Opini Perjuangan

PEJABAT RAKUS MAKAN BERAK DILUMBUNG PADI RAKYAT & MEMBUNUH KORBANNYA?

Ilustrasi/net

Diera Presiden RI pertama, bagi yang sudah lahir dan berusia remaja, 13, 15 dan 17, sudah tahu โ€œsuka โ€“ dukaโ€nya dalam perjalanan hidup setelah dinyatakan merdeka, dari penjajahan bangsa asing, Belanda, selama 350 tahun, rakyat hidup dibawah tekanan, teraniaya, di siksa dan di bunuh.

Dari catatan sejarah panjang penderitaan dan perjuangan para raja-raja merebut kemerdekaan, sudah menelan jutaan korban secara menyeluruh, ribuan dan ratusan ribu korban nyawa, harta di era kekejaman dilakukan penjajahan itu.

Dan era yang singkat 3, 5 tahun penjajahan kejam dan menyakitkan dari Jepang, juga menelan ribuan nyawa di seluruh nusantara (Indonesia), satu pembunuhan secara kekerasan dan senjata di tembak dan di pancung terhadap rakyat yang mereka anggap tidak mendukung kehendah Jepang.

Dampak perang dunia ke II saat itu 1942 Jepang terpaksa bertekuk lutut dengan sekutu Amerika dan koalisinya setelah dua kota di lenyapkan Amerika dengan mengebom Jepang, Hiroshima dan Naga Saki, juga menelan ratusan ribu korban jiwa dalam Perang Dunia ke 2 (dua), diperoleh dari sejumlah sumber buku sejarah dan cerita dari para pejuang yang tersisa, dan meninggalkan cerita lewat warisan lisan kepada anak-anak dan cucunya.

Termasuk kita saat ini keturunan dari para pejuang, menikmati hasil perjuangan mereka, yang berjuang jauh sebelum Indonesia merdeka dan setelah merdeka.ย 

Diantara kita, suka atau tidak suka mungkin saja ada keturunan pengkhianat terhadap bangsa, dan para pejuang fisik dilapangan, yang telah mengorbankan air mata, siksaan fisik, dan kematian berdarah.ย 

Dan melahirkan daftar panjang, jumlah anak kehilangan ayah dan ibunya.

Dan sejumlah istri kehilangan suaminya, dan suami kehilangan istri dan keluarga serta harta bendanya, dalam merebut dan memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan, dengan penuh kesadaran merupakan suatu kewajiban kita mengenanng dan mendo,akan para Pahlawan bangsa. Agar mereka kembali pada tuhannya (Allah SWT) dalam keadaan tenang dan dimasukan ke surganya.

BACA JUGA :  Swarang Patang Stumang : Masyarakat Lebong, Bersama-Sama Tanpa Saling Meninggalkan?

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

error: Content is protected !!
ร— Advertisement
ร— Advertisement