Opini Perjuangan
Beranda » Berita » PEJABAT RAKUS MAKAN BERAK DILUMBUNG PADI RAKYAT & MEMBUNUH KORBANNYA?

PEJABAT RAKUS MAKAN BERAK DILUMBUNG PADI RAKYAT & MEMBUNUH KORBANNYA?

Ilustrasi/net

SEJUMLAH OKNUM Pejabat rakus tak pernah sadar “dia makan & berak di Lumbung Padi rakyat” tanpa pernah puas dan kenyang? Dengan kerakusannya menguasai Lumbung Padi besar milik rakyat, telah membangun jaringan dan sarang yang kuat tempat berlindung, sulit dijangkau oleh musuh-musuhnya, dalam penegakan hukum dan ber-keadilan tidak berjalan. 

Hebatnya oknum pejbat perampok uang rakyat, “ia bak tikus rakus, makan berak dimana saja ia mau, dan bersenang-senang didepan penderitaan rakyat, yang hidup serba kekurangan dan ketidak cukupan bahkan ada yang kelaparan.

Sementara pelaku yang bak tikus rakus, menjarah Lumbung Padi Rakyat, mereka menari-nari bersama selingkuhannya, aman dan nyaman, berlindung dibawah kekuasaan oknum pejabat/ aparat penegak hukum, politisi/ dan jabatan politkus, kadang melibatkan premanisme, untuk menjaga kesenangan mereka ?.

Setelah kenyang, berak (buang hajat) lagi, menyebarkan bau busuk, di bilik yang sama, tak ada yang mampu menghentikanya, terkecuali kematian tiba “malaikat pencabut nyawa mengakhirinya.”

Malaikat pencabut Nyawanya mengakhiri semua perjalanan, karena malaikat, selain ajaib, dia ada tapi tidak bisa disuap. 

Sampai waktunya Kematian tetaplah kematian. Dengan kata lain, “Setiap ciptaan tuhan yang maha esa (Allah SWT) dan bernyawa pasti mati” tidak ada manusia hebat, melainkan Allah.

Namun kejahatan rakus makan berak dimana dia suka harus dilumpuhkan sebelum kematian sesungguhnya tiba secara ajaib. Karena pejabat rakus, makan berak dimana-mana, beraknya dibebankan pada orang lain (rakyat) membersihkannya, sulit dilumpuhkan karena memiliki banyak strategi untuk berlindung, hidup aman dan nyaman.

Setelah Indonesia yang kita cintai dan banggakan ini, merdeka sudah 81 tahun, dan baru saja kita rayakan Agustus 2026 penuh, dan kini negeri merdeka ini telah di Pimpin 8 Presiden/ kepala Pemerintahan yang berkuasa, sudah banyak kemajuan dan perubahan yang dilakukan mulai dari pemerintahan Presdieden RI pertama Ir. Soekarno, kedua Soeharto dan seterusnya, kini Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-8 (delapan).

BACA JUGA :  Swarang Patang Stumang : Masyarakat Lebong, Bersama-Sama Tanpa Saling Meninggalkan?

Rakyat sebagai OPOSISI, (penyeimbang) telah merasakan Suka dan Dukanya menjalani kemerdekaan sejak, 17-08-1945 sampai 17-08-2026, 81 tahun penuh, suka dan dukanya telah dan sedang dirasakan sampai hari ini. 

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement