sesuai MT (Musim Tanam) sekitar 8 ribu hektar lebih, baik yang di airi oleh D.I. Semi Teknis, Teknis Kabupaten, Propinsi dan Balai BWSS VII Bengkulu.

BACA JUGA :  HASAN BASRI, SH.MH, C.P.C.L.E & SAMSU ARIFIN, Gubernur Jambi Al Haris : Penyalahgunaan Wewenang, Diskriminatif Korbankan Masyarakat Kerinci & Sungai Penuh

Apa lagi Kabupaten Lebong, masyarakat hanya menghadalkan Sawah Fungsional, dengan D.I. Air Ketahun, pemeliharaan dibawah BWSS VII Bengkulu, selebihnya Dinas PUPR dan Perhubungan Kabupaten Lebong, khusus Bidang Sumber Daya Air.

Sedangkan sumber penghasilan lain, hanya pengelolaan tambang tradisional peninggalan Belanda, masalahnya sekarang Lebong di kelilingi Tanaman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), tambang rakyat sangat terbatas dan kecil, produksi pendukung ekonomi masyarakat hanya Sawah Fungsional, itu setahun sekali MT. Maka D.I. Nya harus terpelihara dengan baik, aksesnya air dipastikan cukup dan mengalir dengan baik.

Masyarakat Lebong tanam satu kali setahun (12 bulan) cukup lama menunggu musimpanennya. Karena, belum mampu menghindari Tikus, selaku pemangsa Padi.

Dunia Pers, dan lembaga mediaonline yang kian menjamur, televisi Youtube dan cetak, sudah ratusan jumlahnya di propinsi Bengkulu, yang berada di 9 kabupaten 1 kota, yakni Kota, dan prop. Bengkulu, dengan jumlah Wartawannya ratusan, justru berbanding terbalik dengan jumlah berita yang diturunkan dalam 1 X 24 jam, hanya puluhan, jadi kemana dan apa yang di cari Wartawan?

Suka tidak suka kritik yang disampaikan masyarakat di setiap kabupaten di lima daerah dijelaskan diatas, justru produksi berita jauh dari jumlah wartawan dan lembaga penerbitan.

Wartawan Kartu, Bukan Karya :

Hampir setiap hari dapat dilihat jumlah Wartawan hilir mudik, masuk kantor dan keluar kantor, mengunjungi (investigasi) kesejumlah kegiatan pembangunan, beritanya tidak muncul?

Silakan chek berita terbaru hanya puluhan jumlahnya. Bukan ratusan?. Tanpa Karya Jurnalistik? : Dari sebuah wawancara tertutup via sambungan telepon, hari ini Senin, (27/ 7) muncul kabar dari seorang Jurnalist creative punya media sendiri, mengatakan “ di lebong sering kita di suguhkan dengan pemandangan, ramainya wartawan,masuk kantor dan keluar kantor beritanya tidak ada, jelas sumber itu. “Maaf, kata sumber, semacam gerombolan, tegasnya?

Parahnya lagi para oknum wartawan gerombolan itu, ada juga diantaranya WTM (Wartawan Tanpa Media), hanya jadi penumpang gelap.

BACA JUGA :  MOBIL BARU TINGKATKAN PEMBANGUNAN, SEJAHTERAKAN MASYARAKAT LEBONG

Mereka muncul beramai-ramai hanya menghandalkan Kartu Pers (Identitas) yang dikeluarkan redaksinya, dan Wartawan Tanpa Media menumpang didalamnya, jelas sumber.

Yang banyak Wartawan Kartu Pers (Adecart) : Kalau mau jujur, melihatnya chek dimedia tempat ia bekerja, nyaris tidak ada berita terkini.

Mereka muncul semacam “muntaber” (muncul tanpa berita), alias wartawan Muntaber, dan ada WTM (Wartawan tanpa media), uniknya mereka di senangi oknum pejabat tertentu “disinyalir bermental korup?”

Ironisnya tegas sumber itu, para oknum WTB (Wartawan Tanpa Berita), mau menjadi alat oknum pejabat untuk memata-matai Wartawan yang berani menulis apa adanya, di anggap tidak benar, ujarnya.

Jadi delematik, tak heran pertanyaan dari masyarakat luas (publik), kemana wartawan dan apa yang engkau cari? Semakin sulit di jawab.

Himbauan lanjut sumber mari kita bersama menyampaikan informasi yang benar, dan menjaga “ruh dan marwah  perjuangan pers nasional, kendati kita berada di daerah” atau di dusun sekalipun.

Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, “Wartawan apa yang engkau Cari???” Lebih ironis lagi di Kota Curup, info terkini, oknum tertentu menelepon seorang, mengatas namakan Wartawan, kini beritanya sedang Viral.

Baca Beo07.co.id, edisi 26 Juli 2026, berjudul “Setelah Klarifikasi Dengan Kades Hasim: Wartawan Haris Tidak Terlibat Kasus Pemerasan?

Tak heran ada tudingan dari masyarakat, “dunia wartawan, semakin sulit di percaya” padahal itu hanya perbuatan segelintir oknum, mengatas namakan wartawan.

Himbauan, kita setuju meningkatnya jumlah wartawan (jurnalis) dari media dari manapun, untuk bekerja, tidak jadi pengangguran, guna mewujudkan demokrasi bermartabat, yang penting laksanakan tugas wartawan dengan jujur untuk mencari kebenaran, bukan penipuan dan pemerasan.

Dengan pedoman UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan 11 Poin Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Wartawan Indonesia. Negeri ini milik kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama, untuk sebuah makmur, merata dan berkeadilan. (***).

Penulis Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wartawan Reformasi Indonesia (DPD-KWRI) Propinsi Bengkulu, Pemimpin redaksi Beo07.co.id, yang juga pengamat masalah kemiskinan dipedesaan dan sosial kemanusiaan.

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement