Opini Perjuangan
Beranda ยป Berita ยป 70 Persen Wilayah Lebong Masuk TNKS, Masyarakat Harus Kreatif Usaha Lewat UMKM

70 Persen Wilayah Lebong Masuk TNKS, Masyarakat Harus Kreatif Usaha Lewat UMKM

Gambar / Ilustrasi

Hutan dan lingkungan sangat Strategis dan bagian tak terpisahkan bagi keselamatan hidup hayati dan kita semua, disatu sisi hutan juga tempat usaha dibidang Peranian dan alih fungsi tempat pembangunan Talang, kelompok dan akhir menjadi desa dan pembangunan rumah penduduk.

Tanpa hutan/ rimba, mana ada kota. Tapi itu dulu, tingkat kerusakannya masih kecil sekarang hutan dan kayu serta segala jenis tumbuhan dan hewan (binatang) yang hidup didalamnya, diera kemajuan zaman dan modern, era teknologi canggih hutan dan segala isinya biasa diproduksi menjadi bahan berharga bagi kepentingan masyarakat luas.

Tak heran pengrusakan hutan sejak tahun 1980-an era rezim orde baru berkuasa dan membangun Indonesia, hutan boleh ditebang asalkan memiliki izin resmi pemerintah saat itu, jutaan orang buat PT/CV perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan untuk produksi dalam negeri dan di kirim keluar negari, sebagai pundi-pundi โ€œuang dan kekayaan perusahaan dan perorongan (pribadi).

Dampak (bahayanya) dirasakan kita semua, โ€œbanjir bandang tahunan, banjir dan hujan, bencana longsor (turbis) dimana bahkan menelan korban jiwa manusiaโ€ peringatan dan peringatan keras, dikeluarkan pemerintah. Pada tahun 1982 Pemerintah RI resmi mengeluarkan keputusan melalui Menteri Kehutanan ketika itu, menetapkan 4 propinsi sebagian wilayahnya masuk dalam TNKS (Tanaman Nasional Kerinci Sebelat) yang berpusat di Kerinci, Sungai Penuh. Tapi sayang pemerintah masih terus mengeluarkan izin untuk penebangan Kayu di hutan.

Dengan berbagai dalih dan alasan, karena perusahaan pemohon memenuhi syarat dan sebagainya, kendati dalam proses penerbitannya penuh permainan kotor. Siapa yang berani tegur,โ€ฆ? Jawabannya tidak ada Izin tetap terbit, hutan dan Kay uterus di babat hingga gundul.

Setelah hutan murka dengan caranya sendiri (ajaib) baru kita sadar, banjir tidak bisa dihentikan akibat penggundulan hutan. Baru kita mulai sadar, bahwa kehidupan ini tidak bisa menghandalkan kekuasaan dan kekuatan semata.

Baru kita tahu, diatas gunung paling tinggi masih ada yang lebih tinggi dan berkuasa. Ternyata bukan kita, dan bukan pula kekuasaan?. Mari kita bangun kselamatan hutan TNKS, untuk keselamatan masyarakat di empat propinsi yang dijelaskan diatas tadi.

Ternyata kehidupan ini perjalanan panjang, sebelum berakhir diliang lahat, penuh lika-liku, suka dan duka- (Pahit dan manis), mengharuskan kita ikhlas, jujur, sabar dan creative menjalaninya. Dan jangan sampai meninggalkan sesuatu yang tidak baik itu.

Dan ikhlas bersyukur dalam keadaan pahit kepada Tuhan yang maha esa, sebagai umat Islam pada Allah SWT.

Janganlah kita banyak menyesali, kondisi yang terjadi dan dirasakan saat ini, tapi bertekadlah memperbaiki keadaan yang rusak itu, tuhan takkan merubah nasib suatu kaum (kelompok), jika kaum itu tak berusaha untuk memperbaiki dan merubahnya?.

Apa kaitannya, 70% wilayah Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu masuk TNKS dengan perekonomian masyarakat yang sulit?

Sama dengan daerah lainnya, banyak sekali secara umum masyarakat kita hidup dari sektor pertanian Ladang (kebun) dan Sawah, untuk memenuhi makan tiga kali sehari, (sesuai kebiasaan) ?

Dengan sempitnya lokasi membuka lahan untuk Ladang dan kebun, serta mengembangankannya karena keterbatasan lahan, sudah masuk dalam daftar TNKS, meliputi wilayah Prop. Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu.

Mari hutan yang tersisa atau kebun tua yang sudah jadi semak belukar kita garap kembali, kendati tidak subur lagi. TNKS harus kita jaga bersama demi keselamatan masing-masing daerah dan ancaman banjir, kehancuran fisik, ekonomi, Nyawa dan bencana lainnya.

BACA JUGA :  KPKM-RI : Kebijakan Pendidikan Bobby Nasution Melalui Alexander Sinulingga Harus Dievaluasi

Dari data yang ada, total luas Taman Nasional Kerinci Seblat secara keseluruhan yang meliputi 4 provinsi dengan hasil tata batas ditetapkan seluas 1.368.000 ha dan perincian sebagai berikut: (Sumber dari Pemerintah / Kementerian Kehutanan Ri, CQ Balai Taman Nasional, TNKS Kerinci).-

ย 

  • seluas 353.780 ha (25,86%) terletak di Provinsi Sumatera Barat;
  • seluas 422.190 ha (30,86%) terletak di Provinsi Jambi;
  • seluas 310.910 ha (22,73%) terletak di Provinsi Bengkulu; dan
  • seluas 281.120 ha (20,55%) terletak di Provinsi Sumatera Selatan.

ย 

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat tersebar di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa. Untuk Kabupaten Lebong yang luasnya 192.924 ha, hampir 70ย % wilayah ini masuk pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan luas 117.000 ha.

ย 

Pertanyaannya, kemana perekonomian masyarakat di arahkan pemerintah Kabupaten Lebong untuk usaha pengembangan, peningkatan ekonomi yang produktif. Mengingat TNKS yang tidak bisa digarap sebagai tempat usaha.

ย 

Berdasarkan data luas TNKS yang berada dalam wilayah propinsi Bengkulu seluas 310.910 ha (22,73%) terletak di Provinsi Bengkulu; dan berada dalam 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa.

Untuk Kabupaten Lebong yang luasnya 192.924 ha, hampir 70ย % wilayah ini masuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan luas 117.000 ha. Ada sisa lahan lebih kurang, 85. 924 ha sudah termasuk lahan Sawah fungsional menjadi handalan masyarakat Lebong.

Untuk Kabupaten Lebong yang luasnya 192.924 ha, hampir 70ย % wilayah ini masuk pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan luas 117.000 ha.

ย Ada sisa lahan lebih kurang, 85. 924 ha sudah termasuk lahan Sawah fungsional menjadi handalan masyarakat Lebong.

Lalu kemana masyarakat kita usaha?

Pemerintah RI, tidak sia-sia telah membuka ruang, waktu, dukungan permodalan dan tempat seluas-luasnya untuk usaha melalui pengembangan program Usaha Mikro Kecil dan Mene Individu UKM Korporasi.

Apa itu Ekonomi Mikro? Pengertian, Contoh, dan Tujuannya? (Sumber Kementerian Perdagagan, RI).

Ekonomi memiliki banyak cabang ilmu, salah satunya ekonomi mikro.

Ilmu ekonomi mikro adalah cabang ilmu tentang aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.

Beberapa aktivitas yang termasuk contoh aktivitas ekonomi mikro adalah jual-beli, bekerja, dan sebagainya.

Pengertian Ekonomi Mikro ; Setiap negara memiliki dua siklus perekonomian, yaitu siklus ekonomi mikro dan makro.

Ekonomi mikro adalah siklus perekonomian tingkat dasar dan langsung berhubungan dengan aktivitas masyarakat.

Dalam ekonomi mikro, segala peristiwa ekonomi yang terjadi ada dalam kendali konsumen dan pelaku usaha.

Prinsip utama ekonomi mikro adalah kesetaraan manusia sebagai makhluk rasional saling membutuhkan.

Tanpa adanya konsumen, pelaku usaha tidak punya pangsa pasar untuk menjual produk.

Pun sebaliknya, tanpa pelaku usaha kebutuhan konsumen tidak akan terpenuhi.

Jika ada salah satu pelaku ekonomi melakukan pelanggaran (sengaja atau tidak), maka aktivitas ekonomi mikro akan terganggu.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Jika Anda tidak mempelajari ekonomi, barangkali Anda kebingungan saat mendengar istilah ekonomi mikro dan makro. Hanya beda satu huruf, di โ€œiโ€ dan โ€œaโ€-nya, tapi keduanya punya ruang lingkup sangat berbeda.

BACA JUGA :  Wartawan Mencari Kebenaran Mari kita Dukung Pemerintah Perjuangkan UU Perampasan Aset

Selengkapnya tentang perbedaan ekonomi mikro dan makro adalah sebagai berikut.

  1. Pelaku-Pelaku di dalamnya Perbedaan ekonomi mikro dan makro yang pertama adalah pelaku-pelaku terlibat di dalamnya.

Seperti sudah disebutkan, pelaku ekonomi mikro adalah konsumen dan pelaku usaha. Sementara itu, pelaku ekonomi makro skalanya lebih luas lagi, yaitu konsumen, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat luar negeri.

  1. Luas Skala Ekonomi Skala ekonomi mikro terbatas pada interaksi ekonomi konsumen dan pelaku usaha.
  2. Contoh interaksi ini misalnya perubahan harga, perbandingan penawaran dan permintaan, serta kerjasama ketenagakerjaan.

Sedangkan ekonomi makro skalanya sudah nasional, meliputi interaksi antar daerah, kebijakan bunga, dan sebagainya.

  1. Fokus Obyek Obyek ekonomi mikro adalah ketersediaan barang dan tenaga kerja dalam pasar.

Semakin intens interaksi pelaku usaha dan konsumen, maka produksi barang akan semakin banyak. Karena beban produksi meningkat, maka pelaku usaha merekrut lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu, obyek ekonomi makro adalah iklim ekonomi nasional yang kondusif. Kondisi ekonomi mikro tidak selalu sehat, sehingga pemerintah perlu membuat kebijakan agar aktivitas ekonomi masyarakat lebih baik.

  1. Kedinamisan Perbedaan ekonomi mikro dan makro selanjutnya adalah dari segi perubahan.

Dalam ekonomi mikro, perubahan dapat terjadi dengan cepat dan beruntun. Karena pada dasarnya semua pelaku usaha dan konsumen saling berkaitan.

Akan tetapi dalam ekonomi makro, perubahan hanya dapat terjadi jika pemerintah membuat kebijakan atau terjadi masalah ekonomi di luar negeri.

  1. Efek Satu Sama Lain Perbedaan ekonomi mikro dan makro yang terakhir adalah efeknya pada satu sama lain.

Ekonomi makro suatu negara dikatakan sejahtera apabila aktivitas ekonomi di tingkat mikro intensitasnya tinggi.

Sementara itu, tanpa aktivitas ekonomi makro, kestabilan ekonomi mikro juga akan terganggu karena tidak adanya kebijakan pengatur. Artinya keterkaitan Mikro dengan ekonomi Makro, saling membutuhkan. Maka sama yang baik, bersih dari gangguan apapun harus kita bangun bersama.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Setelah membahas perbedaan ekonomi mikro dan makro, kali ini kita akan membahas ruang lingkup yang ada dalam ekonomi mikro, yaitu:

  1. Ruang Lingkup Harga, dalam ruang lingkup harga, ekonomi mikro berperan membentuk harga pasar.

Dua hal pembentuknya adalah daya beli masyarakat dan daya produksi pelaku usaha. Daya beli masyarakat disebut sebagai permintaan (demand), sedangkan daya produksi pengusaha adalah penawaran (supply).

Saat angka rata-rata permintaan dan penawaran bertemu, akan terbentuk harga yang dinamai harga ekuilibrium.

  1. Ruang Lingkup Produksi Ruang lingkup selanjutnya ekonomi mikro adalah aktivitas produksi pelaku usaha.

Dalam ruang lingkup ini, ekonomi mikro mempengaruhi berapa barang yang diproduksi (supply) dan jumlah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.

Terkait produksi, salah satu masalah ekonomi mikro adalah penggantian tenaga kerja dengan mesin.

Pelaku usaha membutuhkan efisiensi produksi agar bisa bertahan di pasar, sehingga harus mengurangi tenaga kerjanya.

Akan tetapi jika tenaga kerja tersebut menjadi pengangguran, dampak negatifnya akan berbalik ke pelaku usaha sendiri.

Barangnya akan mengalami pengurangan pembeli sehingga efisiensi produksinya tidak akan berguna.

  1. Ruang Lingkup Distribusi dibanding dua ruang lingkup sebelumnya, aktivitas distribusi adalah yang berperan mempengaruhi ekonomi mikro secara โ€œdiam-diamโ€.

Aktivitas ini tidak terlalu kelihatan, karena umumnya hanya muncul saat jadi bahan diskusi. Akan tetapi dampaknya bisa sangat luas, baik bagi pelaku usaha atau konsumen.

BACA JUGA :  KARYA JURNALIST UNTUK KEBENARAN, MENDUKUNG KEBEBASAN, BER-ETIKA BUKAN BEBAS TANPA BATAS?

Beberapa contoh aktivitas distribusi dalam ekonomi mikro misalnya penentuan upah oleh pengusaha dan monopoli.

Contoh Ekonomi Mikro

Sekarang saatnya kita membahas contoh-contoh ekonomi mikro berikut kasus yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ini penjelasannya.

  1. Permintaan dan Penawaran Barang (Demand and Supply)
    Contoh ekonomi mikro satu ini telah dibahas sekilas di ruang lingkup harga.

Seperti yang sudah dijelaskan, permintaan dan penawaran adalah dua komponen penentu harga paling penting.

Misalnya Anda memproduksi 1000 produk dengan harga Rp15 ribu. Tapi, ternyata rata-rata kompetitor Anda menjual dengan harga ekuilibrium Rp10 ribu.

Maka Anda harus mengikuti mereka jika tidak ingin terdepak dari persaingan pasar.

  1. Pendapatan Individu vs Majemuk Salah satu masalah ekonomi mikro adalah ketidakrataan pendapatan masyarakat. Jika ditotal, pendapatan masyarakat Indonesia mungkin tampak banyak. Akan tetapi, persebaran pendapatan tersebut ternyata tidak merata.

Dari segi pendapatan individu, ada orang yang pendapatannya mencapai 60% total pendapatan majemuk. Di sisi lain, ada pula orang dengan pendapatan 0,0001%. Karena inilah kemudian muncul perbedaan status sosial dalam masyarakat.

  1. Ketenagakerjaan dan Pengangguran Salah satu contoh ekonomi mikro adalah siklus ketenagakerjaan dan pengangguran. Dua hal ini berada dalam ruang lingkup ekonomi mikro karena bersinggungan langsung dengan hajat hidup setiap individu dalam masyarakat.

Apabila tidak ditangani dengan baik, pengangguran punyaย trickle-down effectย yang dapat meningkatkan kemiskinan dan tindak kriminal.

Selain itu, konsumsi produk pelaku usaha juga menjadi tidak maksimal, sehingga memicu lebih banyak pengangguran lagi.

  1. Inflasi
    Contoh ekonomi mikro yang keempat adalah inflasi. Salah satu masalah ekonomi mikro adalah meningkatnya harga barang-barang secara permanen karena masyarakat terlalu konsumtif.

Akibatnya, masyarakat pun dituntut secara merata meningkatkan daya beli, padahal kemampuan finansialnya berbeda.

Jika pemerintah tidak membuat kebijakan ekonomi makro guna menangani ini, maka harga-harga akan terus naik, gap ekonomi akan semakin melebar, dan kemiskinan pun bertambah.

  1. Keputusan Investasi Contoh ekonomi mikro yang terakhir adalah keputusan investasi. Sekilas orang berpikir investasi adalah banyak dipengaruhi kondisi ekonomi makro.

Padahal investasi sebenarnya lebih mempertimbangkan faktor-faktor mikro seperti tingkat pengangguran rendah dan daya beli masyarakat tinggi.

Ekonomi mikro adalah teori yang menjelaskan bagaimana aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat saling berhubungan.

Dari ilmu ini kita dapat belajar bahwa kemajuan ekonomi negara secara makro dipengaruhi aktivitas ekonomi mikro dalam masyarakat, sehingga jangan disepelekan ya sobat OCBC. Ditengah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa punya penghasilan secara rutin kendati kecil?.

Usaha ekonomi Mikro, walau kecil bisa dilakoni semua pihak, terutama masyarakat miskin di seluruh Indonesia, maka pemerintah harus proactive mendorong percepatannya dengan dukungan modal, berbunga rendah.

Dan beri kemudahan dalam pengurusan administrasinya, di dinas dan di perbangkan. Karena, Mikro sangat vital pendukung ekonomi creative masyarakat bawah. ( *** ).-

Penulis/ Editor dan Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan. Pengamat masalah kemiskinan dipedesaan, pegiat media Cetak dan Online, Ketua DPD-KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Propinsi Bengkulu, Putra Asli Kerinci, yang juga Pemimpin Redaksi Mediaonline Beo07.co.id, tinggal di Kota Curup-Bengkulu.

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement